Vatikan, Pena Katolik – Paus Leo XIV mengingatkan dunia akan bahaya komunikasi yang dangkal dan penyebaran berita palsu (fake news) di era digital. Pesan ini disampaikan dalam rangka peringatan 30 tahun program televisi publik Italia “Porta a Porta” yang ditayangkan di RAI 1, 24 Januari 2026.
Dalam pesannya kepada Bruno Vespa selaku pembawa acara, tim redaksi, dan para pemirsa, Paus menekankan bahwa media digital membawa banyak manfaat, namun juga menghadirkan risiko besar. Ia mengajak para jurnalis dan pelaku media untuk tidak terjebak dalam “godaan hal-hal sepele” atau berita palsu yang menimbulkan kebingungan antara kebenaran dan kebohongan.
Paus Leo XIV mengenang perjalanan tiga dekade program “Porta a Porta” yang telah melewati masa penuh peristiwa: perang dan perdamaian, krisis dan pemulihan, serta suka dan duka. Ia menegaskan bahwa televisi dan komunikasi telah berubah drastis, dengan hadirnya berbagai sarana baru untuk belajar, berinteraksi, dan memperoleh informasi. Namun, bersama dengan peluang itu, muncul pula ancaman baru.
Bahaya yang disebutkan Paus antara lain: pertukaran berita palsu dengan berita nyata, kebiasaan berpindah saluran secara kompulsif tanpa mendengarkan dengan sungguh, doom scrolling yang menggantikan membaca dengan niat, rasa ingin tahu yang dangkal alih-alih keinginan tulus untuk belajar, serta monolog yang menutup ruang bagi dialog sejati.
Menghadapi tren ini, Paus mendorong kesabaran dan perspektif jangka panjang sebagai syarat membangun relasi yang bertahan lama. Ia mengingatkan agar inovasi teknologi tidak menghilangkan “keunikan kemanusiaan kita.”
“Komunikasi menantang kita semua untuk tidak menyerah pada godaan hal-hal yang dangkal,” tegas Paus Leo XIV. Ia menutup pesannya dengan dorongan kepada para profesional televisi untuk senantiasa menghadirkan tayangan berkualitas, yang mampu memenuhi dahaga dunia akan keindahan dan kebenaran.



