Pena Katolik, Pontianak | Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo, Akademi Keuangan dan Perbankan (AKUB) Grha Arta Khatulistiwa Pontianak terus mempertegas langkah transformasi kelembagaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri. Di bawah kepemimpinan Direktur Stanislaus Andes, S.E., M.Pd, institusi ini mengembangkan berbagai strategi pembaruan akademik dan tata kelola yang berorientasi pada praktik profesional serta kesiapan kerja lulusan.
Transformasi tersebut dilandasi pengalaman panjang Stanislaus Andes di dunia perbankan selama lebih dari dua dekade, termasuk pengalamannya sebagai Vice President di industri jasa keuangan. Pengalaman profesional ini menjadi dasar dalam merancang arah baru pengembangan AKUB, yakni menjembatani dunia pendidikan dengan realitas kerja di sektor keuangan dan perbankan.
Salah satu fokus utama transformasi adalah penguatan kurikulum vokasi berbasis praktik. AKUB Pontianak melakukan pemutakhiran kurikulum agar selaras dengan perkembangan industri jasa keuangan yang terus berubah. Pendekatan pembelajaran tidak lagi semata teoritis, tetapi diarahkan pada penerapan studi kasus nyata yang diambil dari pengalaman profesional di dunia kerja. Dengan metode ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami dinamika industri sejak masa studi.

“Transformasi akademik harus menghadirkan pengalaman nyata bagi mahasiswa. Kampus tidak boleh hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk kesiapan kerja melalui praktik yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Andes.
Selain itu, AKUB mendorong keterlibatan praktisi industri sebagai pengajar melalui program praktisi mengajar. Kehadiran para profesional perbankan di ruang kelas dinilai penting untuk memberikan perspektif aplikatif sekaligus memperkaya pengalaman belajar mahasiswa. Program ini juga diperkuat dengan pelaksanaan sertifikasi kompetensi sebagai standar tambahan bagi lulusan agar memiliki pengakuan profesional yang sesuai dengan bidang keahliannya.
Dalam mendukung implementasi kurikulum berbasis praktik, penguatan kerja sama dengan berbagai institusi keuangan menjadi langkah strategis. AKUB tengah menjajaki kemitraan dengan Bank Kalbar dan Bank Mandiri melalui perjanjian kerja sama yang dirancang secara berkelanjutan dan dievaluasi secara berkala. Kerja sama ini mencakup pelaksanaan program magang terstruktur agar mahasiswa memperoleh pengalaman kerja langsung yang relevan dengan bidang studinya.
Transformasi kelembagaan juga diwujudkan melalui pengembangan ekosistem pembelajaran kewirausahaan. AKUB merencanakan pendirian koperasi dan kafe kampus sebagai laboratorium bisnis bagi mahasiswa. Melalui fasilitas ini, mahasiswa tidak hanya belajar konsep usaha, tetapi juga mempraktikkan langsung pengelolaan bisnis secara nyata.
Di sisi lain, optimalisasi Pusat Karir AKUB menjadi bagian penting dalam penguatan sistem pendukung lulusan. Unit ini akan berfungsi sebagai penghubung antara kampus dan dunia industri melalui pengelolaan database alumni dan mitra kerja, fasilitasi penempatan kerja dan magang, pelatihan persiapan karier seperti penyusunan Curriculum Vitae (CV), hingga pelaksanaan tracer study sebagai bahan evaluasi kurikulum secara berkala.
Seiring dengan transformasi tersebut, AKUB menargetkan peningkatan jumlah mahasiswa hingga 100–150 orang. Strategi pencapaian target dilakukan melalui gerakan kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur kampus, mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga tenaga kependidikan. Program partisipasi internal diperkuat melalui kebijakan penghargaan dan apresiasi, serta kampanye promosi media sosial bertajuk “Kampusku Rumah Keduaku” guna membangun citra kampus yang inklusif dan dekat dengan generasi muda.
“Kami ingin lulusan AKUB memiliki standar kompetensi yang diakui industri. Sertifikasi bukan lagi pilihan tambahan, tetapi menjadi bagian penting dari proses pendidikan,” katanya.
Seluruh langkah pembaruan ini merupakan bagian dari visi kepemimpinan terintegrasi menuju proses penyatuan kelembagaan dalam pengembangan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo. Dengan pengalaman mengelola portofolio hingga Rp200 miliar dan memimpin berbagai unit cabang perbankan, Stanislaus Andes dinilai memiliki kapasitas strategis untuk memastikan AKUB berkembang sebagai institusi vokasi unggulan di Kalimantan Barat.
Melalui penguatan transformasi kelembagaan yang berkelanjutan, AKUB tidak hanya berupaya meningkatkan mutu akademik, tetapi juga membangun sistem pendidikan yang adaptif, profesional, dan selaras dengan kebutuhan dunia industri. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen AKUB dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi praktis, daya saing tinggi, dan kesiapan nyata memasuki dunia kerja.*S@m (Sumber: Dikertur AKUB)



