Minggu, November 30, 2025

Bacaan dan Renungan Sabtu, 6 Desember 2025, Hari biasa Pekan I Adven, Sabtu Iman (Ungu)

Bacaan dari Kitab Yesaya (30:19-21.23-26)   

“Pastilah Tuhan mengasihi kalian apabila kalian berseru-seru.”

Beginilah firman Tuhan, Yang Mahakudus Allah Israel, “Hai bangsa di Sion yang mendiami Yerusalem, kalian tidak akan terus menangis. Pastilah Tuhan akan mengasihani kalian, apabila kalian berseru-seru. Begitu mendengar teriakmu Ia akan menjawab.

Walaupun Tuhan memberi kalian roti dan air serba sedikit, namun Gurumu, tidak akan menyembunyikan diri lagi. Kalian akan terus melihat Dia dan entah kalian menyimpang ke kanan entah ke kiri, sabda-Nya ini akan kalian dengar dari belakangmu, “Inilah jalannya, ikutilah jalan ini!”

Pada waktu itu Tuhan akan mencurahkan hujan bagi benih yang baru kalian taburkan di ladang, dan dari hasil tanah itu kalian akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan merumput di padang rumput yang luas.

Sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak. Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.

Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik, dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu Tuhan membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas-bekas pukulan.

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

Mazmur 147:1-2.3-4.5-6)

Ref. Berbahagialah orang yang menanti-nantikan Tuhan.

1. Sungguh, bermazmur bagi Allah kita itu baik, bahkan indah, dan layaklah memuji-muji Dia. Tuhan membangun Yerusalem, Ia menghimpun orang-orang Israel yang tercerai berai.

2. Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati, dan membalut luka-luka mereka; Ia menentukan jumlah bintang-bintang, masing-masing dipanggil dengan menyebut nama-Nya.

3. Besarlah Tuhan kita dan berlimpahlah kekuatan-Nya, kebijaksanaan-Nya tidak terhingga. Tuhan menegakkan kembali orang-orang yang tertindas, tetapi orang-orang fasik direndahkan-Nya ke tanah.

Bait Pengantar Injil

Ref. Alleluya

Ayat. Inilah Raja kita, Tuhan semesta alam. Ia datang membebaskan umat-Nya.

Inilah Matius 9:35-10:1.6-8

“Melihat orang banyak itu, tergerak hati Yesus oleh belas kasihan.”

SEKALi peristiwa Yesus berkeliling ke semua kota dan desa. Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan mewartakan Injil Kerajaan Surga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak yang mengikuti-Nya, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.

Maka Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerjanya sedikit. Maka mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Lalu Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit serta segala kelemahan. Yesus mengutus mereka dan berpesan, “Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel!

Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kalian telah memperoleh dengan cuma-cuma, maka berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

***

ALLAH ITU MAHABAIK.

Bacaan-bacaan Suci hari ini menampilkan gambaran bahwa TUHAN ALLAH itu sungguh amat sangat baik kepada manusia.

Dalam Bacaan Pertama Nabi Yesaya melukiskan bahwa TUHAN telah menegaskan kepada bangsa Israel bahwa DIA mengasihi mereka. DIA akan menjawab doa mereka. DIA memperhatikan dan memenuhi kebutuhan mereka. DIA “membalut luka umat-NYA dan menyembuhkan bekas pukulan.” (Yes. 30: 26).

Gambaran TUHAN ALLAH yang Mahabaik itu tergenapi secara penuh dalam Diri TUHAN YESUS. DIA penuh belas kasih kepada orang banyak yang “lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala”. (Mat. 9: 36). Rasa belas kasih mendorong YESUS berkeliling ke semua kota dan desa sambil mewartakan Injil dan menyembuhkan segala penyakit dan kelemahan disertai berbagai mukjizat.

Dengan kata lain, TUHAN YESUS membagikan Kasih TUHAN kepada manusia. Membagi Kasih merupakan “Proyek besar” yang melibatkan banyak orang pilihan. Orang yang dipilih untuk “Proyek Kasih” adalah mereka yang mempunyai hati seperti YESUS sendiri, yakni yang “tergerak oleh belas kasih.” TUHAN telah memberikan kepada kita kemampuan untuk mengasihi; sayangnya, tidak banyak yang menyadari anugerah agung itu, sehingga “Proyek Kasih” TUHAN selalu kekurangan tenaga.

Keprihatinan akan kurangnya pekerja di kebun anggur TUHAN bukan hanya keprihatinan kita manusia, melainkan keprihatinan PUTERA ALLAH sendiri! “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya IA mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (ayat 37, 38).
Bagi YESUS, keprihatinan itu seharusnya mampu menjadi “jembatan emas” yang menghubungkan kita dengan TUHAN, karena yakin bahwa TUHAN sendirilah yang akan mengirim pekerja-NYA yang pantas dan layak untuk tuaian-NYA. Kita perlu rajin berdoa agar TUHAN membuka hati umat-NYA untuk menjadi Pekerja-NYA, yakni “Pembagi Kasih” dan “Penyebar Rakhmat.” Berdoalah senantiasa setiap hari dan terutama pada hari Sabtu Imam ini. Pastilah “TUHAN akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru- seru. Begitu mendengar teriakanmu, IA akan menjawab”. (bdk. Yes. 30: 19).

Kita juga harus membuka hati dan merelakan diri kita, ketika TUHAN yang meminta kita untuk menjadi pekerja-NYA. Biasanya buah pertama dari doa adalah “pendoa” itu sendiri. Janganlah kita mengelak panggilan TUHAN yang menghendaki kita menjadi pekerja-NYA.

Janganlah kita sendiri menggagalkan doa kita dengan menunjuk pada diri orang lain saja sebagai pekerja TUHAN, sedangkan kita sendiri hanyalah “penikmat Rakhmat,” dan bukan “pelaksana perutusan.”
Mau tunggu apa lagi? Ayo, mari bekerja di “Proyek Kasih”-NYA!

Dalam masa penantian atau Adven ini, marilah kita membuka hati terhadap TUHAN dan meningkatkan kesadaran kita bahwa TUHAN itu Mahabaik dan selalu menyertai kita, terutama dalam masa-masa sulit seperti pandemi saat ini. Mari kita makin meneguhkan keyakinan kita bahwa ALLAH adalah Mahabaik dan keadaan kita serta bumi tempat kita hidup ini juga baik adanya bila TUHAN menyertai kita! Tanpa DIA, yang ada adalah kegelapan, kesesatan, kesesakan dan kematian!

Ya TUHAN, jadikanlah hatiku, seperti Hati-MU, agar aku mampu menghadirkan Kasih dan Kebaikan-MU kepada sesamaku. Kirimkanlah kepadaku pekerja-pekerja untuk mewartakan Kasih dan membagikan Rakhmat-MU. Bukalah juga hatiku, agar siap sedia menjadi utusan-MU. Amin.

Selamat pagi. Selamat beraktivitas pada akhir pekan sesuai Prokes. AMDG. Berkat TUHAN.
PK/hr.

***

Santo Nikolas dari Myra, Uskup dan Pengaku Iman

Nikolas lahir di Parara, Asia Kecil dari sebuah keluarga yang kaya raya. Sejak masa mudanya ia sangat menyukai cara hidup bertapa dan melayani umat. Ia kemudian menjadi seorang imam yang sangat disukai umat. Harta warisan dari orangtuanya dimanfaatkan untuk pekerjaan-pekerjaan amal, terutama untuk menolong orang-orang miskin. Sebagai imam ia pernah berziarah ke Tanah Suci. Sekembalinya dari Yerusalem, ia dipilih menjadi Uskup kota Myra dan berkedudukan di Lycia, Asia Kecil (sekarang: Turki).

Santo Nikolas dikenal di mana-mana. Ia termasuk orang kudus yang paling populer, sehingga dijadikan pelindung banyak kota, propinsi, keuskupan dan gereja. Di kalangan Gereja Timur, ia dihormati sebagai pelindung para pelaut; sedangkan di Gereja Barat, ia dihormati sebagai pelindung anak-anak, dan pembantu para gadis miskin yang tidak mampu menyelenggarakan perkawinannya. Namun riwayat hidupnya tidak banyak diketahui, selain bahwa ia dipilih menjadi Uskup kota Myra pada abad keempat yang berkedudukan di Lycia.

Ia seorang uskup yang lugu, penuh semangat dan gigih membela orang-orang yang tertindas dan para fakir miskin. Pada masa penganiayaan dan penyebaran ajaran-ajaran sesat, ia menguatkan iman umatnya dan melindungi mereka dari pengaruh ajaran-ajaran sesat.

Ketenaran namanya sebagai uskup melahirkan berbagai cerita sanjungan. Sangat banyak cerita yang menarik dan mengharukan. Namun tidak begitu mudah untuk ditelusuri kebenarannya. Salah satu cerita yang terkenal ialah cerita tentang tiga orang gadis yang diselamatkannya: konon ada seorang bapa tak mampu menyelenggarakan perkawinan ketiga orang anak gadisnya.

Ia orang miskin. Karena itu ia berniat memasukkan ketiga putrinya itu ke tempat pelacuran. Hal ini didengar oleh Uskup Nikolas. Pada suatu malam secara diam-diam Uskup Nikolas melemparkan tiga bongkah emas ke dalam kamar bapa itu. Dengan demikian selamatlah tiga puteri itu dari lembah dosa. Mereka kemudian dapat menikah secara terhormat.

Cerita yang lain berkaitan dengan kelaparan hebat yang dialami umatnya. Sewaktu Asia Kecil dilanda paceklik yang hebat, Nikolas mondar-mandir ke daerah-daerah lain untuk minta bantuan bagi umatnya. Ia kembali dengan sebuah kapal yang sarat dengan muatan gandum dan buah-buahan. Namun, tanpa sepengetahuannya, beberapa iblis hitam bersembunyi dalam kantong-kantong gandum itu. Segera Nikolas membuat tanda salib atas kantong-kantong itu dan seketika itu juga setan-setan hitam itu berbalik menjadi pembantunya yang setia.

Nikolas adalah santo nasional Rusia. Cerita tentang tertolongnya ketiga puteri di atas melahirkan tradisi yang melukiskan Santo Nikolas sebagai penyayang anak-anak. Salah satu tradisi yang paling populer ialah tradisi pembagian hadiah kepada anak-anak pada waktu Pesta Natal oleh orangtuanya melalui ‘Sinterklas’.

Tradisi ini diperkenalkan kepada umat Kristen Amerika oleh orang-orang Belanda Protestan, yang menobatkan Santo Nikolas sebagai tukang sulap bernama Santa Claus. “Sinterklas”, yaitu hari pembagian hadiah kepada anak-anak yang dilakukan oleh seorang berpakaian uskup yang menguji pengetahuan agama anak-anak, tetapi ia membawa serta hamba hitam yang menghukum anak-anak nakal.

Santo Nikolas meninggal dunia di Myra dan dimakamkan di katedral kota itu. Relikuinya kemudian dicuri orang pada tahun 1807. Sekarang relikui itu disemayamkan di Bari, Italia.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini