Home KEGEREJAAN Umat Katolik di Kalimantan diundang lakukan tindakan nyata perbaikan lingkungan

Umat Katolik di Kalimantan diundang lakukan tindakan nyata perbaikan lingkungan

0

Pope-balancing-globe-copy

“Hendaknya kita tidak hanya mencela masalah pemanasan global dan perusakan lingkungan hidup, namun kita diundang untuk melakukan tindakan nyata yang memperbaiki keadaan lingkungan hidup dan mengatasi masalah pemanasan global. Kita kembali menyadari bahwa manusia adalah bagian dari seluruh alam semesta sebagai rumah bersama.”

Seruan itu disampaikan para uskup Regio Kalimantan dalam Surat Prapaskah 2016. Mereka semua sepakat bahwa Masa Prapaskah adalah waktu sangat berharga yang sepantasnya diisi dengan kegiatan-kegiatan yang sesuai kehendak Allah, dan seruan itu merupakan sesuatu yang bisa dilakukan secara nyata, terjangkau dan terpantau dalam mengisi Masa Prapaskah 2016.

Para uskup yang menandatangani surat gembala itu adalah Uskup Agung Pontianak Mgr Agustinus Agus, Uskup  Sanggau Mgr Giulio Mencuccini CP, Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi, Uskup Agung Samarinda Mgr Yustinus Harjosusanto MSF, Uskup Palangkaraya Mgr AM Sutrisnaatmaka MSF, Uskup Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang, serta Administrator Apostolik Sintang dan Administrator Apostolik Tanjung Selor.

Hal lain yang menjadi “kewajiban-kewajiban rohani umat Katolik di seluruh Pulau Kalimantan,” menurut para uskup adalah “menciptakan lingkungan hidup lebih hijau, bersih, sehat dan bermasa depan dengan menanam sayur-sayuran, pohon buah dan tanaman keras, menghindari tindakan yang merusak atau merugikan keadaan lingkungan hidup, seperti sembarangan menebang pohon atau membakar lahan gambut untuk usaha-usaha berskala besar, serta membangun masa depan yang lebih manusiawi dengan membangun persaudaraan dengan seluruh alam semesta.”

Dijelaskan bahwa setiap makhluk ciptaan seharusnya dihargai sebagai saudara atau saudari, dan setiap makhluk ciptaan Tuhan berhak hidup dan berkembang biak seperti manusia sebagai citra Sang Pencipta.

Para uskup mengamati bahwa iklim selalu berubah, sehingga suhu dan gelombang panas meningkat 50 tahun terakhir. “Kenaikan suhu rata-rata di tanah air berkisar 0,3 derajat Celsius. Siklus hujan dan musim kering tidak menentu. Keadaan cuaca acapkali meleset dari ramalan. Angin badai dan puting beliung menimpa sejumlah daerah. Secara tak langsung, perubahan iklim mengubah seluruh lingkungan hidup.”

Akibat perubahan iklim itu, lanjut para uskup, harus ditanggung oleh semua manusia. “Pola hidup sehat kian mahal. Penggunaan kipas angin dan pengatur suhu tak terhindarkan. Bahkan tidak sedikit nyawa harus melayang menghadapi perubahan iklim yang semakin terasa dewasa ini,” tulis mereka.

Mereka sepakat, penyebab utama perusakan lingkungan adalah sikap dan kegiatan manusia, penerapan hukum positif, politik dan ekonomi. “Pandangan hidup yang rakus dan tak bertanggungjawab mendorong manusia mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan keselamatan lingkungan hidup.”

Para uskup juga menulis bagaimana Gereja Katolik menyikapi perubahan iklim dan perusakan lingkungan hidup mengeluarkan Ensiklik atau Surat Edaran Paus Fransiskus berjudul Laudato Si’ (Terpujiah Engkau). Ensiklik yang ditanggapi positif oleh Sekretaris Umum PBB itu, jelas para uskup, kembali menyoroti desakan moral untuk mengubah keadaan hidup manusia secara menyeluruh.

