Home RENUNGAN Yohanes Sang Saksi

Yohanes Sang Saksi

0

francesco_albani_baptism_of_christ_l1

MINGGU ADVEN KE-3

17 Desember 2017

Yohanes 1:6-8, 19-28

“Yohanes datang sebagai saksi untuk bersaksi tentang terang, supaya semua orang percaya melalui Dia. (Yoh 1: 7) ”

Frater Valentinus Bayuhadi Ruseno OP

Dalam Injil Keempat, Yohanes Pembaptis memiliki peran penting: bukan hanya untuk membaptis, tapi untuk menjadi saksi. Dia bersaksi tentang sang Terang, sang  Mesias sejati, Yesus Kristus. Ketika para imam dan orang-orang Farisi dari Yerusalem datang kepadanya dan menginterogasinya untuk mengklarifikasi identitasnya, dia menjelaskan bahwa dia bukanlah Mesias, bahkan bukan seorang nabi, namun dia berseru, “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan!  (Yoh 1:23)” Sepertinya hal ini adalah hal mudah untuk Yohanes lakukan. Pertanyaan diajukan kepadanya, dan dia memberikan jawaban secara lugas dan percaya diri.Namun, melihat lebih dalam pada realitas zamannya, hal yang dilakukannya tidaklah semudah yang kita bayangkan.

Yohanes Pembaptis adalah orang yang sangat populer dan berpengaruh. Dia mampu menarik banyak orang dari segala penjuru Palestina. Orang-orang mendengarkannya dan meminta untuk dibaptis. Dia adalah seorang pengkhotbah karismatik yang mengubah banyak kehidupan orang-orang Yahudi. Dengan begitu banyak kesuksesan dan pujian, Yohanes lebih mudah melihat dirinya sebagai pemeran utama. Dia bisa saja berkata kepada para imam, “Akulah sang terang, sang Mesias. Lihatlah betapa banyak orang yang mengikuti dan berkumpul di sekitarku!” Dia telah menjadi lambang pewarta yang sukses. Namun, di saat yang paling krusial, dia tidak mengklaim pujian bagi dirinya sendiri, namun menunjuk pada sang Terang dan Mesias yang sebenarnya.

Dunia modern kita mungkin tidak sepaham dengan sikap Yohanes Pembaptis ini. Masyarakat kita sekarang termotivasi oleh kesuksesan dan prestasi. Kita diajarkan untuk berpikir positif, merasa nyaman dengan diri sendiri, dan menghindari kegagalan. Kita dilatih untuk mencapai impian kita, berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, dan percaya pada kemampuan kita. Banyak buku, artikel, dan video tentang ‘self-help’, kesuksesan, pemikiran positif, kepemimpinan yang efektif dan manajemen yang efisien membanjiri toko buku, televisi, dan internet. Perlu saya akui juga bahwa saya menggunakan metode manajemen waktu “Pomodoro” untuk membantu saya menyelesaikan refleksi ini. Kita hidup di dunia yang sangat percaya diri dan percaya bahwa kita dapat mencapai apapun. Dunia tanpa batas!

Tak heran bila nilai dunia kontemporer kita bertentangan dengan Yohanes. Kita mungkin mengatakan bahwa Yohanes seharusnya tidak menganggap dirinya terlalu rendah, ia seharusnya memiliki kepercayaan diri yang lebih baik, atau seharusnya ia tidak terlalu pesimis. Namun, ini bukan tentang Yohanes yang memiliki kepercayaan diri rendah atau pemalu. Tindakan rendah hati Yohanes pada dasarnya adalah sebuah nubuat dan kesaksian, yang bahkan relevan sampai saat ini. Kesaksiannya menunjuk pada pengakuan radikal bahwa Allah adalah sumber dari semua kebaikan yang kita miliki dan kepada-Nya saja, semua kesempurnaan yang kita capai akan kembali. Saya tidak mengatakan bahwa berbagai bahan motivasi yang diproduksi oleh generasi kita tidak baik. Mereka sebenarnya membantu kita untuk menghasilkan yang terbaik. Namun, bahayanya adalah ketika kita mulai berpikir bahwa kita bisa melakukan semua dengan cara kita sendiri.Dengan begitu banyak prestasi, dunia saat ini mulai percaya bahwa Tuhan tidak diperlukan lagi, dan kita mulai berperan sebagai tuhan-tuhan kecil. Kita menghancurkan lingkungan hidup, memanipulasi kehidupan manusia, dan menyalahkan gunakan tubuh dan pikiran kita. Semua ini berakar pada keangkuhan manusia kita.

