ROMA, Pena Katolik— Kardinal asal Filipina, Luis Antonio Tagle, resmi terpilih sebagai Dekan Dewan Kardinal yang baru. Ia menggantikan Kardinal asal Italia, Giovanni Battista Re, yang kini berusia 92 tahun dan mengundurkan diri setelah menyelesaikan dua masa jabatan.
Tugas utama seorang Dekan Dewan Kardinal adalah memanggil dan memimpin Konklaf (jika usianya masih di bawah 80 tahun). Kardinal Re sendiri merupakan figur yang sangat dikenal luas di Gereja Katolik berkat perannya dalam memimpin pemakaman mendiang Paus Fransiskus serta proses pemilihan Paus Leo.
Ketentuan Jabatan dan Profil Singkat
Jabatan Dekan Dewan Kardinal sebelumnya diemban seumur hidup. Namun, melalui aturan baru yang dikeluarkan Paus Fransiskus pada 2019, masa jabatan posisi ini dibatasi selama lima tahun dengan kemungkinan satu kali pemilihan ulang. Dekan dipilih secara eksklusif oleh para kardinal yang bergelar kardinal-uskup (cardinal-bishop). Perlu dicatat, seorang Dekan tidak memiliki otoritas pemerintahan hierarkis atas para kardinal rekan sejawatnya, melainkan bertindak sebagai koordinator aktivitas mereka.
Kardinal Giovanni Battista Re dikenal sebagai tokoh senior yang sangat aktif dan telah melayani di bawah kepemimpinan empat paus. Salah satu rekam jejak pentingnya adalah ketika ia menjabat sebagai Prefek Kongregasi untuk Para Uskup pada tahun 2000 hingga 2010.
Sementara itu, Kardinal Luis Antonio Tagle yang kini berusia 69 tahun merupakan figur yang sangat populer dan berpengaruh, baik di kawasan Asia maupun di tingkat global. Baru-baru ini, ia bahkan memimpin prosesi beatifikasi Uskup Fulton Sheen di Amerika Serikat.
Perubahan Gelar Gereja Tituler
Dengan pergantian kepemimpinan ini, Kardinal Re kini menyandang status sebagai “Dekan Emeritus” dan tetap memegang hak atas gereja tituler Sabina-Poggio Mirteto.
Di sisi lain, Kardinal Tagle akan mengambil alih gelar Gereja Ostia, sekaligus tetap memegang gelar Gereja Suburbikaria Albano, yang sebelumnya sempat dipegang oleh Paus Leo sebelum terpilih menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik.
Luis Antonio Gokim Tagle (lahir 21 Juni 1957), yang akrab disapa dengan panggilan “Chito”, adalah seorang prelatus Gereja Katolik asal Filipina yang menjabat sebagai Dekan Dewan Kardinal sejak 9 Oktober 2026. Di samping tugas utamanya tersebut, Kardinal Tagle juga menjabat sebagai Pro-Prefek Seksi Penginjilan Pertama dan Gereja-Gereja Partikular Baru di Dikasterium untuk Penginjilan sejak tahun 2022.
Sebelum menjabat dalam berbagai posisi penting di lingkungan Curia Roma, Tagle memiliki rekam jejak kepemimpinan pastoral yang panjang di tanah airnya. Ia pernah menggembalakan Umat di Keuskupan Imus sebagai Uskup dari tahun 2001 hingga 2011, sebelum akhirnya diangkat menjadi Uskup Agung Manila ke-32 pada periode 2011 hingga 2020. Menyusul terpilihnya Paus Leo XIV, Tagle dipercayakan mengemban tugas sebagai Kardinal-Uskup Albano. Ia juga memegang beberapa posisi strategis lain di tingkat internasional, seperti Presiden Federasi Alkitab Katolik, Kanselir Agung Universitas Pontifikal Urbaniana, serta Presiden Komisi Antardikasterium untuk Religius Terbaktikan.
Sering dijuluki sebagai “Fransiskus dari Asia”, Kardinal Tagle dipandang secara luas sebagai salah satu figur utama yang mewakili pemikiran progresif di dalam Gereja Katolik. Berkat karisma, kedalaman spiritual, serta pengaruhnya yang kuat di tingkat global, nama Kardinal Tagle kerap disebut-sebut sebagai salah satu calon kuat Paus (papabile), baik pada Konklaf 2013 maupun Konklaf 2025.
