VATIKAN, Pena Katolik – Penelitian astronomi modern menunjukkan bahwa Bumi mungkin jauh lebih istimewa dan langka daripada yang diyakini para ilmuwan selama ini. Christopher Graney, seorang peneliti dari Observatorium Vatikan, mengungkapkan bahwa alam semesta berisi beragam jenis planet, namun sangat sedikit yang benar-benar mirip dengan Bumi dan mampu menyokong kehidupan cerdas.
“Dari perspektif astronomi modern, Bumi bukanlah tempat yang biasa. Ini bukan berarti tidak ada planet seperti Bumi di tempat lain, tetapi alam semesta jelas tidak dipenuhi oleh dunia-dunia yang menyerupai Bumi,” ujar Graney.
Pandangan ini dituangkan Graney dalam buku terbarunya yang diterbitkan oleh Oxford University Press, A Universe of Earths: Our Planet and Other Worlds, Copernicus to NASA. Ia menjelaskan bahwa selama berabad-abad, terutama pada abad ke-19, banyak astronom berasumsi bahwa Bumi adalah planet yang biasa saja dan alam semesta dihuni oleh banyak dunia berpenghuni. Salah satu tokoh yang memegang keyakinan tersebut adalah Pastor Angelo Secchi SJ, ilmuwan pionir astrofisika abad ke-19 yang percaya bahwa bintang-bintang menyebarkan kehidupan kepada tak terhitung makhluk ciptaan.
Namun, pengamatan modern membantah teori tersebut. Penemuan-penemuan terkini menunjukkan bahwa Mars sama sekali tidak memiliki kehidupan—atau sangat sedikit hingga belum bisa ditemukan—dan sistem planet di luar tata surya kita terbukti sangat beragam serta berbeda jauh dari kondisi Bumi.
Ketika ditanya mengenai spekulasi bahwa Vatikan menyembunyikan bukti keberadaan makhluk luar angkasa (alien), Graney menepis anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa kenyataannya jauh lebih sederhana: jika pun ada kehidupan di luar sana, jaraknya sangat jauh sehingga mustahil untuk sampai ke Bumi. “Kenyataannya mungkin terasa lebih membosankan daripada rumor Vatikan menyembunyikan alien, tetapi memang begitulah adanya,” pungkas Graney.
