Home KEGEREJAAN Mgr Suwatan tahbiskan tujuh imam baru dari keluarga-keluarga sederhana

Mgr Suwatan tahbiskan tujuh imam baru dari keluarga-keluarga sederhana

0

Tahbisan imam di Manado5

Mgr Joseph Theodorus Suwatan MSC menahbiskan imam tujuh diakon, tiga praja dan empat MSC di Katedral Hati Tersuci Maria Manado, 9 April 2016, dengan mengatakan bahwa keluarga adalah tempat anak-anak bertumbuh dan berkembang dalam suasana cinta kasih, serta menyebutkan keluarga dari para calon tahbisan satu demi satu.

Ketujuh imam baru itu adalah Pastor Dismas Valens Salettia Pr, Pastor Made Juniarta Pr, Pastor Maxi Manewus Pr, Pastor Tabah Susanto MSC, Pastor Tabah Susanto MSC, Pastor Frangky Rengkung MSC, dan Pastor Agustinus Maming MSC. Para imam konselebran Misa itu sekitar 120 orang. Selain dari Keuskupan Manado, ada imam yang datang dari Jawa Tengah, Jakarta, Makassar, dan Tanjung Selor.

Menurut catatan di sebuah milis yang ditulis oleh Pastor Albertus Sujoko MSC dari Seminari Hati Kudus Pineleng, Sulawesi Utara, “Yang mengesan untuk saya adalah bahwa mereka semua adalah anak-anak dari keluarga sederhana. Seperti saya juga adalah anak dari petani sawah yang miskin.”

Dalam refleksinya, imam itu menulis bahwa sepertinya memang anak-anak dari keluarga sederhana dan keluarga miskin yang banyak terpanggil menjadi imam. “Kalau anak keluarga kaya jarang sekali terpanggil menjadi imam.”

Menurut imam itu, mungkin karena secara psikologis anak orang miskin memang punya daya tahan untuk menderita dan berkorban karena sudah biasa menderita, atau menjadi imam adalah sarana untuk mencari status dan mendapatkan kehidupan yang enak. “Tentu ada banyak teori bisa diberikan untuk menafsirkan gejala itu,” kata Pastor Sujoko seraya menguraikan asal usul ketujuh imam baru itu.

Pastor Dismas berasal dari Desa Mangaran di Sangihe Talaud. Ayahnya adalah sepupu dari Pastor Julius Salettia dan Benny Salettia. Jadi Dismas adalah pastor Salettia ketiga. “Keluarga itu telah mendidik anaknya sedemikian rupa, sehingga Dismas kecil merasakan pengalaman kasih sayang dan merasa terpanggil menjadi imam,” tulis Pastor Sujoko.

Pastor Made adalah orang Bali. Ia adalah anak transmigran dari Bali yang tinggal di Tolai, Sulawesi Tengah. Keluarganya biasa bekerja keras di sawah. Orangtuanya yang rajin bekerja di sawah dan sederhana itu datang ke Katedral Manado yang megah. Waktu latihan malam sebelumnya, kara seorang pastor, orangtua dari diakon Made melepas sendalnya sebelum masuk Katedral, dan mereka diminta untuk memakainya kembali.

“Sikap spontan orang sederhana yang sangat menghormati tempat suci yang mungkin mereka rasakan sebagai tempat yang megah dan bersih, sehingga harus melepas sendal. Kita perlu belajar memiliki kepekaan akan sakralitas semacam itu, yang muncul dari hati yang sederhana,” tulis imam itu.

Pastor Maxi berasal dari desa Maumbi, tidak jauh dari Manado. Ayahnya sudah meninggal sehingga ia didampingi oleh kakaknya, mantan frater MSC, dan ibunya.

Pastor Jacson berasal dari Desa Rumengkor. Dia adalah angkatan tahbisan tahun lalu yang tertunda tahun ini.

Pastor Tabah berasal dari stasi paling selatan dari Keuskupan Manado yaitu Stasi Sampean Tabah, di Beteleme, Paroki Poso. Kalau Mangaran asal Pastor Dismas adalah ujung utara, maka Sampean Tabah adalah ujung selatan dari Keuskupan Manado, berbatasan dengan Keuskupan Agung Makasar.  “Coba lihat … Tuhan memanggil mereka dari ujung utara dan ujung selatan batas-batas Gereja-Nya di Keuskupan Manado,” tulis imam itu.

