Home BERITA TERKINI Frans Seda, “Mutiara” yang Ditemukan Sukarno di Ende

Frans Seda, “Mutiara” yang Ditemukan Sukarno di Ende

0

MAUMERE, Pena Katolik – Soekarno dibuang atau diasingkan ke Ende, Flores, dari tanggal 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938. Pada masa inilah, Sukarno sering berkunjung ke perpustakaan Biara Serikat Sabda Allah (Societas Verbi Divini/SVD). Di perpustakaan ini, dalam diskusi dengan para imam SVD, dan dari permenungannya, Sokarno sampai pada sari-pati “dasar keindonesiaan” yang kini kita kenal sebagai Pancasila.

Namun, Pancasila bukan satu-satunya yang ditemukan Sukarno di Ende. Pada masa pembuangannya itu, Sukarno juga menemukan Frans Seda. Perjumpaan keduanya, kelak menentukan jalan hidup mereka, dan bahkan jalan sejarah Indonesia.

Sembilan Tahun

Frans Seda masih berusia Sembilan tahun saat pertama kali berjumpa dengan Sukarno. Saat dibuang ke Ende, Polisi Rahasia Belanda sekaligus menyebar isu tentang tokoh beraliran komunis-marxis yang tengah dibuang di Ende, yang tak lain adalah Sukarno. Isu itu disebar, terutama di kalangan katolik. Seperti diketahui, Gereja Katolik memiliki sejarah Panjang “anti-komunis”. Isu ini disebar, agar umat, imam, dan masyarakat di Ende membenci Sukarno.

Akibat isu itu, beberapa pimpinan sekolah menolak, saat Sukarno berniat mengunjungi sekolah. Sebuah sekolah yang akhirnya berkenan menerima Sukarno adalah Sekolah Rakyat (Schakelschool) Ndao, Ende, yang menerima kunjungan Soekarno dengan sambutan sederhana.

Saat itu, seorang murid berusia sembilan tahun, bertubuh kecil, ditugaskan menyampaikan pidato dalam bahasa Belanda. Anak kelas dua itu menyampaikan pidato dengan sempurna, dan dengan isi yang berbobot. Sontak, Soekarno yang berusia 30 tahun, terkesan dengan anak itu.

Anak itu adalah Frans Seda. Inilah menjadi titik penting perjumpaan keduanya. Kemudian diketahui, Frans Seda merupakan anggota keluarga kapiten di Maumere.

Koleses Muntilan

Frans Seda lulus Sekolah Rakyat pada tahun 1941. Saat itu usianya 15 tahun. Ingin tetap belajar, Frans Seda lalu merantau ke Jawa untuk melanjutkan pendidikannya. Ia bersekolah di Kolese Xaverius di Muntilan, Jawa Tengah. Di sekolah yang didirikan Romo J. Van Lith SJ ini, ia bergaul dengan siswa yang datang dari beberapa daerah di Indonesia. Nama-nama yang bersekolah di tempat ini di antaranya Mgr. Albertus Soegojapranata SJ juga Komodor Yos Sudarso.

Namun, masa pendidikan Frans Seda di Kolese Xaverius hanya bertahan selama setahun. Sekolah ini ditutup saat Jepang merebut Indonesia pada 11 Januari 1942. Dampaknya, pada masa penjajahan Jepang, sekolah ini ditutup.

Selanjutnya, Frans Seda sempat menumpang pada sebuah keluarga Katolik di Yogyakarta. Saat itu, ia sudah bergabung dengan Laskar Sunda Ketjil. Sambil melanjutkan sekolahnya, di sekolah yang kini menjadi SMP SMP BOPKRI Yogyakarta. Selanjutnya, ia juga menjalani Pendidikan di Hollandsche Burgerschool (HBS) Surabaya. Tak hanya di Indonesia, Fans Seda mendapat beasiswa untuk bersekolah dan meraih gelar sarjana ekonomi dari Katholieke Economische Hogeschool, Tilburg, Belanda pada 1956.

Kiprah Politik

Saat belajar di Tilburg ini, Frans Seda sudah memulai kiprahnya di dunia politik Indonesia. Ia mulai membuat jaringan, termasuk dengan aktor-aktor politik di Belanda.

Sebagai alumni Kolese Xaverius, Fans Seda berjumpa dengan pemuda-pemuda dari pelbagai wilayah Nusantara. Di sinilah, jaringan politik sudah terbangun secara alami dalam hidup Frans Seda.

Kolese Xaverius adalah asal kesadaran nasional kaum Katolik di Indonesia. Tahun 1923, alumni Kolese Xaverius telah mendirikan Pakempalan Politik Katolik Djawi. Organisasi inilah yang kelak menjadi cikal bakal Partai Katolik, di mana Frans Seda kelak sempat menjadi ketuanya.

Pada 1956, Frans Seda kembali ke Tanah Air. Tak butuh waktu lama sampai Frans Seda dapat tampil di “panggung terdepan” politik Indonesia. Ia bergabung dengan Partai Katolik. Saat I. J. Kasimo meletakkan jabatannya sebegai ketuka di partai itu, Frans Seda menggantikannya. Ia memimpin Partai Katolik antara 1961-1968.

