Home KEGEREJAAN Mgr Paskalis minta orang Flores banggakan persatuan dengan Gereja Katolik

Mgr Paskalis minta orang Flores banggakan persatuan dengan Gereja Katolik

0

Mgr Paskalis

Orang Flores di perantauan bukan hanya harus membanggakan dan mempromosikan apa yang istimewa di Flores tetapi juga persatuan mereka dengan Gereja Katolik yang satu, kudus, katolik dan apostolik. “Di mana pun Anda berada, hadirlah dan bangunlah Gereja, karena membangun Gereja pasti juga membangun keluargamu.”

Uskup Bogor Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM berbicara dalam homili Misa Paskah Bersama Keluarga Besar Katolik Flores di Gereja Santa Maria Kota Bukit Indah, Purwakarta, 10 April 2016. Dari sekitar 1500 umat Katolik yang menghadiri Misa itu, 750 adalah umat Flores yang tinggal di Keuskupan Bandung, Keuskupan Bogor, dan Keuskupan Agung Jakarta. Tema Misa itu adalah “Berbagi Sukacita.”

Selain meminta orang Flores yang merantau, serta anak-anaknya, untuk belajar menjadi orang Katolik bermutu, Mgr Paskalis minta agar mereka bangga menjadi orang Katolik  “Paus mengajak umatnya menjadi umat yang bersukacita, maka jangan sembunyi-sembunyi sebagai orang Flores, melainkan tampilkan hidupmu sebagai orang Flores Katolik bermutu,” kata uskup.

Uskup asal Manggarai  itu juga minta agar orang Flores mendidik anak-anak ‘generasi digital’ untuk tetap percaya kepada Tuhan, agar Gereja tetap bertumbuh dan berkembang kendati mendapat tantangan. Selain itu, tegas Mgr Paskalis, “Utuslah anak-anakmu menjadi pejabat-pejabat yang hebat. Jangan hanya menjadi pastor, tetapi menjadi pejabat publik yang bisa membawa pengaruh positif untuk masyarakat.”

Menanggapi anjuran apostolik pasca-Sinode, Amoris Laetitia, yang ditulis Paus Fransiskus dan dirilis 8 April 2016, Uskup Bogor memulai Misa dengan mengajak keluarga-keluarga untuk merayakan Paskah dengan bergembira dan berbagi sukacita. “Marilah dalam Misa ini kita bergembira dan bersukacita menyanyikan lagu-lagu dengan sukacita dan dengan gembira mendengarkan pewartaan Kitab Suci, kemudian berbagi sukacita ini dengan sesama, dimulai dalam keluarga masing-masing.”

Dalam Misa dengan lagu-lagu dan tarian Flores itu, serta kelompok koor dari orang Flores di Cikarang, Mgr Paskalis yang ditemani tiga imam konselebran dari Manggarai, Bajawa dan Larantuka, serta Kepala Paroki Santa Maria KBI Pastor Paulus Tri Perasetijo Pr dijemput dan diantar dengan Tari Ja’i dari Ngada. Dalam Misa itu, Mgr Paskalis juga memberkati patung-patung Jalan Salib di dalam gereja itu, yang merupakan sumbangan dari berbagai donatur, yang juga hadir dalam Misa itu.

Sambutan-sambutan serta pentas seni budaya Flores dan makan siang bersama berpuncak pada Pentas Tarian Caci dari Manggarai. Dengan bersenjatakan cambuk, Mgr Paskalis dan Pastor Tri Prasetijo turut memecut lawan yang dipersenjatai perisai.

Acara itu dilaksanakan oleh orang Flores yang kini menjadi umat Paroki Santa Maria KBI untuk berjumpa dengan sesama umat Katolik asal Flores yang merantau di tiga wilayah keuskupan itu dan untuk berbagi kasih menyelesaikan pembangunan dan pembayaran utang yang diakibatkan dengan pembangunan gereja itu.

“Kami sungguh ingin mengundang sesama umat Katolik asal Flores untuk merasakan sukacita kami di gereja baru ini, serta di gedung-gedung multi fungsi di bawahnya. Di saat yang sama kami ingin mengajak sesama umat Katolik asal Flores dan sesama umat Katolik lain untuk berbagi dengan menyelesaikan beban keuangan yang kami rasakan di paroki kami saat ini,” kata Ketua Panitia Hendrikus Kosmas Ganal. Dalam kegiatan itu Panitia mendapatkan sumbangan bersih sekitar Rp. 75.000.000,- dari berbagai kegiatan antara lain proposal, iklan, penjualan kaus, dan lelang lagu.