Pastor Frangky berasal dari desa Kinilow, Paroki Kakaskasen, Tomohon. Pastor baru yang punya bakat intelektual sangat baik dan pandai menulis itu adalah anak dari keluarga yang sangat sederhana. “Bisa dilihat juga penampilan papa dan mamanya waktu mendampinginya di Katedral. Bapa dan ibu itu adalah orang-orang kampung yang sederhana dan tidak pandai, namun anak keturunannya kini menjadi imam dan memiliki bakat kepandaian yang baik.”

Pastor Agustinus berasal dari Pulau Muna di Sulawesi Tenggara. “Pulau Muna katanya adalah penghasil imam dan biarawan-biarawati. Gereja di Pulau Muna diawali oleh misionaris Jesuit dan MSC yang menanamkan benih iman Katolik di sana dan kini memanen panggilan imamat. Ada beberapa imam MSC berasal dari situ.”(pcp)

Foto-foto berasal dari berbagai sharing via facebook.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Personalisasi Berbasis AI Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif dalam Gates of Olympus Pragmatic PlayMahjong Ways PG Soft Memadukan Identitas Budaya Asia dengan Sistem Visual ModernSweet Bonanza CandyLand Membawa Tema Permen ke Format Live Casino yang InteraktifData Permainan Sweet Bonanza Lebih Berguna untuk Memahami Variasi daripada Menebak HasilPopularitas Sugar Rush Memperkuat Posisi Pragmatic Play dalam Pertumbuhan Industri Game DigitalMahjong Ways 2 Menunjukkan Daya Tarik Tema Asia dalam Persaingan Game MobileLive Blackjack Menjadi Bagian Penting dari Perluasan Permainan Meja Digital PlaytechBook of Tut Mempertahankan Pesona Mesir Kuno melalui Nuansa Petualangan ArkeologiGanesha Fortune Membawa Mitologi India ke Tengah Pertumbuhan Pasar Game AsiaAztec Gems Mengandalkan Format Ringkas untuk Menyesuaikan Kebiasaan Pengguna PonselPower of Thor Megaways Tampil Brutal, Pertarungan Mitologi Nordik Jadi Kekuatan Visual UtamanyaFishing God dan Ocean King Bawa Arena Laut ke Format Arcade yang Ramai dan KompetitifJungle Treasure Ajak Pemain Masuk Hutan Digital dengan Tantangan yang Terus BerkembangGates of Olympus Terlihat Penuh Kejutan, tetapi Probabilitas Menjelaskan Mengapa Setiap Spin Tetap AcakMahjong Ways Bukan Soal Membaca Pola, RNG dan Batas Anggaran Justru Lebih Penting DipahamiSweet Bonanza Punya RTP dan Volatilitas Berbeda, Ini Alasan Pengalaman Setiap Sesi Bisa BerubahFortune Rabbit Punya Ritme yang Menarik Diamati, tetapi Pengelolaan Sesi Tetap Lebih Penting daripada InstingStarlight Princess Bisa Terasa Cepat, Mengatur Durasi Sesi Membantu Pemain Tetap Mengendalikan KeputusanSugar Rush Punya Ritme Spin yang Dinamis, Manajemen Sesi Jadi Bagian yang Sering TerlewatMahjong Ways 2 Terasa Berubah dari Sesi ke Sesi, tetapi Ritme Bukan Penentu Hasil BerikutnyaGates of Olympus Memiliki Tempo Cepat, Pola Taruhan Tetap Perlu Dibatasi agar Risiko Tidak MembesarFortune Dragon Punya Tempo Spin yang Cepat, Pembagian Anggaran Membantu Menjaga Durasi BermainSweet Bonanza Sering Terlihat Berpola, tetapi Ritme Visual Belum Tentu Mencerminkan ProbabilitasStarlight Princess Makin Ramai Dianalisis, Ritme Game dan Manajemen Modal Jadi Dua Hal yang Perlu DipisahkanPemain Mahjong Ways Mulai Mengatur Tempo Sesi, Bukan Lagi Sekadar Mengejar Pola PutaranFortune Tiger Terlihat Berbeda di Setiap Sesi, Ritme