Tahun 1961, Indonesai berjuang untuk merebut Kembali Irian Barat. Pulau kaya emas itu nyaris dikuasai Belanda. Saat itu, Jenderal Nasution berdiskusi dengan I. J. Kasimo, tentang bagaimana cara melobi Partai Katolik Belanda (KVP), agar mendorong pemerintah Belanda menyerahkan Irian Barat.

Dua orang lalu diberi tugas untuk ini, yaitu Pastor Oedejans dan Frans Seda. Pastor Oedejans ditugaskan menemui dua Pastor Fransiskan yang duduk di parlemen Belanda. Sementara Frans Seda, ia diutus berunding dengan pengurus KVP. Di sini, pengalaman dan jaringan yang dibangun Frans Seda di Belanda menjadi penentu.

Frans Seda berangkat ke Bonn, Jerman Barat. Dari sini, ia menelepon Menlu Belanda Luns, ia menanyakan, apakah ia bisa ke Belanda untuk bertemu. Saat itu, Frans Seda memperoleh kemudahan. Dari Bonn, ia naik kereta api ke Nijmegen lalu ke Den Haag. Frans Seda terbang ke Roma dan meminta dukungan Menteri Luar Negeri Vatikan.

Frans Seda, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Partai Katolik di Indonesia, membangun komunikasi dengan pengurus Partai Katolik di Belanda. Alhasil, langkah diplomasi itu berbuah manis. Pada Mei 1962, Frans mendengar bahwa Pemerintah Belanda menyetujui pembebasan Irian Barat. Akhirnya Irian Barat kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi pada 1 Mei 1963.

Pahlawan Keuangan

Tak berhenti di situ, momen reuni sekaligus bersejarah terjadi antara Frans Seda dan Sukarno. Presiden Pertama Republik Indonesia itu mendapuk Frans Seda menjadi Menteri Perkebunan pada 1964. Sejak itulah, Frans Seda tak berhenti menempati posisi di Kabinet, bahkan menjadi Menteri Keuangan pada 1966.

Frans Seda menjari “bendahara negara” ketika Indonesia berada pada titik terdalam ekonomi. Ketika itu, inflasi mencapai 650 persen. Ia bersama-sama dengan Radius Prawiro (Gubernur Bank Indonesia) bertanggung jawab membenahi masalah moneter. Ia menerapkan anggaran belanja sangat ketat, yang membatasi kredit. Frans Seda mengeluarkan Peraturan 3 Oktober 1966 yang menjadi dasar kebijakan ekonominya. Perlahan Indonesia kembali menjadi anggota Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Untuk melobi Negara-negara Eropa juga menjadi tugas Frans Seda. Penugasan ini diberikan oleh Presiden Suharto. Frans Seda diminta Soeharto untuk berkeliling mendatangi negara-negara kreditor di Eropa Barat. Tugasnya menjajaki penyelesaian utang lama, dan meminta kredit baru. Di sinilah, Frans Seda memiliki ide pembentukan Intergovernmental Group on Indonesia (IGGI) yang diketuai Belanda. Atas jasanya ini, Emil Salim menyebut Frans Seda sebagai “pahlawan keuangan Indonesia”.

Selama menjadi Menteri Keuangan, Frans Seda juga berhasil mengegolkan Undang-Undang (UU) Penanaman Modal Asing, UU Penanaman Modal Dalam Negeri, dan UU Pokok Perbankan, merombak etatisme dalam ekonomi dengan mengadakan deregulasi, debirokratisasi, dekonsentrasi, desentralisasi.

Frans berperan melobi negara-negara Eropa untuk memberikan bantuan. Upaya lainnya menerapkan kesatuan penganggaran pemerintah pada Kementerian Keuangan dan menggunakan model anggaran penerimaan dan belanja yang berimbang.

“Jasa Frans Seda sangat banyak, salah satunya menurunkan inflasi di saat krisis sangat tinggi pada 1965,” ujar sejarawan, Asvi Warman Adam.

Ketika menduduki jabatan pemerintahan, Frans Seda sangat tegas membedakan milik negara dan pribadi. Ia pernah menolak saat putrinya, Francisia Saveria Sika Seda, minta diantar menggunakan mobil dinas. Sika Seda akhirnya diantar pembantu.

“Keteladanan seperti ini jelas masih aktual dan relevan. Kita tahu, saat ini, banyak mobil dinas digunakan untuk kepentingan pribadi,” jelas Asvi.

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Susunan Simbol yang Terus Berubah dan Ada Mekanisme Menarik di Baliknya

Mengapa Mahjong Ways Menggunakan Simbol Bernuansa Tradisional dalam Tampilan Permainannya?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Satu Rangkaian Simbol Dapat Memicu Perubahan Berikutnya

Ada Perbedaan antara Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Sisi Desain

Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Mudah Dikenali meski Menggunakan Elemen Visual Sederhana

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menampilkan Informasi Multiplier tanpa Mengganggu Tampilan Utama?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Pemilihan Simbol dengan Tema Permainan yang Diusung

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Pentingnya Urutan Animasi dalam Menjelaskan Mekanisme Cascade

Mengapa Efek Perubahan Simbol dalam Mahjong Ways 2 Perlu Ditampilkan secara Bertahap?

