Rabu, 7 Oktober 2026
Peringatan Santa Perawan Maria, Ratu Rosario
Lukas 2:41–51
“Karena mereka tidak menemukan Dia, kembalilah mereka ke Yerusalem sambil terus mencari Dia.”
Oktober adalah bulan Rosario. Pada bulan ini, banyak dari kita kembali membiasakan diri untuk berdoa Rosario—sendiri, bersama keluarga, atau dalam komunitas.
Rosario mengingatkan kita bahwa kita memiliki seorang Bunda yang selalu menantikan kita dan ingin berjalan bersama kita. Namun, mari kita jujur: terkadang berdoa Rosario terasa membosankan. Kita mengantuk, lupa sudah sampai di bagian mana, atau bertanya-tanya mengapa doa yang sama terus diulang.
Meski demikian, dalam kesederhanaan dan pengulangan itulah tersimpan keindahan Rosario. Doa ini senantiasa membawa kita kembali kepada Yesus melalui Maria.
Peringatan Bunda Maria, Ratu Rosario, berkaitan erat dengan Pertempuran Lepanto pada tahun 1571. Saat itu, Paus Pius V mengajak umat Kristiani berdoa Rosario bagi Gereja dan memohon kemenangan. Pasukan Kristiani akhirnya menang, dan kemenangan tersebut dikenang dalam kaitan erat dengan doa Rosario.
Bagi kita sekarang, Rosario tetap menjadi senjata rohani untuk menghadapi godaan, ketakutan, keputusasaan, dosa, dan berbagai pergumulan sehari-hari. Melalui Rosario, kita menyerahkan semua perjuangan itu ke dalam tangan Tuhan dan memohon agar Maria membimbing kita semakin dekat kepada Putranya.
Dalam Injil hari ini, Maria dan Yusuf menyadari bahwa Yesus tidak bersama mereka. Mereka pun kembali ke Yerusalem untuk mencari-Nya.
Peristiwa ini dapat menjadi gambaran kehadiran Maria dalam hidup kita. Ketika kita kehilangan arah atau menjauh dari Yesus, Maria tidak meninggalkan kita. Ia membantu kita menemukan jalan kembali kepada Putranya.
Maria adalah Bunda yang peduli. Ia berjalan bersama kita, menyertai kita dalam doa, dan senantiasa mengarahkan kita kepada Yesus.
Maka, ketika berdoa Rosario, ingatlah bahwa kita tidak berdoa sendirian. Maria berjalan bersama kita dan membantu kita menemukan jalan pulang kepada Yesus.
Apa pun pergumulan yang sedang kita hadapi hari ini, marilah menyerahkannya ke dalam tangan Tuhan dan percaya pada kasih keibuan Maria.
“Maria, Bunda Maria Ratu Rosario, berjalanlah bersama kami dalam setiap perjuangan hidup. Bantulah kami agar tidak kehilangan arah, dan tuntunlah kami selalu kembali kepada Putramu, Yesus. Amin.”
Rm. EL, OP
