MINNESOTA, Pena Katolik – Di tengah daftar panjang calon santo-santa dari Amerika Serikat, muncul satu nama yang kini tengah menjadi perhatian dunia Katolik: Suster Annella Zervas. Meskipun ia wafat seabad yang lalu dalam usia yang sangat muda, 26 tahun, warisan imannya baru saja memasuki babak baru. Pada 8 Oktober 2025, proses kanonisasinya resmi dibuka di tingkat keuskupan, menjadikannya sebagai Hamba Allah (Servant of God).
Lahir dengan nama Anna Cordelia Zervas pada tahun 1900 di Minnesota, Anna adalah putri dari pasangan imigran. Sejak kecil, benih kesucian sudah terlihat jelas. Saat menempuh pendidikan di North Dakota, ia rela berjalan kaki sejauh satu mil setiap hari hanya untuk menghadiri Misa Kudus.
Panggilan hidup membiara membawanya masuk ke biara Benediktin di St. Joseph, Minnesota, pada usia yang sangat belia, yakni 15 tahun. Di sana, ia mengambil nama biara Annella. Ia dikenal oleh sesama suster sebagai pribadi yang penuh kebaikan, memiliki selera humor yang cerdas, serta devosi yang sangat mendalam kepada Ekaristi dan Bunda Maria.
Namun, ujian sesungguhnya datang ketika Suster Annella didiagnosis menderita penyakit kulit yang sangat langka dan menyakitkan (Pityriasis Rubra Pilaris), serta masalah pencernaan yang kronis. Selama empat tahun terakhir hidupnya, ia mengalami siksaan fisik yang tak terbayangkan.
Alih-alih mengeluh, Suster Annella justru merangkul penderitaan tersebut. Baginya, rasa sakit bukanlah kutukan, melainkan alat penebusan. Ia sering berdoa memohon rahmat agar dapat menerima apa pun yang diizinkan Tuhan terjadi pada dirinya.
“Hidupnya yang singkat adalah kesaksian kuat tentang nilai penebusan dari penderitaan dan keindahan kepercayaan penuh pada rencana Tuhan,” ujar Amanda Zurface, postulator proses kanonisasinya.
Keceriaan di Tengah Badai
Salah satu hal yang paling mengagumkan dari Suster Annella adalah kemampuannya mempertahankan kegembiraan. Bahkan saat penyakitnya merenggut kenyamanan fisiknya, ia tetap humoris. Bagi banyak orang, tetap positif di tengah rasa sakit yang kronis adalah hal yang langka, namun bagi Annella, kedamaian dan sukacita bisa ditemukan bahkan dalam cobaan terberat sekalipun jika hidup sepenuhnya diberikan kepada Tuhan.
Uskup Andrew Cozzens dari Keuskupan Crookston menekankan bahwa Suster Annella adalah teladan nyata bagi kaum muda masa kini, terutama dalam hal Adorasi Ekaristi, tempat ia menemukan kekuatan dan panggilannya.
Saat ini, proses kanonisasi Suster Annella berada pada fase keuskupan. Sebuah tribunal tengah mengumpulkan dokumen dan mewawancarai saksi-saksi untuk membuktikan “keutamaan heroik” yang ia jalani. Jika fase ini selesai, dokumennya akan dikirim ke Roma untuk dipelajari oleh Dikasteri Pengalasan Kudus, sebelum akhirnya Bapa Suci dapat menyatakannya sebagai “Venerabilis” (Yang Mulia).
Untuk memperingati 100 tahun wafatnya, Sr. Annella Guild menyelenggarakan ziarah ke Roma. Hal ini bertujuan untuk menghubungkan kisah kesucian lokal dari Minnesota dengan jantung Gereja Katolik universal.
Suster Annella Zervas mengingatkan kita semua bahwa kesucian tidak selalu tentang perbuatan-perbuatan besar yang tampak di mata dunia. Terkadang, kesucian adalah tentang bagaimana kita mengubah kehidupan yang biasa—bahkan yang penuh penderitaan—menjadi luar biasa melalui cinta dan kepasrahan total kepada Tuhan.
