MADRID, Pena Katolik — Kunjungan apostolik Paus Leo XIV ke Spanyol pada bulan lalu meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat. Hasil survei terbaru yang diprakarsai oleh Konferensi Uskup Spanyol menunjukkan bahwa 97 persen peserta dan sukarelawan menilai perjalanan Bapa Suci tersebut sangat positif.
Survei yang dilakukan secara daring oleh lembaga riset GAD3 ini melibatkan lebih dari 5.000 responden terdaftar yang berpartisipasi dalam rangkaian kunjungan Paus ke Madrid, Barcelona, dan Kepulauan Kanari pada 6–12 Juni lalu.
Kehadiran Pemimpin Gereja Katolik Dunia tersebut juga berhasil mengikis ketidaktahuan publik. Sebanyak 57 persen responden mengaku bahwa sebelum kedatangan Paus, pengetahuan mereka tentang sosok, riwayat hidup, serta pesan apostolik Paus Leo XIV masih sangat terbatas. Angka tersebut melonjak drastis hingga menyisakan 14 persen saja seusai kunjungan usai.
Mayoritas peserta menyatakan bahwa kehadiran Paus di Spanyol semakin memperkuat relasi pribadi mereka dengan Tuhan, memperteguh komitmen terhadap Gereja, serta memotivasi mereka untuk berkontribusi positif bagi dunia.
Di Hati Umat
Di antara berbagai emosi yang dirasakan selama kunjungan berlangsung, para responden paling banyak mengutarakan rasa sukacita, antusiasme, harapan, kedamaian, persatuan, serta keterikatan spiritual. Survei tersebut mencatat beberapa pesan Paus Leo XIV yang paling membekas bagi umat di antaranya; pentingnya doa dan perjumpaan pribadi dengan Tuhan (19%); pentingnya menghidupi iman dengan sukacita dan harapan (17%); panggilan untuk melayani dan membantu sesama (13%); dan membangun perdamaian melalui dialog, mendengarkan, dan rekonsiliasi (12%)
Menariknya, isu penanganan dan integrasi migran hanya dipilih oleh 7 persen responden sebagai pesan utama. Pada kunjungan itu, porsi bahasan terkait kondisi migrasi di Spanyol terbilang dominan dalam rangkaian pidato Paus. Sementara itu, tema kepedulian sukarelawan (1%) serta dialog antara iman, budaya, dan seni (2%) menjadi topik yang paling sedikit disorot responden.
Dampak spiritual dari perjalanan apostolik ini berlanjut pada komitmen pribadi para peserta. Usai kunjungan Bapa Suci, responden terdorong untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam kehidupan sehari-hari; berusaha hidup dengan lebih banyak harapan dan sukacita (45%); lebih memperhatikan kehidupan spiritual (41%); meningkatkan kepedulian untuk membantu sesama (30%); lebih terbuka membagikan kisah iman kepada orang lain (28%); dan meningkatkan waktu untuk berdoa (27%). Selain itu, sekitar 11 persen responden berkomitmen untuk lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan paroki, komunitas, maupun keterlibatan di Gereja.
Gaung Digital dan Liputan Media
Perjalanan Paus Leo XIV juga bergema kuat di ruang digital. Sebanyak 91 persen responden mengaku membaca atau mendengarkan konten digital terkait Paus setelah acara berlangsung, sementara 89 persen membagikan foto dan video kunjungan melalui aplikasi WhatsApp.
Tujuh dari sepuluh responden aktif meneruskan kutipan maupun video Bapa Suci melalui WhatsApp dan Telegram. Dalam hal penggunaan platform media sosial untuk mengikuti pembaruan informasi kunjungan, Instagram menjadi yang paling populer digunakan (55%), disusul oleh YouTube (24%), Facebook (20%), TikTok (14%), dan X (10%). Secara keseluruhan, 91 persen responden menilai pemberitaan media massa telah menggambarkan pengalaman dan atmosfer kunjungan Paus secara akurat.
Profil peserta dan sukarelawan yang terlibat didominasi oleh kaum perempuan (61%) dan laki-laki (39%), dengan rata-rata usia 36 tahun. Sebanyak 22 persen dari total peserta yang menghadiri rangkaian acara tersebut merupakan kelompok muda berusia di bawah 18 tahun.
