Home BERITA TERKINI Cerita di Balik Pembangunan Masjid Istiqlal yang Dibangun di Depan Katedral Jakarta:...

Cerita di Balik Pembangunan Masjid Istiqlal yang Dibangun di Depan Katedral Jakarta: “Dua Saudara” yang Saling Berdampingan

0

JAKARTA, Pena Katolik – Di jantung ibu kota Jakarta, dua menara ikonik berdiri saling berhadapan, seolah sedang bercakap-cakap dalam diam. Kedua menara itu ada di Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Keduanya adalah monumen hidup yang membuktikan bahwa perbedaan bisa hidup berdampingan. Siapa sangka, “harmoni” ini lahir dari sebuah perdebatan sengit antara dua bapak bangsa?

Kisah ini bermula pada tahun 1950, sesaat setelah Indonesia mendapatkan pengakuan kedaulatan penuh dari Belanda. Semangat untuk memiliki masjid nasional yang megah—sebagai simbol kemerdekaan—mulai membuncah. Namun, barulah pada tahun 1953 usulan resmi ini sampai ke meja Presiden Sukarno.

Bung Karno menyambut ide tersebut dengan visi yang melangit. Ia membayangkan sebuah masjid yang tidak hanya besar secara fisik, tetapi juga besar secara makna. Di sinilah letak titik balik sejarahnya.

Dua Proklamator

Saat penentuan lokasi, urusan ini ternyata memicu “perang dingin intelektual” antara Sukarno dan Wakil Presiden RI, Mohammad Hatta. Saat itu, Bung Hatta menyarankan agar masjid dibangun di lokasi yang sekarang menjadi kawasan Hotel Indonesia (Bundaran HI). Pertimbangannya sangat praktis: lokasi tersebut dikelilingi pemukiman Muslim dan lahan yang tersedia masih sangat luas.

Bung Karno memiliki pandangan yang berbeda. Ia bersikeras bahwa Masjid Istiqlal harus dibangun di atas bekas benteng Belanda, Wilhelmina Park, yang lokasinya tepat berhadapan dengan Gereja Katedral.

Bagi Bung Karno, pemilihan lokasi ini adalah sebuah pernyataan politik dan filosofis. Ia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa di Indonesia yang baru merdeka, Islam dan kekristenan bisa hidup berdampingan dalam semangat toleransi yang autentik. Baginya, keberadaan dua rumah ibadah yang berdekatan adalah simbol persatuan bangsa yang majemuk. Selain Katedral, wilayah di sekitar Istana Negara itu saat itu sudah ada juga Gereja GPIB Immanuel, sedangkan tak jauh ke arah Mangga Besar, ada beberapa vihara dan klenteng.

Pemikiran Bung Karno ini terus berkembang, ia bahkan merencanakan dibangun Monumen Nasional di lapangan yang dulu dikenal sebagai Lapangan Ikada. Ini akan menjadi simbol, ketika di lapangan berdiri Monas, di sekelilingnya ada pelbagai rumah ibadah.

Rencana Bung Karno akhirnya yang menang, Masjid Istqlal dibangun berhadapan dengan Katedral. Letak keduanya juga tak jauh dari Monumen Nasional. Pembangunannya pun seperti bersamaan, Monas dimulai pada 17 Agustus 1961, sedangkan Masjid Istqlal menyusul seminggu kemudian, dimulai 24 Agustus 1961.

Pembangunannya tidak semudah membalik telapak tangan. Proses konstruksi Masjid Agung Istiqlal memakan waktu yang sangat lama dengan waktu pengerjaan 17 tahun. Tepat pada tanggal 22 Februari 1978, Presiden Soeharto meresmikan Istiqlal sebagai masjid nasional.

Konon, Sukarno juga merencanakan membangun sebuah pura tak jauh dari Monas, untuk melengkapi lima tempat ibadah dari lima agama di sekitar Monas. Pura ini akan dibangun tepatnya di lahan sekitar Lapangan Banteng berdekatan dengan Hotel Borobudur. Sayang, ketika ia tidak lagi berkuasa. Ide membangun pura ini urung. Pura ini kemudian dibangun di daerah Rawamangun, Jakarta Timur.

Penantian Panjang Selama 17 Tahun

Kini, setiap kali kumandang azan bersahutan dengan dentang lonceng gereja di seberangnya, kita diingatkan pada keras kepalanya Bung Karno dalam mempertahankan lokasi tersebut. Sebuah keputusan yang sempat memicu debat, namun akhirnya menjadi warisan toleransi yang tak ternilai harganya bagi bangsa ini.

