Jumat Belas Kasih4

Paus Fransiskus melanjutkan tradisi Jumat Belas Kasih, dengan mengejutkan lima ibu dan anak-anak mereka, serta para staf “Casa di Leda,” sebuah semi penjara wanita di distrik EUR Roma. Dengan kunjungan itu Paus Fransiskus ingin terus mengungkapkan kedekatannya dengan mereka yang hidup dalam situasi yang sulit.

Suster Bernadette Mary Reis FSP dari Vatican News melaporkan bahwa kunjungan Paus Fransiskus, yang didampingi Uskup Agung Rino Fisichella, Presiden Dewan Evangelisasi Baru, yang menyelenggarakan prakarsa itu, mendadak dan mengejutkan.

Pukul 16:00, Paus mengejutkan kelima ibu (yang berusia antara usia 25 sampai 30 tahun) bersama anak-anak mereka, dan para staf Casa di Leda saat mereka sedang menjalani kegiatan normal di sore hari. Paus Fransiskus pun bertukar kabar dengan para ibu dan staf yang bertugas, serta bermain bersama anak-anak. Anak-anak menyambut hadiah telur Paskah yang besar dengan sorak sorai. Mereka kemudian mengajak Paus untuk makan makanan ringan bersama mereka.

Kemudian para ibu memberi Paus hadiah yang merupakan hasil dari banyak kegiatan dan tugas sederhana yang mereka lakukan di dalam tempat penampungan itu. Mereka juga memiliki kesempatan untuk menceritakan kepada Paus tentang kesempatan bagus yang mereka miliki untuk membesarkan anak-anak mereka sendiri.

Direktur Casa di Leda, Dr Lillo Di Mauro, mengatakan kepada Paus, “Yang Mulia, Bapa yang terkasih, kami adalah orang-orang yang tidak terlihat.” Dia kemudian menggambarkan upaya yang dilakukan untuk mendirikan bangunan itu. Ada kesadaran tentang pentingnya merubah ruang yang dikontribusikan pada aktivitas kriminal, guna mengembalikan kepada masyarakat proyek yang membantu mengembangkan peradaban dan kemanusiaan.

Bapa Suci juga meninggalkan hadiah untuk para ibu, termasuk perkamen yang ditandatangani untuk mengenang kunjungannya. Kunjungannya berlangsung sekitar satu jam, setelah itu dia kembali ke Santa Marta, di Vatikan.

Casa di Leda terletak di distrik EUR Roma, dan tersembunyi di daerah pemukiman yang hijau dan indah. Dulu, bangunan itu dimiliki oleh orang-orang yang terkait dengan dengan kejahatan terorganisir. Bangunan yang disita oleh negara itu telah diubah menjadi tempat berlindung bagi wanita-wanita dalam kesulitan.

Dibuka bulan Maret 2017, Casa di Leda dijalankan oleh perusahaan nirlaba “Cecilia Onlus.” Di Casa di Leda, para ibu yang ditahan karena pelanggaran ringan, yang hak orangtua diakui secara hukum, dapat menjalani masa penahanan bersama anak-anak mereka dalam tata cara keluarga. Para ibu didampingi oleh staf, pendidik, dan sukarelawan dari asosiasi sukarelawan bernama “A Roma Insieme” (Bersama-sama ke Roma). Asosiasi-asosiasi lain yang terlibat dalam proyek itu adalah “P.I.D. Emergency Intervention Disagio Società Cooperativa Sociale Onlus” dan Asosiasi “Ain Karim.”

Para ibu yang tinggal di gedung itu diizinkan membawa dan menjemput anak-anak mereka dari sekolah. Mereka ikut kegiatan yang mempersiapkan mereka untuk bekerja mengingat pembauran mereka kembali di masa depan ke dalam masyarakat. Ini adalah bangunan jenis pertama di Italia, dan mungkin di dunia.(pcp berdasarkan Vatican News)

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (17)

Jumat Belas KasihJumat Belas Kasih1

Tinggalkan Pesan