Home BERITA TERKINI Mengenang Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki yang Menewaskan Dua Per Tiga...

Mengenang Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki yang Menewaskan Dua Per Tiga Umat Katolik di Jepang

0

NAGASAKI, Pena Katolik – 6 Agustus 2025 menandai peringatan 80 tahun bom atom kedua yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat di Jepang. Kota Nagasaki menjadi sasaran kedua setelah Hiroshima. Kota ini kaya akan sejarah martir Kristiani dari abad ke-16 dan ke-17. Pada hari “Fat Man itu, 9 Agustus 1945, umat Katolik di kota ini harus kehilangan dua pertiga anggotanya .

Setelah hancurnya Hiroshima pada 6 Agustus 1945, militer AS di bawah panglima tertinggi Presiden Harry Truman mengarahkan pandangannya ke Kota Kokura. AS ingin memaksa Jepang untuk menyerah. Namun, cuaca buruk menyebabkan sasaran serangan diubah ke Nagasaki.

Tahun 1945, Nagasaki berpenduduk sekitar 240.000 jiwa. Salah perhitungan oleh Amerika menyebabkan bom itu tidak jatuh di pusat kota. Tetapi meski begitu, dampak bom itu tetap dahsyat dan langsung menewaskan sekitar 75.000 orang. Pada hari-hari berikutnya, jumlah yang sama meninggal karena cedera dan penyakit akibat radiasi.

Reruntuhan Katedral Urakami setelah pengebpman oleh tentara Amerika Serikat. IST

Pusat Kekatolikkan

Sejarah kekatolikan di Nagasaki ada dalam Manual of the History of Catholic Missions karya Giuseppe Schmidlin, tiga jilid yang diterbitkan di Milan pada tahun 1929. Kekatolikan di Nagasaki, dimulai pada abad ke-16. Pada tanggal 5 Februari 1597, 36 martir telah menyerahkan hidup mereka bagi Kristus (enam misionaris Fransiskan, tiga Jesuit Jepang, dan 26 orang awam), dikanonisasi oleh Pius IX pada tahun 1862.

Akan tetapi, ketika penganiayaan kembali terjadi pada tahun 1637, sebanyak 35.000 orang Kristen terbunuh. Kisah selanjutnya, komunitas Katolik bisa dikatakan hidup di katakombe, terpisah dari komunitas Katolik lainnya dan tanpa imam. Namun umat Katolik di kota ini tetapi tidak punah.

Maka, pada tahun 1865 Pastor Bernard Petitjean MEP menemukan “Gereja rahasia” ini. Awalnya, ia masuk ke Nagasaki dan diterima dengan kecurigaan. Setelah beberapa orang Katolik memastikan bahwa ia hidup selibat, dan bahwa ia berbakti kepada Maria, juga menaati Paus Roma, ia diterima sebagai misionaris. Selanjutnya, kehidupan sakramental dapat dilanjutkan secara teratur.

Hampir 20 tahun kemudian, pada tahun 1889, kebebasan beragama sepenuhnya diproklamasikan di Jepang, dan semuanya berkembang pesat.

Pada tanggal 15 Juni 1891, Keuskupan Nagasaki didirikan secara kanonik. Mgr. Januarius Hayasaka ditahbiskan oleh Pius IX menjadi Uskup Nagasaki. Ia merupakan uskup berkebangsaan Jepang pertama.

Pada saat itu, tahun 1929, ada 94.096 umat Katolik di Jepang. Dari jumlah itu, sekitar 63.698 berasal dari Nagasaki. Artinya, 16 tahun sebelum bom atom (yang menelan banyak korban jiwa), sedikit lebih dari 63.000 umat beriman tinggal di Nagasaki.

Kehancuran di Nagasaki setelah terkena bom atom dari tentara Amerika Serikat. CNA

Selamat dari Bencana

Tiga hari sebelumnya, dalam pengeboman di Hiroshima, empat imam Jesuit berada di dekat hiposentrum serangan. Mukjizat terjadi, mereka selamat dari bencana tersebut, dan radiasi yang menewaskan ribuan orang pada bulan-bulan berikutnya tidak berpengaruh pada mereka.

Pastor Hugo Lassalle SJ, Pastor Hubert SchifferSJ, Pastor Wilhelm KleinsorgeSJ, dan Pastor Hubert Cieslik SJ berada di Pastoran Gereja St. Maria Assumpta. Pastoran ini salah satu dari sedikit bangunan yang tahan terhadap ledakan bom.

Pastor Cieslik menulis dalam buku hariannya, mereka hanya mengalami luka ringan akibat jendela yang pecah. Para dokter yang merawat mereka kemudian memperingatkan tentang potensi radiasi yang mungkin akan mereka alami. Radiasi akan menyebabkan luka serius, serta penyakit dan kematian dini.

