MERAUKE, Pena Katolik – Romo Cristofel Feddy Andries, MSC secara resmi berpamitan kepada umat Paroki Sang Penebus Kampung Baru, Merauke, Minggu, 1 Februari 2026. Dalam misa perpisahan yang penuh haru, beliau menyampaikan isi hatinya kepada seluruh dewan dan umat paroki, mengungkapkan bahwa kepergiannya terasa mendadak karena satu dan lain hal.
Romo Andries mengaku sangat mencintai umat Paroki Sang Penebus Kampung Baru yang telah ia layani selama delapan tahun.
“Rahmat berlimpah dalam diri saya sebagai tanda bahwa umat sangat dekat dengan imamnya,” tuturnya. Ia meminta umat agar tidak menitikkan air mata atas kepergiannya, meskipun ia harus meninggalkan umat yang sangat ia kasihi.
Dalam acara serah terima jabatan Pastor Paroki, Romo Andries mengundang 12 imam yang kini berkarya di Keuskupan Agung Merauke. Ia juga menyerahkan laporan lengkap mengenai harta benda paroki, jumlah umat, serta pembangunan pastoran yang sedang berjalan kepada Keuskupan dan kepada Romo Antonius Kaseger, MSC yang akan melanjutkan pelayanan. Termasuk dalam laporan tersebut adalah pembangunan pagar gereja, Goa Maria, dan tembok pagar YPPK TK Yolenta.
Romo Andries juga menyinggung peristiwa yang sempat viral di media, terkait insiden di Jl. Gemaripa. Ia membantah informasi yang menyebut dirinya dianiaya oleh sekelompok pemuda yang mengonsumsi minuman keras. “Lihat, tidak ada luka sama sekali di hadapan semua orang, termasuk anggota kepolisian,” katanya. Ia menjelaskan bahwa saat itu ia hanya melintas menuju Paroki Bunda Hati Kudus, Kuper, untuk pelayanan sakramen tobat di Stasi Kamangi, dan tidak terjadi apa pun padanya.
Menanggapi insiden tersebut, Romo Vikep Merauke Samson Waliwawan dan Vikjen Romo Hendrikus Kariwop, MSC meminta umat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan.
Mewakili umat, Thomas Kimku menyampaikan rasa terima kasih dan kesedihannya atas kepergian Romo Andries. “Kita bersama memulai pembangunan pastoran, tiba-tiba Romo Andries pamit tanpa pemberitahuan. Air mata kami berlinang,” ujarnya. Namun ia juga menyambut baik kehadiran Romo Anton Kaseger, MSC sebagai pengganti, dan menyebut bahwa penyegaran dalam pelayanan memang diperlukan. (Agapitus Batbual/Merauke)