Melihat ensiklik yang merupakan undangan Gereja agar manusia memasuki dialog baru yang membangun masa depan dengan melakukan tindakan tobat menghadapi masa depan planet serta sejumlah tuntunan bagi perkembangan manusiawi, para uskup menulis, “Gereja tidak terdiam diri, karena Gereja bertanggung jawab atas ciptaan, melindungi bumi, air, udara sebagai anugerah Sang Pencipta dan menyelamatkan setiap umat manusia dari bahaya lingkungan hidup.”

Gereja Katolik di Indonesia, tulis para uskup, menunjukkan tanggung jawabnya di bidang lingkungan dan perubahan iklim, melalui Surat Gembala, gerakan JPIC (Justice, Peace, and Integration of Creation), kegiatan penyelamatan lingkungan hidup dari keuskupan hingga ke paroki, stasi, lembaga religius, sekolah, asrama dan keluarga.(pcp)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Personalisasi Berbasis AI Mulai Membentuk Pengalaman Interaktif dalam Gates of Olympus Pragmatic PlayMahjong Ways PG Soft Memadukan Identitas Budaya Asia dengan Sistem Visual ModernSweet Bonanza CandyLand Membawa Tema Permen ke Format Live Casino yang InteraktifData Permainan Sweet Bonanza Lebih Berguna untuk Memahami Variasi daripada Menebak HasilPopularitas Sugar Rush Memperkuat Posisi Pragmatic Play dalam Pertumbuhan Industri Game DigitalMahjong Ways 2 Menunjukkan Daya Tarik Tema Asia dalam Persaingan Game MobileLive Blackjack Menjadi Bagian Penting dari Perluasan Permainan Meja Digital PlaytechBook of Tut Mempertahankan Pesona Mesir Kuno melalui Nuansa Petualangan ArkeologiGanesha Fortune Membawa Mitologi India ke Tengah Pertumbuhan Pasar Game AsiaAztec Gems Mengandalkan Format Ringkas untuk Menyesuaikan Kebiasaan Pengguna PonselPower of Thor Megaways Tampil Brutal, Pertarungan Mitologi Nordik Jadi Kekuatan Visual UtamanyaFishing God dan Ocean King Bawa Arena Laut ke Format Arcade yang Ramai dan KompetitifJungle Treasure Ajak Pemain Masuk Hutan Digital dengan Tantangan yang Terus BerkembangGates of Olympus Terlihat Penuh Kejutan, tetapi Probabilitas Menjelaskan Mengapa Setiap Spin Tetap AcakMahjong Ways Bukan Soal Membaca Pola, RNG dan Batas Anggaran Justru Lebih Penting DipahamiSweet Bonanza Punya RTP dan Volatilitas Berbeda, Ini Alasan Pengalaman Setiap Sesi Bisa BerubahFortune Rabbit Punya Ritme yang Menarik Diamati, tetapi Pengelolaan Sesi Tetap Lebih Penting daripada InstingStarlight Princess Bisa Terasa Cepat, Mengatur Durasi Sesi Membantu Pemain Tetap Mengendalikan KeputusanSugar Rush Punya Ritme Spin yang Dinamis, Manajemen Sesi Jadi Bagian yang Sering TerlewatMahjong Ways 2 Terasa Berubah dari Sesi ke Sesi, tetapi Ritme Bukan Penentu Hasil BerikutnyaGates of Olympus Memiliki Tempo Cepat, Pola Taruhan Tetap Perlu Dibatasi agar Risiko Tidak MembesarFortune Dragon Punya Tempo Spin yang Cepat, Pembagian Anggaran Membantu Menjaga Durasi BermainSweet Bonanza Sering Terlihat Berpola, tetapi Ritme Visual Belum Tentu Mencerminkan ProbabilitasStarlight Princess Makin Ramai Dianalisis, Ritme Game dan Manajemen Modal Jadi Dua Hal yang Perlu DipisahkanPemain Mahjong Ways Mulai Mengatur Tempo Sesi, Bukan Lagi Sekadar Mengejar Pola PutaranFortune Tiger Terlihat Berbeda di Setiap Sesi, Ritme Harian Tidak Otomatis