PALEMBANG, PENA KATOLIK – Suasana kebersamaan dan semangat persaudaraan antarpendidik Katolik di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya kembali bergema. Paguyuban Guru dan Karyawan (PGK) Sekolah Katolik Kota Palembang merayakan perhelatan akbar dua tahunan, USKUP CUP XVI Tahun 2026. Kegiatan yang memadukan ajang olah tubuh, olah rasa, dan olah pikir ini dipusatkan di Kompleks Sekolah Xaverius Sekojo, Palembang, pada 15–17 Oktober 2026.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Yohanes Harun Yuwono. Turut hadir dalam pembukaan tersebut Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, Romo Yohanes Kristianto, pengurus Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Agung Palembang (MPK-KAPal), pimpinan pelbagai yayasan pendidikan Katolik (Yayasan Xaverius, St. Louis, Mardi Wiyata, Lembaga Myriam, dan Dharma Ibu), serta ratusan pendidik dan tenaga kependidikan dari Palembang, Prabumulih, hingga Banyuasin.
Mengusung tema utama “Satu Keluarga PGK, Seribu Inspirasi Juara” dan subtema “Kebersamaan yang Menghasilkan Prestasi Nyata”, USKUP CUP XVI dirancang lebih dari sekadar perhelatan olahraga. Ajang ini menjadi panggung solidaritas, ruang silaturahmi, sekaligus wahana pemupukan karakter bagi segenap komunitas pendidikan Katolik di Keuskupan Agung Palembang.
Dalam amanat pembukaannya, Mgr. Yohanes Harun Yuwono menggarisbawahi refleksi teologis di balik sebuah permainan dan olahraga.
“Permainan itu khas manusiawi… Kita mempunyai keyakinan bahwa ketika Tuhan menciptakan alam semesta, Ia menatanya sedemikian rupa sehingga apa yang semula kacau dan tidak teratur menjadi teratur,” ungkap Mgr. Harun Yuwono.
Beliau menambahkan, “Dimensi teologis dari permainan adalah adanya keteraturan dan ketertiban yang tidak boleh dilanggar. Dalam konteks ini, pihak lawan sejatinya adalah bagian tak terpisahkan dari diri kita sendiri.”
PGK Sekolah Katolik Kota Palembang sendiri merupakan wadah himpunan guru, karyawan, dan tenaga kependidikan se-Kota Palembang. Wadah ini aktif membangun sinergi antarayasan dan unit sekolah, memajukan profesionalisme para pendidik, serta menjaga keutamaan nilai-nilai Katolik dalam mendampingi generasi muda bangsa.
Meneladankan Sportivitas
Ketua Pelaksana USKUP CUP XVI, St. Andreas Widyohantoro, S.Pd., menjelaskan bahwa ajang dua tahunan ini dimotori oleh PGK Rayon Sungai Buah berdasarkan Surat Tugas PGK Pusat Nomor 002/PGK/E.1/2026. Menurutnya, mutu pendidikan Katolik tidak hanya bersandar pada kurikulum akademis atau kelengkapan sarana-prasarana, tetapi juga ditentukan oleh keharmonisan dan semangat kekeluargaan para gurunya.
“Guru dan tenaga kependidikan adalah ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan para murid. Melalui USKUP CUP XVI, kami ingin memberi kesaksian nyata kepada anak-anak didik bahwa nilai sportivitas jauh lebih utama ketimbang sekadar meraih kemenangan. Kerja sama tim adalah kunci keberhasilan, dan semangat persaudaraan senantiasa melampaui sekat-sekat kompetisi,” pukas Widyohantoro.
Rangkaian ajang ini diawali dengan Technical Meeting (TM) pada Jumat, 9 Oktober 2026, untuk mematangkan aturan teknis pertandingan. Puncak acara berlangsung selama tiga hari berturut-turut pada 15–17 Oktober 2026.
Sebanyak 300 peserta dari 13 Rayon PGK ambil bagian dalam perhelatan ini. Kontingen berasal dari pelbagai wilayah di Palembang seperti Sematang Borang, Seberang Ulu & Plaju, Kolonel Atmo, Lapangan Hatta, Maria, Kamboja, Talang Semut, Bangau, Indriasana, Sukabangun, dan Sungai Buah hingga utusan dari luar kota seperti Prabumulih dan Muara Padang.
Untuk menampung minat dan bakat para pendidik, panitia mengemas 6 cabang perlombaan yang variatif dan edukatif:
- Bola Voli (Putra & Putri): Menguji ketangkasan serta solidaritas tim di lapangan.
- Tenis Meja (Ganda Putra/Putri/Campuran): Melatih fokus, kecermatan, dan keselarasan pasangan pemain.
- Gaple / Domino (Berpasangan): Permainan meja tradisional yang akrab untuk mencairkan suasana dan memupuk keakraban.
- Senam Kreasi (Tim Rayon): Menggabungkan kebugaran fisik dan seni gerak diiringi lagu-lagu daerah dan populer (Tabola Bale, Ikan Naik di Pante, dan Senam Sajojo).
- Vocal Solo: Wadah olah rasa dan penjiwaan seni lewat lagu-lagu pop Indonesia yang bermakna mendalam.
- Ranking 1 (Kuis): Menguji wawasan kebangsaan, literasi, numerasi, kebijakan pendidikan, logika, hingga isu-isu aktual dunia pendidikan modern.
Kesaksian Iman dan Pelayanan Pendidikan
Sementara itu, Ketua PGK Kota Palembang, Leo Hidayat, menekankan pentingnya momentum ini sebagai kesaksian iman di tengah perubahan zaman dan era digital. Para pendidik dituntut tetap menjadi pribadi yang utuh sehat secara fisik, tangguh secara mental, serta kaya akan kehangatan rasa kebersamaan.
“Ketika para siswa melihat guru-guru mereka bersikap sportif, jujur, saling mendukung, dan sukacita bersama di luar kelas, hal itu akan menginspirasi mereka secara langsung. Inilah makna kebersamaan para pendidik yang melahirkan prestasi nyata bukan hanya di lapangan, melainkan dalam pembentukan karakter anak didik,” ujar Leo Hidayat.
Meski panitia menyediakan trofi dan uang pembinaan bagi para pemenang, nilai tertinggi yang diusung dalam ajang ini tetaplah terpeliharanya rasa kekeluargaan dalam bingkai kasih dan pelayanan pendidikan Katolik.
Rangkaian acara ditutup secara resmi pada Sabtu, 17 Oktober 2026, melalui upacara penutupan, pengumuman pemenang, penyerahan hadiah, dan sesi foto bersama seluruh kontingen. (Andreas Daris Awalistyo/Palembang)