Masjid Istiqlal hingga kini menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini mampu menampung 120.000 jamaah.

Masjid Istiqlal dirancang oleh Frederick Silaban pada tahun 1954 yang merupakan seorang arsitek Kristen dari Sumatera Utara. Frederick juga menjadi arsitek untuk Pembangunan Hotel Borobudur.

Interior masjid terbilang sederhana dengan ruang sembahyang yang sangat luas. Ciri khas lain adalah kubah berdiameter 45 meter yang ditopang oleh 12 pilar. Pada dinding-dinding masjid dibuat dengan lubang-lubang dengan ornamen bergaya Islam. Lubang-lubang ini memungkinkan angin masuk ke area dalam masjid, menjadikannya sejuk meskipun tanpa pendingin ruangan.

Sibol Toleransi

Pada kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada September 2024, Paus juga sempat mengnjungi Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Pada kesempatan ini, Paus menandatangani Deklarasi Jakarta-Vatikan bersama dengan Imam Agung Masjid Istqlal, K.H. Nasarudin Umar (kini Menteri Agama). Ia juga menandatangani prasasti di Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Katedral Jakarta dan Masjid Istqlal.

Saat Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama melakukan kunjungan ke Indonesia selama 18 jam pada 9-10 November 2010. Keduanya secara khusus menyempatkan diri untuk datang ke Masjid Istiqlal. Obama memuji Masjid Istiqlal sebagai simbol toleransi umat beragama.

Di balik kemegahan arsitekturnya, ada pemandangan yang rutin terjadi setiap tahun. Khususnya untuk mengakomodir lonjakan jamaah dan jemaat selama acara keagamaan besar berlangsung, kedua rumah ibadah ini saling membuka diri.

Halaman parkir Masjid Istiqlal senantiasa terbuka lebar bagi umat Kristiani yang datang ke Gereja Katedral selama perayaan Paskah dan Misa Malam Natal. Sebaliknya, saat ribuan umat Muslim datang untuk menunaikan salat Idulfitri atau Iduladha, area parkir Gereja Katedral pun diperluas hingga ke halaman gereja untuk menyambut saudara-saudara mereka. Barter lahan parkir ini adalah simbol paling sederhana namun kuat tentang bagaimana toleransi dipraktikkan dalam keseharian.

Saksi Perjalanan Zaman

Katedral Jakarta sendiri memiliki sejarah yang sangat panjang dan penuh perjuangan. Bangunan aslinya didirikan pada tahun 1829, namun sempat runtuh pada tahun 1890. Tidak menyerah pada keadaan, pada tahun 1901, katedral ini dibangun kembali di lokasi yang sama dengan arsitektur Neo-Gotik yang megah seperti yang kita lihat sekarang.

Salah satu ciri khasnya yang paling mencolok adalah menara tinggi yang terbuat dari besi tempa. Menara ini menjulang setinggi 60 meter, seolah menjadi penyeimbang visual bagi kubah besar Istiqlal di seberangnya.

