Senin, Januari 26, 2026

Seorang Biarawati Menulis Buku Tentang Vampir Yang Membuat Beberapa Orang Mulai Rajin Ikut Misa Setelah Membacanya

NEW YORK, Pena Katolik – Suster Allison Regina Gliot, FSP, dari Kongregasi Putri-Putri St. Paulus/FSP menulis trilogi buku tentang vampir berjudul “In Aeternum”. Ia mengajak pembaca muda untuk merenungkan iman Katolik dalam balutan kisah thriller penuh petualangan. Setelah membaca bukunya, beberapa orang mengaku mulai rajin ikut Perayaan Ekaristi.

“Apakah ada orang yang tidak dapat diselamatkan?” Pertanyaan ini menjadi inti dari buku karya unik Sr. Allison. Buku pertama, “The Curse He Chose”, yang dirilis musim panas lalu, langsung mencuri perhatian kalangan remaja dan dewasa muda. Suster Allison bersiap meluncurkan sekuelnya, The Light They Left, pada 2 Januari 2026.

Kisah ini mengikuti perjalanan Elizabeth, seorang lulusan SMA, yang bertemu dengan Christopher—vampir terbuang yang perlahan mengembangkan hati nurani. Bersama, mereka berusaha bertahan dari ancaman vampir lain yang ingin memangsa mereka. Dalam perjalanan penuh bahaya itu, Elizabeth menemukan bahwa iman Katolik adalah perlindungan sejati melawan kegelapan.

Suster Allison menjelaskan, bahwa pendekatannya, ia memulai dengan kisah tentang vampir, kemudian alurnya ia bawa untuk membawa pembaca pada pengetahuan tentang nilai-nilai rohani. Selain itu, ia juga menggunakan pendekatan gaya bahasa remaja modern dalam penuturan narasi bukunya.

“Buku-buku vampir saya mengambil kisah vampir tradisional dan mencampurnya dengan gaya bercerita remaja modern. Pertanyaannya: Apa yang akan terjadi jika menjadi seorang Katolik yang taat dapat menyelamatkan hidup Anda dalam pertemuan dengan vampir yang lapar?”

Sr. Allison menegaskan, bahwa meski bergenre fantasi, seri ini tetap menghormati iman Katolik dan menghadirkannya sebagai kekuatan nyata dalam menghadapi kejahatan. Ia mengungkapkan bahwa ide menulis trilogi vampir ini datang saat masa Adven.

Selama proses kreatif ini, Sr. Allison merasa Yesus sendiri lah yang menginspirasinya. Ia merasa, Yesus seolah memberi tahu setiap kata yang harus ia tuliskan.

“Yesus benar-benar memberi tahu saya: ‘Ada kisah vampir ini.’ Saya sempat ragu, tetapi Dia jelas berkata: ‘Tuliskanlah…Percayalah kepada-Ku.’”

Doa tidak pernah ia tinggal kan selama proses ini. Ia bahkan mulai berdoa bagi para pembaca bahkan sebelum menulis satu kata pun. Doa itu terus berlanjut hingga kini, melibatkan seluruh komunitas suster Pauline.

Hampir enam bulan setelah buku pertama dirilis, dampaknya mulai terlihat. Beberapa pembaca mulai menghadiri adorasi Ekaristi. Bahkan, ada yang menjadi pelayan Ekaristi. Sejumlah wanita muda bahkan mempertimbangkan panggilan hidup membiara.

“Sungguh indah bahwa Dia mampu menggunakan cerita ini sebagai katalis untuk membawa orang-orang lebih dalam ke dalam hubungan dengan-Nya.”

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini