Setiap tanggal 8 Mei, Keluarga Dominikan di seluruh dunia merayakan Pesta Perlindungan Santa Perawan Maria atas Ordo Para Pengkhotbah (Patronage of the Blessed Virgin Mary). Sejak awal berdirinya Ordo, kehidupan Dominikan sangat lekat dengan devosi kepada Bunda Maria: mengenakan skapulir, mendaraskan Rosario, dan setiap malam menyanyikan Salve Regina sambil memohon perlindungannya.
Beato Humbertus dari Romans, Master Ordo Dominikan, pernah menulis bahwa Santa Perawan Maria adalah “Ibu istimewa” bagi Ordo Dominikan—yang melahirkan, menuntun, dan menjaga Ordo yang dipanggil untuk “memuji, memberkati, dan mewartakan” Putranya. Bahkan St. Dominikus sendiri mempercayakan seluruh Ordo kepada perlindungan Maria melalui doa-doanya.
Tradisi Dominikan juga mengenang sebuah penglihatan rohani St. Dominikus yang diceritakan oleh Beata Cecilia Caesarini, OP. Dalam penglihatan itu, Bunda Maria datang pada malam hari bersama dua santa lainnya, memerciki para saudara Dominikan dengan air suci dan memberkati mereka. Ketika St. Dominikus bertanya siapakah dirinya, Maria menjawab: “Akulah yang kalian panggil pada waktu petang.”
Ia merujuk pada doa Salve Regina yang didaraskan para Dominikan setiap malam.
Dalam penglihatan lain yang sangat terkenal, St. Dominikus melihat seluruh Ordo Dominikan berada di bawah mantol biru Santa Perawan Maria—tanda bahwa pewartaan Dominikan selalu hidup di bawah perlindungan seorang Ibu.
Hari raya ini menjadi pengingat bahwa spiritualitas Dominikan bukan hanya tentang studi dan pewartaan, tetapi juga tentang hati yang hening, doa yang setia, dan kasih yang tetap lembut di tengah dunia yang sering bising dan terluka.
Our Lady, Queen of Preachers, pray for us.
Salve Regina.
Ora pro nobis.