Diagnosis ini tidak pernah terwujud. Tidak ada kelainan yang pernah dialami para imam itu. Pada tahun 1976, Pastor Schiffer menghadiri Kongres Ekaristi di Philadelphia dan menceritakan kisahnya. Ia menegaskan, para Jesuit lainnya masih hidup dan tanpa penyakit apa pun.

Mereka diperiksa oleh puluhan dokter. Mereka melalui sekitar 200 kali pemeriksaan selama tahun-tahun berikutnya. Namun tidak ada jejak radiasi yang ditemukan di tubuh mereka.

Keempat biarawan itu tidak pernah ragu, mereka telah diberkati dengan perlindungan oleh Tuhan dan Perawan Maria yang Terberkati.

“Kami menghayati pesan Fatima dan kami berdoa Rosario setiap hari,” jelas mereka.

Reruntuhan Katedral Urakami setelah pengeboman oleh tentara Amerika Serikat. IST

Cukup Sekali, Jangan Lagi

Tujuh puluh tahun yang lalu, satu-satunya penggunaan senjata nuklir di masa perang terjadi pada serangan 6 Agustus di Hiroshima dan serangan 9 Agustus di Nagasaki oleh Amerika Serikat.

Serangan tersebut memakan korban yang sangat besar bagi seluruh penduduk Jepang, tetapi Nagasaki merupakan pusat bersejarah Katolik sejak misionaris Eropa, seperti St. Fransiskus Xaverius tiba pada abad ke-16. Setelah para penguasa Jepang menutup negara itu, sebagian karena ketakutan akan dominasi asing, umat Katolik Jepang bertahan hidup dari penganiayaan selama berabad-abad sebelum kebebasan beragama mereka kembali terjamin pada abad ke-19.

Pastor Peter Milward, S.J, imam Serikat Yesus kelahiran Inggris dan seorang dosen sastra Inggris di Universitas Sophia di Tokyo, mengatakan kepada CNA, bahwa serangan bom atom di Nagasaki menewaskan 10 persen umat Katolik di Jepang di saat bersamaan.

Banyak orang Amerika menganggap serangan atom tersebut telah mengakhiri Perang Dunia II yang dimulai bagi Amerika Serikat dengan serangan Jepang tahun 1941 di Pearl Harbor. Analisis dokumen sejarah menunjukkan bahwa para pemimpin Jepang tidak memberikan tanggapan khusus terhadap serangan atom. Banyak pemimpin militer dan politik AS setelah perang juga mengatakan serangan atom tidak mempercepat berakhirnya perang.

Masuknya Uni Soviet ke dalam perang melawan Jepang pada 9 Agustus 1945 justru lebih masuk akal mendorong Jepang menyerah. Fakta ini memudar dari pandangan selama Perang Dingin, ketika hubungan AS-Soviet menegang.

Pada bulan Agustus 1945, surat kabar Vatikan, L’Osservatore Romano, menyebut serangan Hiroshima sebagai “kesimpulan yang membawa bencana,… bagi kejutan apokaliptik perang”. Penemuan senjata itu menimbulkan “bayangan yang menyeramkan” pada masa depan umat manusia.

“Gereja Katolik adalah salah satu, dari sedikit suara pada saat itu, yang mengkritik pengeboman atom,” lanjut Love.

Paus dan Vatikan mengecam pengeboman tersebut, begitu pula para uskup Amerika Serikat.

“Mereka memiliki wawasan sejak awal bahwa senjata-senjata ini dan daya rusaknya merupakan pelanggaran terhadap ajaran dan warisan Gereja kita.”

Ajaran ini berlanjut hingga hari ini dalam diri Paus Fransiskus, yang kata-katanya menentang senjata nuklir termasuk pesannya pada tanggal 7 Desember 2014 dalam pertemuan internasional tentang senjata tersebut.

“Pencegahan nuklir dan ancaman kehancuran yang saling terjamin,” katanya, “tidak dapat menjadi dasar bagi etika persaudaraan dan hidup berdampingan secara damai di antara masyarakat dan negara.”

Penggunaan senjata nuklir melanggar etika perang yang adil. Tradisi perang yang adil, yang berakar pada pemikiran Katolik dan telah banyak diabadikan dalam sebagian besar hukum internasional. Namun, perang adil ini hanya mengakui moralitas perang defensif.

Tradisi ini juga mengatur strategi dan taktik dalam perang, melarang kekerasan terhadap warga sipil dan non-kombatan, jelasnya.

Persenjataan nuklir masih menimbulkan “risiko yang sangat besar,” dan tidak hanya dalam perang nuklir. Banyak orang telah terluka dalam pembuatan senjata nuklir dan oleh uji coba atom. Ada risiko ledakan yang tidak disengaja atau pencurian oleh teroris, dengan 100 pencurian bahan nuklir setiap tahun. (AES)

Tidak ada komentar

Exit mobile version

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pola Interaksi Visual yang Menarik untuk Dipahami dari Sisi Desain

Mengapa Game Digital dengan Tema Klasik Masih Bisa Menarik Perhatian Generasi Pengguna Baru?

Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Tradisional Dapat Beradaptasi dengan Teknologi Hiburan

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Detail Pengalaman Bermain

Bagaimana Penggunaan Animasi dalam Game Digital Membantu Menyampaikan Informasi kepada Pengguna?

Mahjong Ways 2 Memiliki Mekanisme Pergantian Simbol yang Membentuk Alur Permainan Berbeda

Game Bertema Asia Memiliki Karakter Visual yang Berkembang Bersama Teknologi Digital Modern

Mengapa Tampilan Game Mobile yang Teratur Dapat Membantu Pengguna Mengenali Berbagai Fitur?

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Desain yang Menghubungkan Nuansa Klasik dan Visual Modern

Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Menampilkan Efek dan Detail Visual

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Penyajian Fitur yang Menarik Dilihat dari Sudut Pandang Desain Informasi

Mengapa Pengalaman Pertama Saat Membuka Game Mobile Bisa Memengaruhi Kesan Pengguna?

Mahjong Ways dan Penggunaan Tema Mahjong dalam Membentuk Karakter Hiburan Digital Modern

Game Digital Semakin Memperhatikan Detail Kecil yang Sering Luput dari Perhatian Pengguna

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menentukan Informasi yang Perlu Ditampilkan di Layar Utama?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Mekanisme Permainan dan Respons Visual di Layar

Perkembangan Game Smartphone Membuat Desain Antarmuka Perlu Menyesuaikan Berbagai Cara Penggunaan

Mengapa Konsistensi Tampilan Menjadi Salah Satu Faktor Penting dalam Pengalaman Game Digital?

Mahjong Ways Menghadirkan Interpretasi Modern dari Tema Klasik yang Sudah Lama Dikenal

Game Digital dengan Tampilan Menarik Tetap Membutuhkan Sistem Navigasi yang Mudah Dipahami

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Visual Dapat Mengubah Cara Pengguna Mengikuti Permainan

Mengapa Game Digital dengan Konsep Sederhana Bisa Memiliki Karakter yang Mudah Diingat?

Mahjong Ways Menampilkan Adaptasi Permainan Tradisional dalam Bentuk Hiburan Berbasis Teknologi

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Informasi Ditampilkan kepada Pengguna

Bagaimana Penggunaan Ruang Kosong dalam Desain Game Membantu Menjaga Kejelasan Tampilan?

Mahjong Ways 2 Memiliki Rangkaian Animasi yang Berkaitan dengan Perubahan Kondisi Permainan

Game Bertema Budaya Asia Menghadirkan Pendekatan Visual yang Berbeda dari Game Modern Lainnya

Mengapa Desain Antarmuka Game Digital Perlu Mempertimbangkan Kebiasaan Pengguna Baru?

Mahjong Ways dan Cara Penggunaan Elemen Dekoratif Membantu Membangun Identitas Permainan

Teknologi Game Smartphone Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Keseimbangan Visual dan Performa

Kasino Online dan Fenomena Pergeseran Hiburan dari Ruang Fisik ke Layar Digital

Mengapa Kecepatan Permainan Kasino Digital Dapat Memengaruhi Pengambilan Keputusan?

Di Balik Kemudahan Kasino Online, Bagaimana Pengguna Memahami Nilai Uang?

Kasino Digital dalam Perbincangan tentang Etika Teknologi dan Tanggung Jawab Platform

Ketika Hiburan Kasino Online Bersinggungan dengan Kesehatan Finansial Masyarakat

Bagaimana Fitur Interaktif Kasino Digital Memengaruhi Perhatian Pengguna?

Menelusuri Perubahan Cara Masyarakat Memandang Kasino Online di Era Informasi

Kasino Online dan Tantangan Mengenali Informasi yang Terlihat Meyakinkan

Mengapa Riwayat Permainan Tidak Bisa Menjamin Hasil Berikutnya di Kasino Digital?

Fenomena Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Kesadaran terhadap Waktu Layar

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Desain Permainan Dapat Menyampaikan Informasi Tanpa Banyak Teks

Mengapa Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Terasa Akrab meski Menggunakan Teknologi Game Modern?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengembang Semakin Memperhatikan Waktu Muat dan Kelancaran Aplikasi

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Cascade Membentuk Rangkaian Perubahan yang Terlihat di Layar

Game Digital Bertema Asia Tidak Hanya Mengandalkan Ornamen tetapi Juga Pemilihan Suasana Visual

Bagaimana Desain Game Mobile Membantu Pengguna Mengenali Fitur Baru tanpa Penjelasan Panjang?

