Mewujudkan Sekolah Katolik Pertama di Finlandia

HELSINKI, Pena Katolik – Sebuah mimpi yang segera menjadi kenyataan tengah digagas oleh Uskup Helsinki, Mgr. Raimo Goyarrola, yakni pendirian sekolah Katolik pertama di Finlandia. Negara Nordik ini hampir kehilangan jejak Katolik sejak abad ke-16, ketika Lutheranisme menjadi agama resmi akibat Reformasi Protestan.

Dengan penuh keyakinan pada penyelenggaraan Ilahi, Mgr. Goyarrola berencana membuka sekolah tersebut pada Agustus 2026 di lantai dua sebuah gereja Lutheran yang didedikasikan bagi Santo Yakobus Rasul di Pulau Lauttasaari, hanya tiga mil dari ibu kota Helsinki. Ia berharap, jika kondisi keuangan memungkinkan, bangunan itu dapat dimiliki sepenuhnya dalam tiga tahun ke depan.

Sekolah ini akan memulai dengan jenjang kelas 1 hingga 3 dalam bentuk home schooling yang diakui negara. Karakter Katolik akan tercermin dalam pendekatan pendidikan, pembentukan holistik berbasis nilai Kristiani, serta perayaan hari-hari besar liturgi.

Meski terbuka bagi anak-anak dari berbagai keyakinan, tantangan utama adalah mengumpulkan cukup murid dari keluarga Katolik.

“Saya berdoa agar bisa memulai dengan 12 anak, seperti para rasul,” ungkap Goyarrola.

Tantangan Birokrasi

Uskup asal Spanyol ini mengakui prosesnya penuh tantangan. Sejak ditunjuk Paus Fransiskus memimpin Keuskupan Helsinki pada 2023, Mgr. Goyarrola menyusun daftar panjang kebutuhan umat Katolik di Finlandia. Salah satu prioritas utamanya adalah mendirikan sekolah Katolik.

“Saya bersemangat, meski ini seperti maraton, karena di Finlandia harus melalui banyak izin. Negara ini berjalan dengan birokrasi yang ketat. Saya mengubah kebutuhan menjadi mimpi, dan sedikit demi sedikit kami melangkah dengan iman. Saya percaya pada Tuhan, dan ini akan berjalan,” katanya dengan senyum.

Uskup yang juga anggota Opus Dei dan berlatar belakang pendidikan kedokteran ini menegaskan pentingnya keberanian dan semangat pionir.  Ia menyebutkan bahwa dua guru berpengalaman sudah siap, ruang kelas lengkap dengan meja dan kursi sudah tersedia.

“Sekarang kami hanya perlu menemukan anak-anak, dan saya berharap sekolah ini bisa dimulai Agustus nanti,” tambahnya.

Di Finlandia, terdapat sekitar 20.000 umat Katolik dari total populasi 5,5 juta jiwa. Meski minoritas, Gereja Katolik terus bertumbuh berkat kedatangan imigran, peningkatan baptisan anak-anak, serta bertambahnya orang dewasa yang berpindah dari denominasi Kristen lain.

Pendirian sekolah Katolik pertama ini menjadi simbol kebangkitan Gereja Katolik di Finlandia, sekaligus harapan baru bagi komunitas kecil yang terus bertumbuh di tengah dominasi tradisi Lutheran.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini