VATIKAN, Pena Katolik — Paus Leo XIV mengimbau para biarawati kontemplatif untuk tidak berkecil hati menghadapi penurunan jumlah panggilan (krisis vocations). Ia mendorong menjadikan ini sebagai dorongan untuk memperbaharui komitmen spiritual. Pesan tersebut disampaikan Bapa Suci dalam audiensi pribadi bersama delegasi Federasi Biarawati Klaris Kapusin Italia di Istana Apostolik, Vatikan, pada Senin 21 September 2026.
“Penurunan jumlah anggota komunitas dan ketakutan akan hilangnya otonomi yang menyertainya tidak boleh menggelisahkan atau merampas harapan kalian. Sebaliknya, hal itu harus mendorong pembaharuan cara hidup dan komitmen yang lebih besar dalam mendampingi mereka yang mengetuk pintu biara kalian,” Paus Leo XIV.
Bapa Suci juga mengingatkan bahwa panggilan membiara tidak lahir dari kampanye pemasaran, melainkan tumbuh dari “doa, keakraban dengan Injil, hening, penerimaan diri atas segala ketidaksempurnaan, serta rasa memiliki terhadap Gereja.” Di tengah zaman yang dipenuhi kebisingan dan ketergesa-gesaan, Paus mendorong para suster Klaris Kapusin—orim yang didirikan oleh Beata Maria Lorenza Longo pada tahun 1535—untuk terus mengutamakan pembinaan berkelanjutan (ongoing formation). Kehidupan terasing (cloistered life) dan kesunyian biara diharapkan dapat menjadi oase spiritual bagi masyarakat modern untuk berhenti sejenak, memilah, dan merefleksikan hidup.