Bangunan gereja ini dirancang dengan dua lantai yang memiliki fungsi berbeda. Lantai dasar difungsikan sebagai ruang utama untuk menampung umat yang beribadah, sementara lantai atas kini memiliki peran khusus sebagai museum.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Kick-Off Belum Dimulai, RTP Sudah Lebih Dulu Mengisi Obrolan Para PenggemarWild Muncul Cepat, Atmosfernya Mirip Serangan Balik Kilat di Piala DuniaGate of Olympus Menemani Waktu Injury Time yang Selalu Penuh KejutanFree Spin dan Gol Menit Akhir Sama-Sama Mengubah Suasana SeketikaSaat Adu Penalti Memanas, Pola RTP Ikut Menjadi PerbincanganMahjong Ways Ramai Dibahas Saat Bursa Calon Tuan Rumah Piala Dunia Kembali MenghangatScatter Hitam dan Drama Extra Time Sama-Sama Sulit DiprediksiSweet Bonanza Hadir di Tengah Euforia Laga Derby yang Menyita Perhatian DuniaMahjong Ways Mengikuti Ramainya Perbincangan Seputar Kylian Mbappé di Panggung DuniaRTP Menjadi Topik Ringan Sambil Menanti Jude Bellingham Turun ke LapanganMahjong Wins 3 Jadi Teman Menunggu VAR Menyelesaikan Keputusan PentingSlot Online dan Sorotan untuk Lamine Yamal Sama-Sama Menguasai LinimasaMaxwin Diburu Saat Jagat Sepak Bola Menanti Generasi Baru Penerus Lionel MessiGate of Olympus Mengisi Waktu Jeda Babak Pertama hingga Peluit Babak KeduaMahjong Wins 3 Ikut Meramaikan Obrolan Ketika Erling Haaland Kembali Jadi SorotanSweet Bonanza Menemani Momen Menunggu Pengumuman Starting XIJam Hoki Ramai Dicari Saat Jadwal Matchday Semakin PadatMahjong Ways dan Suasana Fan Zone Sama-Sama Dipenuhi AntusiasmeMultiplier Mengingatkan pada Skor Telak yang Mengubah Jalannya TurnamenPG Soft Menjadi Teman Santai Sebelum Kick-Off DimulaiSweet Bonanza Menjadi Teman Begadang Saat Jadwal Laga Berlangsung Tengah MalamFree Spin Menambah Keseruan di Tengah Ramainya Prediksi Skor AkhirSlot Online Mengisi Waktu Tunggu Sebelum Laga Perempat Final DimulaiJam Hoki Menghangat Saat Kalender Kualifikasi Piala Dunia Mulai BergulirMaxwin Dibicarakan Bersama Prediksi Juara Piala Dunia MendatangGate of Olympus Hadir Saat Transfer Bintang Sepak Bola Memenuhi BeritaSweet Bonanza Menemani Penggemar Menunggu Daftar Skuad Resmi DirilisScatter Hitam Ikut Viral Bersamaan dengan Cuplikan Gol yang MenghebohkanMahjong Wins 3 Hadir Saat Dunia Menunggu Final Piala Dunia BerikutnyaPola RTP Menjadi Teman Diskusi Setelah Konferensi Pers Pelatih BerakhirGate of Olympus Mengiringi Obrolan Seputar Kandidat Peraih Ballon d'OrRTP Ikut Dibahas Ketika Perebutan Sepatu Emas MemanasGol Spektakuler Membuat Stadion Bergemuruh, Wild Menghadirkan Kejutan di Saat yang SamaMahjong Ways dan Momen Comeback Dramatis Selalu Mengundang PerhatianWild Muncul Layaknya Assist Tak Terduga yang Mengubah Hasil PertandinganRTP Tetap Menarik Dibahas Meski Fokus Dunia Tertuju pada Kualifikasi Piala DuniaSlot Online Menjadi Hiburan Ringan Setelah Marathon Menonton MatchdayMahjong Wins 3 Ramai Saat Nama Vinícius Júnior Kembali Mengisi Berita UtamaFree Spin dan Counter Attack Sama-Sama Mengandalkan MomentumMultiplier Menambah Ketegangan Layaknya Babak Adu PenaltiSweet Bonanza Hadir di Tengah Ramainya Prediksi Golden Boot Musim IniScatter Hitam Muncul Saat Dunia Sepak Bola Menunggu Kick-OffRTP Menemani Penggemar Menunggu Peluit Kick-Off Pertandingan BesarLamine Yamal Kembali Viral, Mahjong Ways Ikut Mengisi Percakapan MalamErling Haaland Belum Turun, Jam Hoki Sudah Ramai DibicarakanMaxwin dan Hat-Trick Sama-Sama Menjadi Target yang DinantikanMahjong Ways Ikut Meramaikan Obrolan Saat Daftar Unggulan Piala Dunia Mulai DibahasMahjong Wins 3 Ramai Dicari Setelah Drama Adu Penalti Menguasai LinimasaVAR Belum Selesai, Pola RTP Sudah Lebih Dulu Mengundang PerdebatanGate of Olympus Menjadi Hiburan Saat Extra Time Belum Menentukan PemenangFree Spin Hadir Layaknya Gol Injury Time yang Mengubah SegalanyaSaat Mbappé Berlari Mengejar Rekor, Wild Menghadirkan Momen Tak TerdugaGate of Olympus Menambah Keseruan Saat Skor Masih ImbangMahjong Wins 3 Menemani Momen Menunggu Susunan Starting XI ResmiRTP Ikut Dibahas Saat Drawing Fase Grup Menjadi SorotanMahjong Ways Hadir di Tengah Ramainya Bursa Calon Juara DuniaSweet Bonanza Menjadi Teman Santai Sebelum Laga DimulaiMultiplier Mengingatkan pada Comeback Dramatis di Babak KeduaPG Soft Menemani Begadang Menyaksikan Laga Kualifikasi Piala DuniaJude Bellingham Jadi Sorotan, Slot Online Tetap Menarik Perhatian Pengguna
Exit mobile version