VATIKAN, Pena Katolik – Dalam tradisi Gereja Katolik, konsistori adalah pertemuan resmi para kardinal yang dipimpin langsung oleh Paus. Hukum Gereja 353 §1 menjelaskan bahwa para kardinal membantu Paus sebagai gembala tertinggi Gereja melalui tindakan kolegial dalam konsistori, yang diadakan atas perintah Paus. Konsistori terbagi menjadi dua jenis: biasa (ordinary) dan luar biasa (extraordinary).
Konsistori Biasa
Konsistori biasa diselenggarakan untuk membahas hal-hal penting yang sering terjadi atau untuk melaksanakan tindakan yang sangat khidmat. Contohnya: Pemungutan suara untuk kanonisasi (pengakuan resmi orang kudus) dan Pengangkatan kardinal baru.
Dalam konsistori biasa, semua kardinal dapat berpartisipasi, meski yang diharapkan hadir adalah mereka yang berada di Roma. Konsistori jenis ini dapat bersifat publik, sehingga Paus dapat mengizinkan kehadiran uskup, imam, maupun umat awam, misalnya keluarga dari kardinal baru yang diangkat.
Konsistori Luar Biasa
Berbeda dengan konsistori biasa, konsistori luar biasa diadakan secara tertutup. Pertemuan ini dilakukan ketika ada kebutuhan khusus Gereja atau persoalan yang lebih serius untuk dibahas. Dalam konsistori luar biasa, semua kardinal diwajibkan hadir, termasuk mereka yang berusia di atas 80 tahun—meskipun mereka tidak lagi memiliki hak suara dalam konklaf.
Konsistori yang berlangsung minggu ini adalah konsistori luar biasa, sehingga seluruh proses akan dilakukan secara tertutup dan tidak terbuka untuk publik.
Tidak ada aturan baku mengenai frekuensi konsistori, baik biasa maupun luar biasa. Sejarah mencatat. Santo Yohanes Paulus II mengadakan enam konsistori luar biasa selama 26 tahun masa pontifikatnya. Benediktus XVI tidak pernah mengadakan konsistori luar biasa, lebih memilih pertemuan informal dengan para kardinal sebelum konsistori biasa. Paus Fransiskus hanya mengadakan dua konsistori luar biasa dalam 12 tahun kepemimpinannya.
Konsistori adalah sarana penting dalam kehidupan Gereja Katolik, di mana Paus dan para kardinal bersama-sama membahas hal-hal mendasar bagi Gereja. Baik dalam bentuk biasa maupun luar biasa, konsistori mencerminkan semangat kolegialitas dan tanggung jawab bersama dalam menjaga iman serta kehidupan Gereja di seluruh dunia.




