CAGAYAN, Pena katolik – Sebuah peristiwa langka dan penuh haru mewarnai perayaan 500 tahun Gereja Katolik di Filipina. Tiga bersaudara kandung—Jessie (30), Jestonie (29), dan Jerson Avenido (28)—resmi ditahbiskan menjadi imam Katolik secara bersamaan pada hari dan dalam tarekat yang sama.
Upacara tahbisan suci tersebut dipimpin langsung oleh Uskup Agung Cagayan de Oro, Mgr. José Cabantan. Dalam homilinya, Mgr. Cabantan mengaku bahwa momen ini merupakan pengalaman pertama sepanjang pelayanannya. “Tahbisan ini adalah karunia Tuhan yang luar biasa,” ungkap sang Uskup Agung.
Ketiga imam muda ini tumbuh dalam keluarga yang sangat sederhana. Ayah mereka, Gallardo Avenido, bekerja sebagai petani sekaligus penjaga keamanan, sementara sang ibu, Barbara Avenido, berprofesi sebagai pengasuh anak. Pasangan ini dibekali tujuh orang anak, yang terdiri dari enam putra dan satu putri.
Awalnya, ketiga bersaudara ini memiliki cita-cita yang jauh dari dunia imam. Jessie sempat bercita-cita menjadi polisi atau insinyur, Jestonie ingin menjadi guru, sedangkan Jerson berkeinginan menjadi seorang dokter. Namun, panggilan hati memunculkan jalan hidup yang berbeda. Tanpa paksaan dari pihak mana pun, ketiganya akhirnya memutuskan untuk melangkah ke jalan panggilan imam atas kemauan sendiri.
Momen bersejarah ini membawa kebahagiaan mendalam bagi kedua orang tua mereka.
“Memiliki seorang imam dalam keluarga saja sudah merupakan berkat yang besar, apalagi mendapatkan tiga orang imam sekaligus—ini adalah sebuah keistimewaan luar biasa bagi keluarga kami,” ujar orang tua Avenido bersaudara penuh rasa syukur.