Kehidupan Yohanes menjadi saksi Terang sejati, sumber sejati dari semua kebaikan. Tindakan kenabiannya mengingatkan kita pada apa yang paling penting dalam hidup kita. Sekarang kita diajak tidak hanya untuk menjadi rendah hati dengan mengenali kehadiran Tuhan dalam semua pencapaian kita, dan bersyukur kepada-Nya. Namun, seperti Yohanes, kita dipanggil supaya hidup kita secara total menjadi tanda yang menunjuk pada Tuhan, dan bukan pada diri kita sendiri. Ini bukan lagi tentang kita, tapi Tuhan yang bekerja di dalam diri kita.

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Barang di Rumah yang Sebaiknya Segera Diganti Jika Sudah Lama DipakaiDestinasi Alam yang Masih Sepi Tapi Memiliki Pemandangan MenakjubkanFenomena yang Sedang Ramai Dibicarakan di Media SosialCara Menabung yang Efektif Meski Gaji Pas-PasanMengapa Tubuh Tetap Lelah Meski Sudah Tidur Cukup?Orang Kaya Ternyata Punya Kebiasaan Pagi yang BerbedaKesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Sebelum Usia 30 TahunKesalahan Membersihkan Rumah yang Justru Membuat Kotoran Menumpuk7 Kebiasaan Pengguna Smartphone yang Diam-Diam Membuat HP Cepat RusakFakta Psikologi yang Bisa Menjelaskan Perilaku Sehari-hariTernyata Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Memberikan Efek IniFitur Tersembunyi Android yang Jarang Diketahui PenggunaKisah Sederhana yang Menginspirasi Banyak OrangKenapa WiFi Terasa Lambat Padahal Sinyal Penuh? Ini PenjelasannyaKota-Kota di Asia Tenggara yang Cocok untuk Liburan HematMengapa Banyak Bisnis Kecil Gagal di Tahun Pertama?Peluang Usaha Modal Kecil yang Masih Menjanjikan Tahun IniKuliner Malam yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung ke Kota BaruTanda Tubuh Sedang Mengalami Stres BerlebihanCara Membersihkan Memori HP Tanpa Menghapus Foto PentingTrik Menata Rumah Agar Terlihat Lebih LuasKebiasaan Sepele yang Bisa Mengganggu Kualitas TidurKebiasaan Cas HP Semalaman, Benarkah Berbahaya?Kebiasaan Boros yang Sering Tidak DisadariAlasan Mengapa Banyak Orang Mendadak Menyukai Hobi IniMakanan Tradisional Indonesia yang Mulai Sulit DitemukanTernyata Ini Penyebab Baterai HP Cepat Habis Setiap HariKebiasaan Unik dari Berbagai Negara yang MengejutkanCara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Kamar Secara AlamiMengapa Beberapa Orang Lebih Suka Menyendiri?Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Mata di Era DigitalCara Mengetahui Akun WhatsApp Sedang Disadap atau TidakHal-Hal Kecil yang Ternyata Membuat Orang Lebih BahagiaTren Baru yang Diprediksi Akan Populer dalam Waktu DekatBarang yang Sebaiknya Tidak Disimpan Terlalu Lama di KulkasCerita di Balik Kebiasaan yang Dianggap Biasa oleh Banyak OrangCara Mengatur Keuangan Agar Tidak Selalu Kehabisan Uang di Akhir BulanTips Menghemat Listrik yang Jarang Diketahui5 Aplikasi Gratis yang Bisa Membuat Kerja Lebih CepatIde Penghasilan Tambahan yang Bisa Dikerjakan dari RumahKesalahan yang Sering Dilakukan Saat Merencanakan LiburanEfek Duduk Terlalu Lama yang Jarang DisadariModus Penipuan Online Terbaru yang Sedang MarakFakta Menarik Tentang Destinasi Populer yang Jarang DiketahuiMinum Air Putih Saat Bangun Tidur, Apa Benar Banyak Manfaatnya?Kesalahan Saat Berbelanja yang Membuat Pengeluaran MembengkakPenelitian Terbaru Mengungkap Fakta Menarik Tentang Kehidupan ModernRahasia Rumah Selalu Rapi yang Jarang DiketahuiPeluang Bisnis Rumahan yang Semakin Diminati Banyak OrangAlasan Wisatawan Sering Kembali ke Destinasi yang SamaModus Baru di Internet yang Perlu Diwaspadai Pengguna SmartphoneFakta Tentang Kopi yang Mungkin Belum Anda KetahuiAlasan Banyak Orang Mulai Mengurangi Penggunaan Media SosialTempat Wisata yang Terlihat Lebih Indah Saat Musim TertentuMakanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Saat Perut KosongKebiasaan Pagi yang Membantu Menjaga ProduktivitasTanda-Tanda Kondisi Keuangan Anda Perlu Segera DibenahiTanda Peralatan Elektronik di Rumah Perlu DigantiKesalahan Saat Mencuci Pakaian yang Membuat Cepat RusakCara Mendapatkan Tiket Pesawat Lebih Murah
Exit mobile version