JAKARTA, Pena Katolik – Sebanyak 61 anggota Persaudaraan Dominikan Awam Indonesia (PDAI) Chapter Santa Katarina Siena, Jakarta, mengikrarkan Kaul Profes di di Kapel Panti Asuhan Vincentius Putera pada Sabtu, 22 November 2025. Misa ini dipimpin Moderator PDAI, Romo Andreas Kurniawan OP.
Pada kesempatan ini, sebanyak 46 anggota mengikrarkan profes kekal, 10 orang profes tingkat dua, dan 5 orang profes tingkat satu. Sbelum pengikraran kaul ini, para profesan telah mempersiapkan diri melalui rekoleksi sesuai tingkat profes masing-masing.
Misa profess bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam dan menjadi momentum penting bagi para anggota PDAI untuk meneguhkan panggilan hidup awam Dominikan, menempatkan Kristus sebagai pusat hidup, serta menghayati semangat pelayanan dan kesetiaan iman dalam persekutuan Gereja.
Pada saat homili, Romo Andre menekankan bahwa Yesus adalah Raja seluruh alam, namun kerajaan-Nya tidak ditampakkan dengan kemegahan duniawi. Takhta Kristus adalah salib yang menjadi tanda kasih dan pengorbanan demi keselamatan jiwa-jiwa.
“Yesus menyingkapkan jati diri-Nya sebagai Raja yang menyelamatkan, bukan menyelamatkan diri sendiri, melainkan jiwa-jiwa. Hal ini juga menjadi tujuan Ordo Dominikan, yaitu untuk keselamatan jiwa-jiwa.”
Romo Andrea menyoroti dua suara yang terdengar di salib. Suara pertama adalah suara kesombongan yang mengejek dan menuntut mukjizat. Suara kedua adalah suara sang penyamun yang rendah hati, mengakui dosa dan memohon belas kasih dengan kata-kata sederhana. Dari suara yang rendah hati inilah Yesus menyingkapkan jati diri-Nya sebagai Raja yang menyelamatkan, bukan menyelamatkan diri sendiri, melainkan menyelamatkan manusia.
“Di salib terdengar dua suara: yang pertama suara kesombongan yang mengejek dan menuntut mukjizat. Suara kedua adalah sang penyamun yang rendah hati, mengakui dosa dan memohon belas kasih.”
Pesan ini terkait erat dengan tujuan Ordo Pewarta (Ordo Praedicatorum/OP), yaitu keselamatan jiwa-jiwa. Romo Andrea menegaskan bahwa kaul profes Dominikan Awam bukanlah simbol kehebatan, melainkan doa yang tulus. Doa yang memohon kepada Yesus untuk selalu dikuatkan.
“Yesus, ingatlah aku.”
Romo Andre menunjukkan teladan kekudusan pada sosok muda penuh semangat St. Pier Giorgio Frassati, yang menunjukkan pelayanan sederhana, perhatian kepada kaum miskin, dan kesetiaan dalam doa.
“Imam mendorong kita untuk bertekun dalam doa, terutama doa Rosario, serta dengan meneladan para kudus, menjadikan kita layak berada ‘di sebelah kanan’ Kristus,” ujar Romo Andre.
Para peserta profes mempersiapkan diri melalui rekoleksi di tingkat masing-masing sebelum hari pengikraran.
Misa profes PDAI Chapter Santa Katarina Siena, Jakarta, menjadi peristiwa iman yang meneguhkan panggilan awam Dominikan. Dengan jumlah peserta yang besar, acara ini menunjukkan semangat kesetiaan dan komitmen untuk hidup dalam doa, pelayanan, serta kesatuan dengan Kristus Raja Semesta Alam. (AES)