Tanggal 19 April 2015, sebelum menjadi paroki, Gereja itu telah merayakan Paskah Bersama Keluarga Katolik Sumatera Utara dari paroki itu dan paroki lainnya, dan kini giliran umat yang berasal dari suku Flores. “Tak bermaksud untuk memperkuat ‘sukuisme, namun tak terhindarkan bahwa kita berasal dan dibesarkan dalam keluarga dengan suku tertentu. Kemudian karena iman yang satu dan sama akan Kristus Sang Juru Selamat, maka kita dipersatukan sebagai satu kawanan domba bersama umat dari suku lain. Bukan hanya untuk menikmati kenyamanan dan sukacita di ‘dalam’ tetapi juga untuk berani pergi ‘keluar’,” jelas Pastor Tri Prasetijo.(paul c pati)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Personalisasi Berbasis AI Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif dalam Gates of Olympus Pragmatic PlayMahjong Ways PG Soft Memadukan Identitas Budaya Asia dengan Sistem Visual ModernSweet Bonanza CandyLand Membawa Tema Permen ke Format Live Casino yang InteraktifData Permainan Sweet Bonanza Lebih Berguna untuk Memahami Variasi daripada Menebak HasilPopularitas Sugar Rush Memperkuat Posisi Pragmatic Play dalam Pertumbuhan Industri Game DigitalMahjong Ways 2 Menunjukkan Daya Tarik Tema Asia dalam Persaingan Game MobileLive Blackjack Menjadi Bagian Penting dari Perluasan Permainan Meja Digital PlaytechBook of Tut Mempertahankan Pesona Mesir Kuno melalui Nuansa Petualangan ArkeologiGanesha Fortune Membawa Mitologi India ke Tengah Pertumbuhan Pasar Game AsiaAztec Gems Mengandalkan Format Ringkas untuk Menyesuaikan Kebiasaan Pengguna PonselPower of Thor Megaways Tampil Brutal, Pertarungan Mitologi Nordik Jadi Kekuatan Visual UtamanyaFishing God dan Ocean King Bawa Arena Laut ke Format Arcade yang Ramai dan KompetitifJungle Treasure Ajak Pemain Masuk Hutan Digital dengan Tantangan yang Terus BerkembangGates of Olympus Terlihat Penuh Kejutan, tetapi Probabilitas Menjelaskan Mengapa Setiap Spin Tetap AcakMahjong Ways Bukan Soal Membaca Pola, RNG dan Batas Anggaran Justru Lebih Penting DipahamiSweet Bonanza Punya RTP dan Volatilitas Berbeda, Ini Alasan Pengalaman Setiap Sesi Bisa BerubahFortune Rabbit Punya Ritme yang Menarik Diamati, tetapi Pengelolaan Sesi Tetap Lebih Penting daripada InstingStarlight Princess Bisa Terasa Cepat, Mengatur Durasi Sesi Membantu Pemain Tetap Mengendalikan KeputusanSugar Rush Punya Ritme Spin yang Dinamis, Manajemen Sesi Jadi Bagian yang Sering TerlewatMahjong Ways 2 Terasa Berubah dari Sesi ke Sesi, tetapi Ritme Bukan Penentu Hasil BerikutnyaGates of Olympus Memiliki Tempo Cepat, Pola Taruhan Tetap Perlu Dibatasi agar Risiko Tidak MembesarFortune Dragon Punya Tempo Spin yang Cepat, Pembagian Anggaran Membantu Menjaga Durasi BermainSweet Bonanza Sering Terlihat Berpola, tetapi Ritme Visual Belum Tentu Mencerminkan ProbabilitasStarlight Princess Makin Ramai Dianalisis, Ritme Game dan Manajemen Modal Jadi Dua Hal yang Perlu DipisahkanPemain Mahjong Ways Mulai Mengatur Tempo Sesi, Bukan Lagi Sekadar Mengejar Pola PutaranFortune Tiger Terlihat Berbeda di Setiap Sesi, Ritme Harian Tidak Otomatis Membentuk Pola MenangWays of the Qilin Makin Dikenal