Membentuk Pola MenangWays of the Qilin Makin Dikenal Global saat Tren Mobile Gaming Asia Terus MenguatLive Baccarat dan Dragon Tiger Terlihat Sederhana, tetapi Literasi Risiko Tetap Penting sebelum BermainManual atau Turbo Spin di Gates of Olympus, Mana yang Sebenarnya Berubah dalam Pengalaman BermainPaytable Starlight Princess Sering Diabaikan, Padahal Informasinya Lebih Berguna daripada Mengejar PolaEvolution Memperluas Portofolio melalui Crazy Time dan Lightning Baccarat yang Berbeda KarakterBig Bass Bonanza Bertahan Berkat Tema Sederhana di Tengah Pergeseran Selera PemainBaccarat Control Squeeze Mengembangkan Pengalaman Buka Kartu dalam Format Live ModernMega Ball Membawa Konsep Bingo ke Pengalaman Live Casino yang Lebih InteraktifWild Bounty Showdown Menghidupkan Tema Barat melalui Visual Duel Koboi DinamisBlackjack Terlihat Sederhana, tetapi Matematika Peluang Membuat Setiap Keputusan Punya Risiko BerbedaLive RTP Gates of Olympus Ramai Diamati, tetapi Tempo Spin Tidak Menentukan Hasil BerikutnyaMahjong Ways 2 Makin Sering Dianalisis lewat Statistik Durasi Sesi dan Batas PengeluaranLightning Roulette Bawa Nuansa Futuristis yang Membuat Game Meja Digital Terasa BerbedaBig Bass Bonanza Mulai Dikaitkan dengan Tren Sesi Santai saat Kebiasaan Pemain Ikut BerubahRitme Mahjong Wins 2 Ramai Dibahas Komunitas, tetapi Data Harian Tetap Perlu Dibaca Hati HatiStarlight Princess dan Gates of Olympus Tetap Mencuri Perhatian saat Tema Mitologi Menguat pada 2026RTP Fortune Tiger Kembali Jadi Sorotan, Angka Real Time Belum Tentu Menceritakan Seluruh PermainanStarlight Princess Mulai Dikaji lewat Data Sesi, tetapi Strategi Tetap Tidak Bisa Mengendalikan RandomnessSweet Bonanza Ramai Lagi, Klaim Pola Gacor Kini Mulai Dibandingkan dengan Data RTP dan ProbabilitasManual atau Turbo di Sugar Rush, Monitoring RTP Tidak Mengubah Peluang Dasar Setiap PutaranQRIS Makin Populer di Platform Digital, Kecepatan Transaksi Tetap Perlu Diimbangi Verifikasi KeamananStudi Perilaku Game Online Mengungkap Mengapa Ritme Sesi Bisa Memengaruhi Cara Pemain Mengambil KeputusanAnggaran Terbatas Justru Membuat Batas Durasi dan Pengeluaran Semakin Penting untuk DijagaBermain Terstruktur Bukan Soal Menang, tetapi Cara Menjaga Durasi Risiko dan Keputusan Tetap TerkendaliQRIS Mengubah Cara Transaksi Digital Berjalan, Platform Hiburan Ikut Menyesuaikan Sistem PembayaranRTP Naik Turun Bisa Mengubah Persepsi Pemain, tetapi Data Harian Belum Tentu Menunjukkan TrenRitme Permainan Terlihat Meyakinkan, Data Sesi Menjelaskan Mengapa Pola Belum Tentu BerulangPemain Berpengalaman Mulai Menekankan Kontrol Diri daripada Terus Mengejar Momentum PermainanPendekatan Terstruktur Membantu Mengelola Risiko Sesi tanpa Mengubah Ketidakpastian Hasil PermainanQueen of Bounty Memanfaatkan Tema Kerajaan Fantasi untuk Membangun Identitas VisualFootball Studio Menggabungkan Format Kartu Sederhana dengan Nuansa Siaran OlahragaBig Bass Bonanza Menghadirkan Tema Memancing Santai dalam Lanskap Game DigitalBuffalo King Mengandalkan Lanskap Alam Liar untuk Memperkuat Identitas Visual PermainanGreat Rhino Megaways Memadukan Tema Safari dengan Susunan Reel yang Terus Berubah
Exit mobile version