CIKARANG, Pena Katolik – Semangat pelayanan tanpa batas tersaji di Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa (PCGIT) pada Kamis (2/4/2026). Di tengah guyuran hujan deras dan kemacetan yang mengular hingga satu kilometer, Romo Robertus Guntur Dewantoro, Pr, turun langsung ke jalan bersama puluhan petugas keamanan untuk memastikan kelancaran Misa Kamis Putih.
Kemacetan mulai mengunci akses menuju gereja sesaat setelah Misa pertama usai. Sekitar 30 petugas keamanan dan parkir berjibaku mengatur arus ribuan kendaraan yang datang dan pergi. Menariknya, Romo Guntur terlihat ikut berbasah-basahan bersama aparat kepolisian untuk mengurai kemacetan sekaligus memberi dukungan moral bagi para petugas.
”Kami mengimbau umat yang membawa kendaraan pribadi agar tetap sabar dan mengikuti arahan petugas. Kerja sama Anda sangat membantu kelancaran ibadah kita semua,” pesan Romo Guntur di sela kesibukannya.
Keluhan dan Harapan Umat
Meski ibadah berjalan khidmat, cuaca buruk dan keterbatasan lahan parkir menjadi tantangan berat bagi umat yang hadir. Banyak umat yang terpaksa memarkir kendaraan di area luar, seperti lahan parkir Lagoon, karena halaman gereja yang sudah penuh.
Kondisi ini memicu beragam keluhan terkait aksesibilitas dan lonjakan biaya transportasi. Gabungan suara umat menyoroti sulitnya mobilisasi di tengah hujan lebat.
”Sangat disayangkan harus basah-basahan karena jarak dari parkir luar (Lagoon) ke gereja lumayan jauh meski sudah pakai payung; mungkin ke depannya perlu ada shuttle antar-jemput. Selain itu, transportasi online pun sulit karena banyak yang membatalkan pesanan akibat macet parah, bahkan tarif dari Cikarang Baru yang biasanya Rp35.000 melonjak drastis menjadi Rp110.000,” ungkap para umat yang hadir.
Bagi para penjaga parkir, momen ini adalah bentuk pengabdian. Anton, salah satu petugas, mengaku tetap semangat meski harus terendam air. “Dukanya badan kedinginan dan kadang diomeli pengendara, tapi melihat Romo ikut basah-basahan bareng kami, rasa capek itu hilang,” tuturnya.
Pihak gereja sendiri membagi jadwal Misa Kamis Putih dalam tiga sesi (pukul 16.00, 19.30, dan 22.30 WIB) untuk mengakomodasi membludaknya jumlah jemaat. Meski cuaca ekstrem menyelimuti pembukaan Tri Hari Suci, dedikasi kolektif di lapangan memastikan rangkaian ibadah tetap berjalan lancar. (Lourentius EP/Cikarang)