Harian Tidak Otomatis Membentuk Pola MenangWays of the Qilin Makin Dikenal Global saat Tren Mobile Gaming Asia Terus MenguatLive Baccarat dan Dragon Tiger Terlihat Sederhana, tetapi Literasi Risiko Tetap Penting sebelum BermainManual atau Turbo Spin di Gates of Olympus, Mana yang Sebenarnya Berubah dalam Pengalaman BermainPaytable Starlight Princess Sering Diabaikan, Padahal Informasinya Lebih Berguna daripada Mengejar PolaEvolution Memperluas Portofolio melalui Crazy Time dan Lightning Baccarat yang Berbeda KarakterBig Bass Bonanza Bertahan Berkat Tema Sederhana di Tengah Pergeseran Selera PemainBaccarat Control Squeeze Mengembangkan Pengalaman Buka Kartu dalam Format Live ModernMega Ball Membawa Konsep Bingo ke Pengalaman Live Casino yang Lebih InteraktifWild Bounty Showdown Menghidupkan Tema Barat melalui Visual Duel Koboi DinamisBlackjack Terlihat Sederhana, tetapi Matematika Peluang Membuat Setiap Keputusan Punya Risiko BerbedaLive RTP Gates of Olympus Ramai Diamati, tetapi Tempo Spin Tidak Menentukan Hasil BerikutnyaMahjong Ways 2 Makin Sering Dianalisis lewat Statistik Durasi Sesi dan Batas PengeluaranLightning Roulette Bawa Nuansa Futuristis yang Membuat Game Meja Digital Terasa BerbedaBig Bass Bonanza Mulai Dikaitkan dengan Tren Sesi Santai saat Kebiasaan Pemain Ikut BerubahRitme Mahjong Wins 2 Ramai Dibahas Komunitas, tetapi Data Harian Tetap Perlu Dibaca Hati HatiStarlight Princess dan Gates of Olympus Tetap Mencuri Perhatian saat Tema Mitologi Menguat pada 2026RTP Fortune Tiger Kembali Jadi Sorotan, Angka Real Time Belum Tentu Menceritakan Seluruh PermainanStarlight Princess Mulai Dikaji lewat Data Sesi, tetapi Strategi Tetap Tidak Bisa Mengendalikan RandomnessSweet Bonanza Ramai Lagi, Klaim Pola Gacor Kini Mulai Dibandingkan dengan Data RTP dan ProbabilitasManual atau Turbo di Sugar Rush, Monitoring RTP Tidak Mengubah Peluang Dasar Setiap PutaranQRIS Makin Populer di Platform Digital, Kecepatan Transaksi Tetap Perlu Diimbangi Verifikasi KeamananStudi Perilaku Game Online Mengungkap Mengapa Ritme Sesi Bisa Memengaruhi Cara Pemain Mengambil KeputusanAnggaran Terbatas Justru Membuat Batas Durasi dan Pengeluaran Semakin Penting untuk DijagaBermain Terstruktur Bukan Soal Menang, tetapi Cara Menjaga Durasi Risiko dan Keputusan Tetap TerkendaliQRIS Mengubah Cara Transaksi Digital Berjalan, Platform Hiburan Ikut Menyesuaikan Sistem PembayaranRTP Naik Turun Bisa Mengubah Persepsi Pemain, tetapi Data Harian Belum Tentu Menunjukkan TrenRitme Permainan Terlihat Meyakinkan, Data Sesi Menjelaskan Mengapa Pola Belum Tentu BerulangPemain Berpengalaman Mulai Menekankan Kontrol Diri daripada Terus Mengejar Momentum PermainanPendekatan Terstruktur Membantu Mengelola Risiko Sesi tanpa Mengubah Ketidakpastian Hasil PermainanQueen of Bounty Memanfaatkan Tema Kerajaan Fantasi untuk Membangun Identitas VisualFootball Studio Menggabungkan Format Kartu Sederhana dengan Nuansa Siaran OlahragaBig Bass Bonanza Menghadirkan Tema Memancing Santai dalam Lanskap Game DigitalBuffalo King Mengandalkan Lanskap Alam Liar untuk Memperkuat Identitas Visual PermainanGreat Rhino Megaways Memadukan Tema Safari dengan Susunan Reel yang Terus Berubah
Exit mobile version