Global saat Tren Mobile Gaming Asia Terus MenguatLive Baccarat dan Dragon Tiger Terlihat Sederhana, tetapi Literasi Risiko Tetap Penting sebelum BermainManual atau Turbo Spin di Gates of Olympus, Mana yang Sebenarnya Berubah dalam Pengalaman BermainPaytable Starlight Princess Sering Diabaikan, Padahal Informasinya Lebih Berguna daripada Mengejar PolaEvolution Memperluas Portofolio melalui Crazy Time dan Lightning Baccarat yang Berbeda KarakterBig Bass Bonanza Bertahan Berkat Tema Sederhana di Tengah Pergeseran Selera PemainBaccarat Control Squeeze Mengembangkan Pengalaman Buka Kartu dalam Format Live ModernMega Ball Membawa Konsep Bingo ke Pengalaman Live Casino yang Lebih InteraktifWild Bounty Showdown Menghidupkan Tema Barat melalui Visual Duel Koboi DinamisBlackjack Terlihat Sederhana, tetapi Matematika Peluang Membuat Setiap Keputusan Punya Risiko BerbedaLive RTP Gates of Olympus Ramai Diamati, tetapi Tempo Spin Tidak Menentukan Hasil BerikutnyaMahjong Ways 2 Makin Sering Dianalisis lewat Statistik Durasi Sesi dan Batas PengeluaranLightning Roulette Bawa Nuansa Futuristis yang Membuat Game Meja Digital Terasa BerbedaBig Bass Bonanza Mulai Dikaitkan dengan Tren Sesi Santai saat Kebiasaan Pemain Ikut BerubahRitme Mahjong Wins 2 Ramai Dibahas Komunitas, tetapi Data Harian Tetap Perlu Dibaca Hati HatiStarlight Princess dan Gates of Olympus Tetap Mencuri Perhatian saat Tema Mitologi Menguat pada 2026RTP Fortune Tiger Kembali Jadi Sorotan, Angka Real Time Belum Tentu Menceritakan Seluruh PermainanStarlight Princess Mulai Dikaji lewat Data Sesi, tetapi Strategi Tetap Tidak Bisa Mengendalikan RandomnessSweet Bonanza Ramai Lagi, Klaim Pola Gacor Kini Mulai Dibandingkan dengan Data RTP dan ProbabilitasManual atau Turbo di Sugar Rush, Monitoring RTP Tidak Mengubah Peluang Dasar Setiap PutaranQRIS Makin Populer di Platform Digital, Kecepatan Transaksi Tetap Perlu Diimbangi Verifikasi KeamananStudi Perilaku Game Online Mengungkap Mengapa Ritme Sesi Bisa Memengaruhi Cara Pemain Mengambil KeputusanAnggaran Terbatas Justru Membuat Batas Durasi dan Pengeluaran Semakin Penting untuk DijagaBermain Terstruktur Bukan Soal Menang, tetapi Cara Menjaga Durasi Risiko dan Keputusan Tetap TerkendaliQRIS Mengubah Cara Transaksi Digital Berjalan, Platform Hiburan Ikut Menyesuaikan Sistem PembayaranRTP Naik Turun Bisa Mengubah Persepsi Pemain, tetapi Data Harian Belum Tentu Menunjukkan TrenRitme Permainan Terlihat Meyakinkan, Data Sesi Menjelaskan Mengapa Pola Belum Tentu BerulangPemain Berpengalaman Mulai Menekankan Kontrol Diri daripada Terus Mengejar Momentum PermainanPendekatan Terstruktur Membantu Mengelola Risiko Sesi tanpa Mengubah Ketidakpastian Hasil PermainanQueen of Bounty Memanfaatkan Tema Kerajaan Fantasi untuk Membangun Identitas VisualFootball Studio Menggabungkan Format Kartu Sederhana dengan Nuansa Siaran OlahragaBig Bass Bonanza Menghadirkan Tema Memancing Santai dalam Lanskap Game DigitalBuffalo King Mengandalkan Lanskap Alam Liar untuk Memperkuat Identitas Visual PermainanGreat Rhino Megaways Memadukan Tema Safari dengan Susunan Reel yang Terus Berubah
Exit mobile version