Sabtu, Januari 31, 2026

Ikatan Keluarga Mitak Merauke Resmi Dikukuhkan

MEREUKE, Pena Katolik – Sebanyak 200 anggota Ikatan Keluarga Mitak (IKM) Merauke menghadiri pengukuhan pengurus baru periode 2026–2030 yang berlangsung di Gereja Sta. Theresia, Buti, pada Jumat, 16 Januari 2026.

Pengukuhan dilakukan oleh Romo Simon Petrus Matruty, didampingi Pdt. Yustus Nabuasa dan Pdt. Lusia Yapno. Pengurus yang dikukuhkan terdiri dari Ketua Izak Laiyan, empat Wakil Ketua, serta empat bidang: acara dan kerohanian, humas dan perlengkapan, gizi dan konsumsi, serta budaya dan adat.

Dalam khotbahnya, Romo Simon mengajak para pengurus meneladani Yesus Kristus dalam memimpin dan mengayomi warga IKM, serta mencontoh Nabi Samuel yang dengan sukacita membawa umat Israel kepada keselamatan. Acara pengukuhan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Himpunan Keluarga Tanimbar (HKT) Merauke, pelantikan oleh Ketua HKT Matheus T. Fatruan, dan berkat penumpangan tangan oleh para rohaniwan.

Perayaan Ekaristi inkulturasi ini dihadiri pengurus dari 17 kampung di bawah HKT Kabupaten Merauke, dilanjutkan dengan ramah tamah. Ketua IKM Merauke, Izak Laiyan, menyampaikan bahwa acara ini didukung penuh oleh seluruh pengurus dan kepala keluarga IKM.

Ketua HKT Kabupaten Merauke, Theo Fatruan, menegaskan agar program kerja IKM selalu selaras dengan kebijakan HKT. Kepala BKD Kabupaten Merauke, Salfi Layan, mewakili Bupati, menekankan pentingnya kerja keras, kejujuran, dan ketulusan demi kesejahteraan anggota serta mencerdaskan putra-putri IKM agar mampu bersaing di era digital.

Sementara itu, Asisten III Sekda Provinsi Papua Selatan, Albert Rapami, mewakili Gubernur, mengimbau agar pengurus dan warga IKM menjaga kekompakan internal serta menjalin kerja sama harmonis dengan kepala kampung, HKT, dan pemerintah daerah.

IKM Merauke yang diketuai Izak Laiyan menaungi tujuh kampung: Kabyarat, Wowonda, Lauran, Bomaki, Ilngei, Ladalam, dan Sifnana, dengan anggota sekitar 40 kepala keluarga dan 200 orang.

Perayaan berlangsung meriah dengan tarian pengantar Tanimbar, koor gabungan dari tiga kampung (Lorulung, Awear-Rumngewur, dan Arui Raya), serta lagu persembahan dari koor Kampung Sofayanin. Kaum ibu Awear-Rumngewur juga menampilkan tarian persembahan. Acara ditutup dengan ramah tamah dan hiburan berupa badendang dan wayase khas etnis Tanimbar. (Agapitus Batbual/Merauke)

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini