Home BERITA TERKINI Peringati 32 Tahun Episkopal, Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ Tekankan Pentingnya...

Peringati 32 Tahun Episkopal, Uskup Emeritus Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ Tekankan Pentingnya Solidaritas Kemanusiaan

0

PALEMBANG, PENA KATOLIK – Bertempat di Gedung Pastor Bonus, Kompleks Keuskupan Agung Palembang, pada Rabu (25/3) Kuria, dan puluhan umat, biarawan biarawati berkumpul guna merayakan 32 tahun masa pengabdian episkopal (jabatan uskup) Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ. Acara diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh RD Johanes Gading Sianipar.

Acara syukuran ini tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan spiritual, tetapi juga menyoroti peran strategis Mgr. Sudarso dalam pembangunan sosial dan kemanusiaan di wilayah Sumatera Selatan serta nasional melalui lembaga Caritas Indonesia.

Bidang Kemanusiaan

Dalam sambutannya, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Palembang, RD Yohanes Kristianto, menyampaikan bahwa sosok Mgr. Sudarso adalah teladan dedikasi yang melampaui usia. Meski telah memasuki masa pensiun (Emeritus) di usia 81 tahun, peran beliau justru meluas ke ranah sosial melalui kepemimpinan di Karina – Caritas Indonesia.

“Mgr. Sudarso adalah sosok yang menghadirkan wajah Gereja di tengah kesulitan masyarakat, khususnya di daerah-daerah pascabencana. Beliau menjadi inspirasi bagi paroki-paroki untuk membentuk unit tanggap bencana guna membantu kelompok marginal, penyandang disabilitas, dan warga yang kurang diperhatikan,” ujar RD Yohanes Kristianto.

Uskup Agung Palembang saat ini, Mgr. Yohanes Harun Yuwono, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap peran Mgr. Sudarso sebagai tokoh “perekat” di kalangan pimpinan gereja di Sumatera. Menurutnya, Mgr. Sudarso memiliki kemampuan unik dalam membangun komunikasi yang cair dan solid di antara berbagai generasi pemimpin agama.

“Beliau adalah jembatan yang menyatukan. Visi beliau selalu mengedepankan kerja sama kolektif agar pelayanan masyarakat di Sumatera dapat tumbuh dan dikelola secara bersama-sama demi kemaslahatan umat dan warga sekitar,” ungkap Mgr. Yuwono melalui pesan apresiasinya.

Dalam suasana penuh keakraban, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, membagikan kisah perjalanan hidupnya sejak awal terpilih menjadi Uskup pada tahun 1994. Beliau menceritakan berbagai tantangan, mulai dari pergolakan batin karena merasa belum pantas mengemban jabatan tersebut, hingga pengalaman unik saat menjalani masa hening (retret) di Yogyakarta dan Jakarta.

Mgr. Sudarso juga mengenang masa-masa awal tugasnya bersama para misionaris asal Belanda, seperti Mgr. Joseph Soudant dan Romo Weusten. Beliau menekankan nilai-nilai kesederhanaan dan kejujuran yang ia pelajari dari para pendahulunya.

“Salah satu momen yang paling saya kenang adalah saat penahbisan. Itu adalah simbol penguatan iman untuk melayani umat dengan keteguhan hati seperti batu karang,” ujar Mgr. Sudarso dalam refleksinya.

Peringatan 32 tahun Episkopal Mgr Aloysius Sudarso ini ditutup dengan harapan agar semangat pelayanan yang telah dibangun selama tiga dekade terakhir terus berlanjut. Kehadiran Mgr. Sudarso hingga saat ini dianggap sebagai pengingat bagi masyarakat luas akan pentingnya nilai solidaritas, kerendahan hati, dan pengabdian tanpa pamrih di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (Andreas Daris Awalistyo-Palembang)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version