VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV menegaskan bahwa kekudusan merupakan panggilan bagi semua orang, bukan pencapaian yang hanya dikhususkan bagi kelompok tertentu. Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Doa Angelus dalam rangka peringatan Hari Raya Semua Orang Kudus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, 1 November 2026.
“Hari Raya Semua Orang Kudus mengundang kita untuk berbagi sukacita bersama keluarga besar pria dan wanita yang telah menjadikan hidup mereka sebagai persembahan bagi Allah dan sesama,” ujar Sri Paus.
Dengan mengutip ensiklik Spe Salvi karya Paus Benediktus XVI, Paus Leo XIV menguraikan bahwa para kudus, melalui berbagai jalan hidup mereka, telah merindukan “samudra kasih yang tak terbatas.”
Ia menekankan bahwa Gereja tidak hanya merayakan para kudus yang telah dikanonisasi secara resmi, tetapi juga jutaan jiwa lainnya yang hanya diketahui oleh Allah. Menurutnya, kebaikan yang disebarkan para kudus melebihi perhitungan manusia dan mampu melampaui kesombongan serta kejahatan yang kerap tampak mendominasi dunia.
“Para kudus adalah tanda paling indah dan kuat dari Kerajaan Allah yang sedang datang — atau sebagaimana yang diajarkan Yesus, Kerajaan itu sejatinya sudah ada di antara kita,” tegasnya.
Paus Leo XIV mengingatkan bahwa para kudus berasal dari berbagai latar belakang, budaya, dan jalan hidup yang berbeda. Oleh karena itu, pesan utama dari peringatan ini membawa harapan besar bagi umat.
“Kekudusan bukanlah hak istimewa yang diperuntukkan bagi segelintir orang, melainkan panggilan universal bagi setiap kita di tempat kita berada. Allah melihat kebaikan yang tidak kita lihat, mengetahui kisah yang tidak kita ketahui, dan menyentuh hati yang tidak dapat kita jangkau,” tambahnya.
Mengakhiri renungannya, Sri Paus menyerahkan seluruh umat kepada Bunda Maria agar senantiasa didampingi dalam meniti jalan kekudusan dan tidak pernah lelah merawat perdamaian, baik dalam peristiwa besar maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Martir Georgia
Usai Doa Angelus, Paus Leo XIV secara khusus mengenang beatifikasi Pedro de Corpa beserta empat rekannya — para biarawan Fransiskan yang gugur sebagai martir (in odium fidei) di Savannah, Georgia, pada tahun 1597. Paus mengajak umat memohon doa syafaat para martir tersebut bagi seluruh misionaris di dunia.
Selain itu, Sri Paus memberikan perhatian pada beberapa isu global dan agenda Gereja. Ia mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam operasi kemanusiaan untuk warga sipil di Oleshky, serta berharap dialog tersebut membuka jalan menuju inisiatif perdamaian yang konkrit.
Paus juga menyambut hangat penyelenggaraan ajang Olimpiade pertama di benua Afrika ini sebagai simbol harapan baru dari dunia olahraga. Ia mengapresiasi inisiatif Ordo Friars Minor (OFM) yang menggelar Misi Bersama Kaum Miskin di Roma pada 8–15 November mendatang.
