Home RENUNGAN Apakah kita berani menyentuh orang-orang yang menderita kusta modern?

Apakah kita berani menyentuh orang-orang yang menderita kusta modern?

0

Kusta

KUSTA

Minggu di Biasa ke-6

11 Februari 2018

Markus 1: 40-45

“Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir. (Mrk 1:41)”

Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno, OP

Salah satu karunia terbesar yang dimiliki manusia adalah sebuah sentuhan. Kita diciptakan sebagai makhluk bertubuh, dan ilmu biologi mengajarkan bahwa hampir semua permukaan tubuh kita dipenuhi oleh system saraf untuk menerima stimulan eksternal melalui kontak sentuh, seperti kehangatan dan rasa sakit. Ini adalah langkah pertama dalam mekanisme kelangsungan hidup kita karena ini membantu kita untuk mengidentifikasi bahaya atau ancaman yang mendekat. Namun, ini juga adalah langkah pertama dalam pertumbuhan otentik kita sebagai manusia. Seorang bayi akan merasa dicintai saat dipeluk oleh orang tuanya. Seorang balita yang belajar berjalan akan merasakan bimbingan dan keamanan saat ayahnya memegang tangannya. Bahkan orang dewasa pun butuh kenyamanan dan kehangatan dari keluarganya.

Di dalam Kitab Suci, jika ada satu hal yang menghancurkan karunia sentuhan ini, ini adalah kusta. Kusta atau yang juga dikenal sebagai penyakit Hansen disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang menyebabkan kerusakan kulit dan saraf di sekitar tubuh. Cedera terbesar yang ditimbulkan penyakit ini adalah seseorang kehilangan kemampuan untuk merasakan stimulan eksternal seperti rasa sakit. Sebagai konsekuensinya, penderita kusta secara berangsur-angsur kehilangan anggota tubuhnya seperti jari, rambut, hidung, lengan, dan kakinya karena luka berulang yang tidak terdeteksi atau luka yang tidak diobati.

Namun, yang paling menyedihkan mengenai penyakit ini adalah stigma yang diterima orang kusta dari komunitas mereka. Pada zaman Yesus, orang kusta diusir dari komunitas mereka karena orang takut untuk tertular penyakit ini. Bahkan, orang menganggap kusta sebagai hukuman Tuhan (lihat 2 Taw 26:20). Karena itu, penderita kusta tidak hanya sakit secara biologis tapi secara ritual adalah najis, artinya dia tidak dapat beribadah dan menyembah Tuhan karena dia dilarang masuk ke rumah ibadat atau ke Bait Allah (lihat Im 13). Dia harus seru “najis, najis!” untuk mengingatkan orang-orang di dekatnya tidak menyentuhnya, jika tidak, orang tersebut mungkin menjadi najis juga. Seseorang dengan kusta tidak hanya kehilangan karunia sentuhan dari tubuhnya, tapi juga dari komunitasnya dan Tuhannya. Tak heran, kusta adalah penyakit yang paling ditakuti masyarakat Israel kuno.

Dengan latar belakang ini, kita dapat sepenuhnya menghargai apa yang Yesus lakukan terhadap orang kusta. Dia mengulurkan tangan-Nya dan menyentuhnya. Yesus tidak hanya menghadapi risiko tertular penyakit ini, namun Yesus bisa menjadi najis. Namun, Yesus bersikukuh karena Dia tahu bahwa karunia sentuhan adalah apa yang paling dibutuhkan manusia. Sungguh, sentuhan Yesus membawa penyembuhan dan mengembalikan karunia sentuhan yang hilang. Penderita kusta itu sekali lagi bisa merasakan kebaikan hidup, bisa masuk kembali ke komunitasnya, dan bisa menyembah Tuhannya.

Saat kita memanggil Yesus sebagai juru penyelamat, ini berarti bahwa dengan mengorbankan diri-Nya, Yesus membangun kembali hubungan yang hilang antara kita dan diri kita sendiri, antara kita dan sesama kita, dan di antara kita dan Allah. Bagaimana Yesus melakukannya? Dengan pemberian sentuhan. Allah kita adalah roh, tapi Allah kita tidaklah abstrak. Dia menjadi daging sehingga kita bisa merasakan kasih-Nya secara total, yakni sentuhan-Nya. Sebagai murid-murid-Nya, kita dipanggil untuk berpartisipasi dalam kasih nyata Allah ini dengan memperluas sentuhan Allah ini kepada sesama. Apakah kita berani menyentuh orang-orang yang menderita kusta modern, seperti kemiskinan? Apakah kita rela memulihkan hubungan yang telah rusak dalam hidup kita? Apakah kita berani menjadi sarana kasih dan sentuhan Allah dalam hidup kita?