Mahjong Ways Menggabungkan Ornamen Klasik dan Tampilan Digital dalam Satu Konsep Permainan

Game Mobile Kini Dirancang untuk Berbagai Ukuran Layar dan Ada Tantangan Desain di Baliknya

Mengapa Kenyamanan Mata Mulai Menjadi Pertimbangan dalam Pengembangan Game Digital?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Membuat Desain Game Smartphone Semakin Memperhatikan Detail Kecil

Game Digital dengan Tampilan Minimalis Bisa Tetap Menarik Berkat Pengaturan Elemen yang Tepat

Bagaimana Pengembang Menjaga Kelancaran Animasi Game pada Smartphone dengan Spesifikasi Berbeda?

Perkembangan Game Mobile Memperlihatkan Pentingnya Kontrol yang Mudah Dipahami Pengguna Baru

Mengapa Tata Letak Tombol dalam Game Smartphone Bisa Memengaruhi Kenyamanan Penggunaan?

Teknologi Game Digital Terus Berkembang tetapi Kejelasan Tampilan Tetap Menjadi Kebutuhan Utama

Game Mobile dan Perubahan Cara Pengembang Menghadirkan Pengalaman Interaktif di Layar Kecil

Bagaimana Pengujian Pengalaman Pengguna Membantu Memperbaiki Desain Game Digital Sebelum Dirilis?

Game Bertema Asia Memiliki Ragam Inspirasi Visual yang Tidak Hanya Berasal dari Simbol Tradisional

Mengapa Unsur Budaya dalam Game Digital Perlu Disajikan dengan Pemahaman yang Tepat?

Komunitas Game Mobile Bisa Membentuk Cara Baru dalam Mengenalkan Permainan kepada Pengguna Lain

Di Balik Sebuah Game yang Ramai Dibicarakan, Ada Peran Percakapan Digital yang Terus Berkembang

Kecerdasan Buatan Membantu Pengembang Game Memahami Masalah Teknis melalui Analisis Data

Bagaimana Tren Video Pendek Memengaruhi Cara Orang Mengenal Game Digital yang Belum Pernah Dicoba?

Perkembangan Game Digital Membuka Ruang bagi Kolaborasi antara Seniman dan Pengembang Teknologi

Mengapa Sebuah Game Bisa Memiliki Identitas Kuat tanpa Harus Mengikuti Semua Tren Visual?

Game Mobile Menjadi Bagian dari Perubahan Kebiasaan Masyarakat dalam Mengakses Hiburan Digital

Bagaimana Ulasan dan Diskusi Komunitas Membantu Pengguna Memahami Kelebihan serta Kekurangan Game?

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Animasi Berantai Dapat Membentuk Alur Permainan yang Khas

Mengapa Simbol Tradisional Masih Banyak Ditemukan dalam Desain Game Digital Masa Kini?

Perkembangan Game Mobile Mengubah Cara Pengembang Menyusun Tampilan untuk Layar Smartphone

Mahjong Ways Memiliki Pendekatan Visual yang Menghubungkan Tema Klasik dengan Hiburan Digital

Di Balik Efek Cahaya dalam Game Modern, Ada Teknik Desain yang Membantu Menonjolkan Informasi

Bagaimana Mekanisme Cascade dalam Mahjong Ways 2 Mengubah Susunan Simbol Selama Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memperlihatkan Perpaduan Menarik antara Ornamen dan Animasi Modern

Mengapa Sebagian Game Mobile Tetap Mudah Dikenali Meski Tampilan Permainan Terus Berkembang?

Mahjong Ways Menggunakan Warna Emas sebagai Bagian dari Identitas Visual yang Konsisten

Perubahan Cara Orang Menggunakan Smartphone Membawa Tantangan Baru bagi Desain Game Mobile

Mahjong Ways 2 Memadukan Efek Multiplier dengan Animasi yang Menjelaskan Perubahan Permainan

Bagaimana Desain Ikon dalam Game Digital Membantu Pengguna Mengenali Fungsi dan Informasi?

Game Mobile Modern Semakin Memperhatikan Keseimbangan antara Tampilan dan Kemudahan Navigasi

Mahjong Ways dan Pengaruh Motif Tradisional terhadap Pembentukan Karakter Visual Permainan

Mengapa Animasi yang Terlalu Ramai Bisa Mengganggu Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Komunitas Game Online Sering Membentuk Tren Baru melalui Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Mahjong Ways 2 Memiliki Elemen Audio Visual yang Mendukung Penyajian Mekanisme Permainan

Perkembangan Teknologi Grafis Membuka Ruang Baru bagi Kreativitas Pengembang Game Mobile

Bagaimana Tema Budaya dalam Game Digital Bisa Diperkenalkan tanpa Menghilangkan Ciri Aslinya?

Game Digital Tidak Selalu Membutuhkan Tampilan Rumit untuk Memberikan Pengalaman yang Berkesan

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami