Home OMK Pakar perudungan minta orang muda jadi pelopor anti bullying agar harmonis dalam...

Pakar perudungan minta orang muda jadi pelopor anti bullying agar harmonis dalam tata pergaulan

0

DSCN8104

Dosen dan pakar perudungan  (bully) dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Ratna Djuwita meminta orang muda Katolik dan orang muda dari agama lain untuk menjadi pelopor anti bullying yang kerap terjadi di sekitar kita, sebab bullying sudah bisa dipastikan berakibat negatif bagi perkembangan kepribadian seseorang.

“Saya mengajak orang muda, apabila dalam pergaulan setiap hari melihat ada yang melakukan bully, cegah dan jangan sampai perbuatan itu terjadi berulang-ulang,” tegas Ratna di depan sekitar 150 OMK dan orang muda agama Islam, Protestan, Buddha dan Konghucu  dalam Talk Show di aula Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda (HSPMTB) Tangerang.

 

Talk Show yang diadakan 3 Desember 2017 oleh Seksi Kepemudaan Paroki HSPMTB Tangerang itu mengusung tema “The Harmony of the Humanity” dan subtema “Kau dan Aku Sama.” Selain Ratna Djuwita, dua narasumber lain adalah Dinda Vesca yang merupakan relawan dari “Indonesia Mengajar, Mari Berbagi” dan Fransiskus Xaverius Amekae yang pernah jadi korban bully waktu masih kecil.

 

Lebih lanjut Ratna mengajak seluruh orang muda agar saling memberikan perhatian, “sehingga di lingkungan maupun di tengah masyarakat selalu harmonis dalam tata pergaulan setiap hari.” Ditegaskan, membiarkan seseorang terus-menerus melakukan bully dianggap mendukung perbuatan itu.

 

Bully, yang terjadi di sekolah, tempat kerja atau di mana pun, sesungguhnya adakah tindakan sengaja seseorang atau sekelompok untuk menyakiti secara fisik, verbal, psikologis, sehingga korban bully merasa tidak berdaya. “Fakta ini sering terjadi dalam kehidupan pergaulan orang muda,” tegasnya.

 

Dinda pernah berpindah sekolah dari Bogor ke Jakarta. Di Jakarta ia mengalami perbuatan tidak menyenangkan dari teman-temannya di SMA. “Karena saya keturunan Tionghoa, maka teman-teman menghinaku dengan sebutan “Cina,” bahkan melempari saya dengan kursi. Saya pun sangat sakit hati bahkan saya berhenti sekolah dalam waktu lama, dan tidak naik kelas,” katanya.

 

Kejadian itu tidak membuat Dinda dendam, melainkan menjenguk temannya yang melakukan bully itu di tempat rehabilitasi, karena temannya itu belakangan diketahui adalah pengguna narkoba.

 

Fransisksus lahir sebagai anak kelima dari lima bersaudara dari Kawasan Indonesia Timur. Warna kulitnya hitam, maka teman-temannya memanggil dia “arang, arang’. Kendati mengalami bully, Fransiskus dari Paroki Kristus Raja Pejompongan itu tetap melakukan hal-hal positif.

 

Ada yang mengurung diri kalau dibully, tapi Fransiskus menganggap orang yang lakukan bully mendapat nilai-nilai kehidupan yang kurang baik dalam keluarganya. “Ketika saya ceritakan perbuatan bully terhadap diri saya kepada orang tua, mereka selalu memberikan motivasi agar saya tidak berkecil hati.”

 

Meskipun dibully, Fransiskus tetap belajar dan kini aktivis kerasulan keluarga paroki itu berkarya sebagai bisnis development di Unilever Indonesia. “Untuk mencegah bully, fokuslah pada yang dicita-citakan. Orang lain punya hak melakukan apa saja, maka saya lebih banyak mengabaikan bully itu,” katanya.

 

Melalui acara itu, kata ketua panitia Yudeta Delta Hendri Ana Gea, panitia berharap kaum muda lintas iman menjadi garda terdepan dalam mencegah bully. “Harapannya dengan kegiatan ini, para pemuda bisa menjadi pelopor anti bully dan menjadi orang yang selalu melakukan kebaikan,” katanya.(Konradus R Mangu)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan ke Ruang Digital

Mengapa Informasi Peluang Sering Disalahartikan dalam Permainan Kasino Online?

Menelusuri Peran Teknologi Cloud dalam Pengembangan Kasino Digital

Kasino Berbasis Internet dan Tantangan Mengendalikan Aktivitas Pengguna

Memahami Hubungan Antara Kecepatan Akses dan Perilaku di Kasino Online

Kasino Digital dalam Sorotan Perubahan Pola Pengeluaran Masyarakat

Bagaimana Sistem Keamanan Berlapis Melindungi Akun Kasino Online?

Fenomena Kasino Online Memunculkan Diskusi tentang Kesejahteraan Digital

Mengenali Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Ketertarikan pada Kasino Online

Kasino Digital dan Tantangan Membangun Kesadaran Risiko di Era Internet

Kasino Online dan Cara Media Sosial Membentuk Persepsi tentang Peluang Menang

Mengapa Kekalahan Beruntun dalam Kasino Digital Bisa Memicu Keputusan Impulsif?

Menelusuri Peran Riwayat Permainan dalam Membentuk Harapan Pengguna Kasino Online

Kasino Digital dan Tantangan Mengenali Informasi Menyesatkan di Internet

Memahami Fenomena Mengejar Kerugian dalam Aktivitas Kasino Online

Ketika Kasino Online Hadir Sepanjang Waktu, Bagaimana Pola Istirahat Terpengaruh?

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Ketentuan Penggunaan Layanan

Mengapa Kemenangan yang Hampir Terjadi Bisa Memengaruhi Perilaku Pemain Kasino?

Kasino Online dalam Sorotan Iklan Digital dan Perlindungan Kelompok Rentan

Memahami Peran Edukasi Publik dalam Mengurangi Dampak Negatif Kasino Digital

Kasino Online dan Perubahan Cara Masyarakat Menilai Risiko Hiburan Digital

Mengapa Kecepatan Transaksi Menjadi Sorotan dalam Layanan Kasino Digital?

Menelusuri Fenomena Kasino Online di Tengah Meningkatnya Aktivitas Internet

Kasino Digital dan Pengaruh Notifikasi terhadap Kebiasaan Pengguna

Memahami Cara Platform Kasino Online Mengelola Informasi Aktivitas Pengguna

Ketika Hiburan Digital Melibatkan Uang, Bagaimana Batas Risiko Dikenali?

Kasino Online dalam Pembahasan Kesehatan Ekosistem Keuangan Digital

Mengenali Perbedaan Persepsi Kemenangan dan Kerugian dalam Kasino Online

Perkembangan Kasino Berbasis Internet Memunculkan Tantangan Moderasi Konten

Kasino Digital dan Pentingnya Memahami Jejak Transaksi Elektronik