Jumat, Januari 16, 2026

Paus Leo XIV Terbitkan Surat Apostolik In unitate fidei Jelang Perjalanan ke Türkiye

VATIKAN, Pena Katolik – Menjelang perjalanan apostoliknya ke Türkiye, Paus Leo XIV pada Hari Raya Kristus Raja menerbitkan Surat Apostolik berjudul In unitate fidei untuk memperingati 1700 tahun Konsili Nicea, 23 November 2025. Surat ini terdiri dari 12 poin utama dan bertujuan “mendorong seluruh Gereja untuk memperbarui semangat dalam pengakuan iman.”

Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi Ankara, Istanbul, dan İznik (kota kuno Nicea) dalam rangka peringatan Konsili Ekumenis pertama yang digelar tahun 325 M oleh Kaisar Konstantinus I. Konsili tersebut menegaskan keilahian Kristus dan merumuskan Syahadat Nicea, yang hingga kini diwartakan dalam setiap perayaan Ekaristi Minggu.

Dalam suratnya, Paus menekankan bahwa sejak awal Gereja, umat Kristen dipanggil untuk berjalan dalam harmoni, menjaga dan mewariskan iman dengan kasih dan sukacita. Ia mengutip Syahadat: “Aku percaya akan satu Tuhan Yesus Kristus, Putra Tunggal Allah… yang turun dari surga demi keselamatan kita.”

Paus menegaskan bahwa pengakuan iman ini adalah warisan bersama umat Kristen lintas zaman.

“Syahadat ini memberi kita harapan,” ujarnya, terutama di tengah dunia yang dilanda perang, kekerasan, bencana alam, ketidakadilan, dan penderitaan jutaan orang miskin.

Paus Leo XIV menekankan relevansi Konsili Nicea bagi masa kini karena nilai ekumenisnya. Ia mengingatkan bahwa tujuan utama Konsili Vatikan II adalah memperjuangkan kesatuan umat Kristen, dan Paus Yohanes Paulus II telah menegaskan hal ini dalam ensiklik Ut Unum Sint (1995).

Meski kesatuan penuh dengan Gereja Ortodoks dan komunitas Kristen pasca-Reformasi belum tercapai, Paus menilai dialog ekumenis yang berlandaskan satu baptisan dan Syahadat Nicea telah membawa umat untuk saling mengakui sebagai saudara dalam Kristus. “Apa yang mempersatukan kita jauh lebih besar daripada yang memisahkan,” tegasnya.

Paus menekankan bahwa Syahadat Nicea dapat menjadi titik acuan perjalanan menuju rekonsiliasi. Ia mengajak umat meninggalkan kontroversi teologis yang sudah kehilangan relevansi, dan mengembangkan pemahaman serta doa bersama kepada Roh Kudus agar semua umat dikumpulkan dalam satu iman dan kasih.

Ia menegaskan bahwa ekumenisme bukan sekadar kembali ke masa sebelum perpecahan atau menerima status quo, melainkan ekumenisme yang menatap masa depan dengan semangat dialog, berbagi karunia, dan warisan rohani. “Pemulihan kesatuan tidak membuat kita miskin, justru memperkaya kita,” kata Paus.

Surat Apostolik In unitate fidei ditutup dengan undangan Paus Leo XIV kepada seluruh umat Kristen untuk berdoa bersama, memohon agar Roh Kudus menyertai dan menuntun karya besar kesatuan Gereja.

Dengan surat ini, Paus Leo XIV menegaskan kembali panggilan Gereja universal: menjadi tanda perdamaian, sarana rekonsiliasi, dan saksi iman yang hidup di tengah dunia yang terpecah.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini