VATIKAN, Pena Katolik – Dalam masa pelayanan-Nya yang singkat di dunia, Yesus Kristus tidak hanya mewartakan kasih, tetapi juga menunjukkan otoritas Ilahi-Nya melalui berbagai mukjizat. Salah satu tanda kebesaran yang paling mencolok dan berulang kali ditampilkan adalah kuasa-Nya dalam mengusir setan atau eksorsisme.
Bagi umat beriman, aksi eksorsisme Yesus adalah bukti otentik bahwa Ia adalah Kristus, Sang Putra Allah, yang datang untuk memulihkan martabat manusia.
Eksorsisme merupakan bagian tak terpisahkan dari misi penyelamatan Yesus. Injil Matius merekam bagaimana Yesus menjadikan pelayanan ini sebagai rutinitas yang membawa kesembuhan bagi banyak orang: “Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Ia mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.” (Matius 8:16)
Ayat ini menegaskan bahwa Yesus tidak membutuhkan ritual yang rumit; cukup dengan “sepatah kata”, kuasa kegelapan pun tunduk pada otoritas-Nya.
Empat Peristiwa
Aksi-aksi eksorsisme dalam Injil berfungsi sebagai pengingat bagi dunia bahwa roh-roh jahat tidak akan pernah sanggup bertahan di hadapan kehadiran Allah. Roh jahat, yang dalam sejarah keselamatan telah memberontak melawan Allah, selamanya akan tertolak oleh kebaikan Ilahi-Nya.
Narasi Alkitab merujuk pada empat episode besar di mana Yesus menunjukkan kuasa luar biasa ini: Pertama, saat penyucian di Sinagoga, Yesus membungkam roh jahat yang mengenali identitas-Nya sebagai “Yang Kudus dari Allah.” (Markus 1:21-28 dan Lukas 4:31-37.) Kedua, pembebasan di Tanah Gerasa ribuan roh jahat (Legion) dipaksa tunduk dan keluar dari raga manusia. (Markus 5:1-20, Matius 8:28-34, dan Lukas 8:26-39) Ketiga, penyembuhan anak yang dirasuki menunjukkan bahwa doa dan iman kepada Yesus mampu melepaskan belenggu yang paling kuat sekalipun. (Matius 17:14-21, Markus 9:14-29, dan Lukas 9:37-43.) Keempat, pengusiran yang menyebabkan bisu dan tuli membuktikan bahwa Yesus memulihkan komunikasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya. (Matius 9:32-34 dan Lukas 11:14-23)
Kisah-kisah luar biasa dari Injil ini tetap relevan bagi manusia modern saat ini. Fenomena eksorsisme dalam Kitab Suci memberikan jaminan bahwa jika seseorang merasa tertekan oleh kegelapan atau kejahatan, memohon perantaraan Yesus adalah jalan yang paling pasti untuk mengusir kegelapan tersebut.
Sebagaimana kegelapan sirna saat fajar tiba, demikian pula kuasa jahat akan selalu luruh di hadapan nama Yesus, Sang Terang Dunia.