Mahjong Ways Menghadirkan Kesan Tradisional melalui Perpaduan Motif, Warna, dan Tata Letak

Mengapa Perubahan Kecil pada Antarmuka Bisa Memengaruhi Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Teknologi Game Mobile Terus Berkembang dan Membawa Tantangan Baru dalam Pengelolaan Animasi

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Pentingnya Keteraturan Visual dalam Menampilkan Mekanisme Permainan

Mahjong Ways 2 Memiliki Sistem Pergantian Simbol yang Membuat Alur Visual Terlihat Berbeda

Mengapa Detail Latar Belakang dalam Mahjong Ways Ikut Membentuk Suasana Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memiliki Cara Menarik dalam Memadukan Cerita Budaya dan Desain Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Hubungan antara Efek Animasi dan Informasi yang Muncul di Layar

Perubahan Tren Game Mobile Membuat Desain Sederhana Kembali Menjadi Perhatian Pengembang

Bagaimana Mahjong Ways Menggunakan Komposisi Warna untuk Memperkuat Nuansa Tradisional?

Game Digital Kini Semakin Memperhatikan Cara Pengguna Memahami Informasi dalam Waktu Singkat

Mahjong Ways 2 dan Peran Transisi Visual dalam Menjaga Alur Permainan Tetap Mudah Diikuti

Mengapa Penggunaan Ornamen Klasik dalam Game Modern Tidak Selalu Terlihat Ketinggalan Zaman?

Perkembangan Desain Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Keseimbangan antara Detail dan Kenyamanan

Mahjong Ways 2 Memiliki Detail Mekanisme yang Tidak Selalu Terlihat dari Tampilan Awalnya

Mengapa Mahjong Ways Masih Menjadi Contoh Menarik dalam Pembahasan Desain Game Bertema Asia?

Mahjong Ways 2 dan Cara Efek Berantai Membentuk Urutan Perubahan di Dalam Permainan

Tampilan Mahjong Ways Memperlihatkan Bagaimana Unsur Klasik Bisa Menyatu dengan Teknologi Modern

Ada Alasan Mengapa Animasi dalam Mahjong Ways 2 Dibuat Selaras dengan Pergantian Simbol

Mahjong Ways Menggunakan Pendekatan Visual yang Membuat Tema Permainannya Mudah Dikenali

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menyajikan Perubahan Multiplier sebagai Bagian dari Informasi Permainan?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Desain Simbol dengan Cara Pengguna Memahami Tampilan Game

Mengapa Efek Visual dalam Mahjong Ways 2 Menjadi Bagian Penting dari Penyajian Mekanisme?

Mahjong Ways Memperlihatkan Peran Detail Ornamen dalam Membangun Suasana Game Digital

Game Mobile Semakin Mudah Diakses tetapi Pengembang Masih Menghadapi Tantangan Desain

Mengapa Kecepatan Respons Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Modern?

Perkembangan Game Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Mengenali Fitur Permainan

Di Balik Game Digital yang Terlihat Sederhana, Ada Banyak Pertimbangan dalam Merancang Antarmuka

Bagaimana Teknologi Layar Sentuh Memengaruhi Cara Pengembang Menyusun Kontrol Game Mobile?

Game Digital Modern Mulai Memberikan Perhatian Lebih pada Kenyamanan Pengguna dengan Perangkat Berbeda

Mengapa Informasi yang Terlalu Padat Bisa Membuat Tampilan Game Mobile Sulit Dipahami?

Perkembangan Industri Game Digital Membuka Peluang Baru bagi Desainer Visual dan Pengembang

Bagaimana Komunitas Online Membentuk Persepsi Pengguna terhadap Game yang Sedang Populer?

Game Mobile Terus Berubah Mengikuti Teknologi tetapi Kebutuhan Pengguna Tetap Menjadi Pertimbangan

Kasino Online dan Fenomena Perubahan Pola Konsumsi Hiburan di Era Internet

Mengapa Informasi tentang Risiko Kasino Digital Sering Terabaikan Pengguna?

Di Balik Sistem Bonus Kasino Online, Ada Mekanisme yang Perlu Dipahami

Kasino Digital dan Tantangan Menjaga Kendali Diri di Tengah Akses Tanpa Batas

Bagaimana Tampilan Visual Kasino Online Membentuk Persepsi terhadap Permainan?

Ketika Teknologi Kasino Digital Berkembang Lebih Cepat dari Pemahaman Pengguna

Kasino Online dalam Sorotan Perubahan Kebiasaan Transaksi Masyarakat Digital

Mengenali Bias Psikologis yang Memengaruhi Penilaian Peluang di Kasino Online

Kasino Berbasis Internet dan Pentingnya Memahami Jejak Aktivitas Digital

Mengapa Edukasi Risiko Finansial Semakin Relevan dalam Fenomena Kasino Online?