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Barang di Rumah yang Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Lama DipakaiDestinasi Alam yang Masih Sepi Tapi Memiliki Pemandangan MenakjubkanFenomena yang Sedang Ramai Dibicarakan di Media SosialCara Menabung yang Efektif Meski Gaji Pas-PasanMengapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Cukup?Orang Kaya Ternyata Punya Kebiasaan Pagi yang BerbedaKesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Sebelum Usia 30 TahunKesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Membuat Kotoran Menumpuk7 Kebiasaan Pengguna Smartphone yang Diam-Diam Membuat HP Cepat RusakFakta Psikologi yang Bisa Menjelaskan Perilaku Sehari-hariTernyata Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Memberikan Efek IniFitur Tersembunyi Android yang Jarang Diketahui PenggunaKisah Sederhana yang Menginspirasi Banyak OrangKenapa WiFi Terasa Lambat Padahal Sinyal Penuh? Ini PenjelasannyaKota-Kota di Asia Tenggara yang Cocok untuk Liburan HematMengapa Banyak Bisnis Kecil Gagal di Tahun Pertama?Peluang Usaha Modal Kecil yang Masih Menjanjikan Tahun IniKuliner Malam yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota BaruTanda Tubuh Sedang Mengalami Stres BerlebihanCara Membersihkan Memori HP Tanpa Menghapus Foto PentingTrik Menata Rumah Agar Terlihat Lebih LuasKebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kualitas TidurKebiasaan Cas HP Semalaman, Benarkah Berbahaya?Kebiasaan Boros yang Sering Tidak DisadariAlasan Mengapa Banyak Orang Mendadak Menyukai Hobi IniMakanan Tradisional Indonesia yang Mulai Sulit DitemukanTernyata Ini Penyebab Baterai HP Cepat Habis Setiap HariKebiasaan Unik dari Berbagai Negara yang MengejutkanCara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Secara AlamiMengapa Beberapa Orang Lebih Suka Menyendiri?Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era DigitalCara Mengetahui Akun WhatsApp Sedang Disadap atau TidakHal-Hal Kecil yang Ternyata Membuat Orang Lebih BahagiaTren Baru yang Diprediksi Akan Populer dalam Waktu DekatBarang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di KulkasCerita di Balik Kebiasaan yang Dianggap Biasa oleh Banyak OrangCara Mengatur Keuangan Agar Tidak Selalu Kehabisan Uang di Akhir BulanTips Menghemat Listrik yang Jarang Diketahui5 Aplikasi Gratis yang Bisa Membuat Kerja Lebih CepatIde Penghasilan Tambahan yang Bisa Dikerjakan dari RumahKesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merencanakan LiburanEfek Duduk Terlalu Lama yang Jarang DisadariModus Penipuan Online Terbaru yang Sedang MarakFakta Menarik Tentang Destinasi Populer yang Jarang DiketahuiMinum Air Putih Saat Bangun Tidur, Apa Benar Banyak Manfaatnya?Kesalahan Saat Berbelanja yang Membuat Pengeluaran MembengkakPenelitian Terbaru Mengungkap Fakta Menarik Tentang Kehidupan ModernRahasia Rumah Selalu Rapi yang Jarang DiketahuiPeluang Bisnis Rumahan yang Semakin Diminati Banyak OrangAlasan Wisatawan Sering Kembali ke Destinasi yang SamaModus Baru di Internet yang Perlu Diwaspadai Pengguna SmartphoneFakta Tentang Kopi yang Mungkin Belum Anda KetahuiAlasan Banyak Orang Mulai Mengurangi Penggunaan Media SosialTempat Wisata yang Terlihat Lebih Indah Saat Musim TertentuMakanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut KosongKebiasaan Pagi yang Membantu Menjaga ProduktivitasTanda-Tanda Kondisi Keuangan Anda Perlu Segera DibenahiTanda Peralatan Elektronik di Rumah Perlu DigantiKesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Cepat RusakCara Mendapatkan Tiket Pesawat Lebih Murah
Exit mobile version