Kamis, Januari 29, 2026

Santo Raymond dari Peñafort: Biarawan Dominikan Penemu Selancar Angin dari Abad Pertengahan

MALLORCA, Pena Katolik – Di pantai berangin Mallorca, beredar sebuah kisah unik: “selancar angin” bukan ditemukan di California, melainkan oleh seorang Biarawan Dominikan abad ke-13. Sosok itu adalah Santo Raymond dari Peñafort. Ia adalah tokoh besar Hukum Kanonik dari abad pertengahan, yang hidupnya melahirkan legenda berani sekaligus aneh, “berselancar” mengarungi laut.

Menurut tradisi Catalan yang telah lama beredar, mukjizat itu terjadi pada tahun 1229. Saat itu St. Raymond berada di Mallorca dan ingin kembali ke Barcelona. Namun, Raja James I dari Aragon melarangnya naik kapal.

Alih-alih menentang langsung sang raja, St. Raymond pergi ke tepi pantai. Ia lalu membelah jubah Dominikan yang ia kenakan menjadi dua, satu bagian dibentangkan di atas laut, bagian lain diikatkan pada tongkatnya sebagai layar.

Dengan penuh iman, St. Raymond melangkah ke atas kain itu dan terbawa angin menyeberangi jarak 180 kilometer di Tengah lautan terbuka. Ia tiba di Barcelona hanya dalam hitungan jam.

Peristiwa ini mengukuhkan reputasi St. Raymond sebagai pembuat mukjizat, dan berabad-abad kemudian memberinya julukan jenaka di Mallorca dan Catalonia sebagai “peselancar angin pertama”. Hingga kini, patung dan karya seni kadang menggambarkan sang santo meluncur di atas ombak dengan layar terangkat, simbol penyelenggaraan ilahi yang melampaui keterbatasan manusia.

Pelindung ahli hukum, bukan peselancar

Namun meski ada legenda yang mengaitkannya pada selancar angin. Secara historis, warisan sejati Raymond terletak pada bidang hukum. Ia adalah salah satu ahli Hukum Kanonik terbesar pada zamannya. Ia menyusun sistem hukum Gereja, dan menjadi bapa pengakuan untuk Paus.

Gereja menghormatinya sebagai pelindung para pengacara dan ahli hukum kanonik. Ia malah bukan atlet atau pelaut. Kisah mukjizat di laut lebih tepat dipahami sebagai narasi kisah suci, yang menekankan iman dan kepercayaan pada Allah, bukan catatan sejarah olahraga.

Selancar angin yang sesungguhnya baru muncul pada abad ke-20, hasil kreativitas dan rekayasa manusia. Pada 1964, Newman Darby bereksperimen dengan papan layar tanpa kemudi di Pennsylvania. Terobosan besar datang pada 1968 ketika insinyur aeronautika asal California, Jim Drake dan Hoyle Schweitzer, menciptakan “universal joint” yang memungkinkan layar berputar bebas sehingga papan dapat dikendalikan tanpa kemudi. Desain mereka dipatenkan dengan nama “windsurfer” dan segera mendunia pada 1970-an.

Legenda, iman, dan senyuman

Jadi, apakah St. Raymond benar-benar menemukan “selancar angin”? Tidak, setidaknya secara historis ia tidak pernah menciptakan hal ini. Namun legenda ini tetap bermakna. Ia mencerminkan bagaimana tradisi Kristen menggunakan gambaran nyata untuk menegaskan kepercayaan pada pemeliharaan Allah, bahkan di tengah bahaya.

Seorang santo abad pertengahan, sebuah olahraga modern, dan pengingat bahwa tradisi iman sering kali bergerak, kadang secara harfiah di atas tiupan angin.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini