Home RENUNGAN Bacaan dan Renungan Rabu, 29 Maret 2026, HARI MINGGU PALMA, Mengenang Sengsara...

Bacaan dan Renungan Rabu, 29 Maret 2026, HARI MINGGU PALMA, Mengenang Sengsara Tuhan (Merah) 

0

Pada hari Minggu Palma tahun 2023 ini jatuh pada tanggal Minggu 2 April 2023, Minggu Palma merupakan peringatan masuknya Yesus ke kota Yerusalem. Di mana Ia disambut dengan meriah sebagai Raja Agung.

Mesias yang sudah sekian lama dinanti-nantikan oleh orang Yahudi. Pada saat itu Yesus naik seekor keledai: Sebagai tanda bahwa Ia seorang raja yang lemah lembut dan rendah hati. Tetapi akhirnya Ia menyerahkan diri untuk ditangkap dan dijatuhi hukuman mati, disalibkan demi keselamatan kita dan keselamatan seluruh bangsa manusia.

Bacaan Perarakan Matius 21:1-11

“Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan.”

Dalam perjalanan ke Yerusalem, ketika Yesus dan murid-muird-Nya telah dekat kota dan tiba di Betfage, yang terletak di bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya mendahului-Nya dengan pesan, “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu.

Di situ kamu akan menemukan seekor keledai betina yang tertambat, dan anaknya ada di dekatnya. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah keduanya kepada-Ku. Jikalau ada orang menegur kamu, katakan saja, ‘Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya.'”

Hal itu terjadi supaya terpenuhilah firman yang disampaikan oleh nabi, ‘Katakanlah kepada putri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu! Ia lemah lembut dan menunggangi seekor keledai, seekor keledai beban yang muda.’

Maka pergilah kedua murid itu, dan mereka buat seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka. Mereka membawa keledai betina itu bersama anaknya, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka, dan Yesuspun naik keatasnya.

Orang banyak yang sangat besar jumlahnya menghamparkan pakaiannya di jalan; ada pula yang memotong ranting-ranting dari pohon dan menyebarkannya di jalan. Dan semua orang yang berjalan di depan dan di belakang Yesus, berseru, “Hosana bagi Putra Daud!

Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan! Hosana di tempat yang mahatinggi!” Ketika Yesus masuk ke Yerusalem, gemparlah seluruh kota itu, dan orang berkata, “Siapakah orang ini!” Dan semua menjawab, “Inilah Nabi Yesus dari Nazaret di Galilea!”

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bacaan Pertama Yesaya 50:4-7

“Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.”

Tuhan Allah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataanku aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seperti seorang murid.

Tuhan Allah telah membuka telingaku, dan aku tidak memberontak, tidak berpaling ke belakang. Aku memberi punggungku kepada orang-orang yang memukul aku, dan pipiku kepada orang-orang yang mencabuti janggutku.

Aku tidak menyembunyikan mukaku ketika aku dinodai dan diludahi. Tetapi Tuhan Allah menolong aku; sebab itu aku tidak mendapat noda. Maka aku meneguhkan hatiku seperti teguhnya gunung batu, karena aku tahu bahwa aku tidak akan mendapat malu.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 22:8-9.17-18a.19-20.23-24

Ref. Allahku, ya Allahku, mengapa Kautinggalkan daku?

  • Semua yang melihat aku mengolok-olok, mereka mencibirkan bibir dan menggelengkan kepala! Mereka bilang: “Ia pasrah kepada Allah! Biarlah Allah yang meluputkannya, biarlah Allah yang melepaskannya! Bukankah Allah berkenan kepadanya?”
  • Sekawanan anjing mengerumuni aku; gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung.
  • Mereka membagi-bagikan pakaianku di antara mereka dan membuang undi atas jubahku. Tetap Engkau, Tuhan, janganlah jauh; ya kekuatanku, segeralah menolong aku!
  • Maka aku akan memahsyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji Engkau di tengah jemaat: Hai kamu yang takut akan Tuhan, pujilah Dia! Hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia! Gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel.

Bacaan Kedua Filipi 2:6-11

“Yesus merendahkan diri, maka Allah sangat meninggikan Dia.”

Saudara-saudara, Yesus Kristus, walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,

supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Bait Pengantar Injil

Refrain: Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal

Ayat (oleh solis):

Kristus sudah taat bagi kita. Dia taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia, dan menganugerahiNya nama di atas segala nama.

KISAH SENGSARA MATIUS – 26:14-27:66

P: Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius: Pada waktu itu, seorang dari kedua belas murid Yesus, yaitu yang bernama Yudas Iskariot, pergi kepada imam-imam kepala. Ia berkata kepada mereka:

R: Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, jika aku menyerahkan Dia kepadamu?

P: Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu, Yudas mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari Hari Raya Roti-Tak-Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata:

R: Di manakah Engkau kehendaki kami menyiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?

P: Jawab Yesus:

K: Pergilah ke kota, kepada si Anu, dan katakanlah kepadanya, ‘Beginilah pesan Guru: Saat-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku ingin merayakan Paskah bersama dengan murid-murid-Ku.’

P: Lalu murid-murid melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka, dan menyiapkan Paskah. Setelah hari menjadi malam, Yesus duduk makan bersama dengan kedua belas murid itu. Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata:

K: Aku berkata kepadamu: Sungguh, seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.

P: Dengan hati sangat sedih mereka seorang demi seorang, bertanya kepada-Nya:

R: Bukan aku, ya Tuhan?

P: Yesus menjawab:

K: Seorang yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam piring ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. Putra Manusia memang akan pergi, sesuai dengan apa yang ada tertulis tentang Dia, tetapi celakalah orang yang olehnya Putra Manusia itu diserahkan! Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan!

P: Yudas, yang hendak menyerahkan Yesus itu, menyambung

R: Bukan aku, ya Rabi?

P: Kata Yesus kepadanya:

K: Engkau telah mengatakannya.

P: Ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkan roti itu, lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya seraya berkata:

K: Ambillah dan makanlah, inilah tubuh-Ku.

P: Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur, lalu memberikannya kepada mereka seraya berkata:

K: Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang demi pengampunan dosa. Aku berkata kepadamu: mulai saat ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur, sampai pada hari Aku minum anggur yang baru bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.

P: Sesudah menyanyikan lagu pujiun. pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke bukit Zaitun. Maka berkatalah Yesus kepada mereka:

K: Malam ini kamu semua akan tergoncang imanmu karena Aku. Sebab ada tertulis, ‘Aku akan membunuh gembala, dan kawanan domba akan tercerai-berai, Akan tetapi sesudah bangkit, Aku akan mendahului kamu ke Galilea.

P: Petrus menjawab:

R: Biarpun mereka sernua tergoncang imannya karena Dikau, aku sekali-kali tidak!

P: Yesus berkata kepadanya:

K: Aku berkata kepadamu: Sungguh, malam ini, sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.

P: Kata Petrus kepada-Nya:

R: Sekalipun aku harus mati bersama Dikau, aku takkan menyangkal Engkau!

P: Semua murid yang lain berkata demikian juga. Maka sampailah Yesus bersama murid-murid-Nya ke suatu ternpat yang bernama Getsemani. Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya:

K: Duduklah di sini, sementara Aku pergi ke sana untuk berdoa.

P: Yesus membawa Petrus dan kedua anak Zebedeus serta-Nya. Maka mulailah Ia merasa sedih dan gentar, lalu kata-Nya kepada mereka:

K: Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya! Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah bersama Aku.

P: Yesus maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:

K: Ya Bapa-Ku, sekiranya mungkin biarlah cawan ini dijauhkan dan pada-Ku tetapi janganlah seperti yang Aku kehendaki,

melainkan seperti yang Engkau kehendaki.

P: Setelah itu Yesus kembali kepada murid-murid-Nya, dan mendapati mereka sedang tidur.

Maka Yesus berkata kepada Petrus:

K: Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Daku? Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan!

Roh memang penurut, tetapi daging itu lemah.

P: Lalu Yesus pergi untuk kedua kalinya dan berdoa:

K: Ya Bapa-Ku, jika cawan ini tidak dapat dijauhkan

kecuali kalau Kuminum, maka jadilah kehendak-Mu!

P: Dan ketika kembali pula, Ia mendapati murid-murid-Nya sedang tidur, sebab mata mereka sudah berat. Yesus membiarkan mereka, lalu pergi dan berdoa untuk ketiga kalinya, dan Ia mengucapkan doa yang sama. Sesudah itu Ia kembali kepuda murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka:

K: Tidurlah sekarang, dan beristirahatlah! Lihat, saatnya sudah tiba, Putra Manusia diserahkan ke tangan orang-orang berdosa. Bangunlah, marilah kita pergi. Dia yang menyerahkan Daku, sudah dekat.

P: waktu Yesus masih berbicara, datanglah Yudas, salah seorang dari kedua belas murid Yesus, dan bersama dia datang pula suatu rombongan besar orang yang membawa pedang dan pentung, mereka itu suruhan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi. Orang yang menyerahkan Yesus, telah memberitahukan tanda ini kepada mereka:

R: Orang yang akan kucium, itulah Dia, dialah yang harus kamu tangkap!

P: Segera Yudas maju dan mendapatkan Yesus dan berkata:

R: Salam, ya Rabi!

P: Lalu ia mencium Yesus. Tetapi Yesus berkata kepadanya:

K: Hai teman, untuk itukah engkau datang?

P: Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap Dia. Tetapi salah seorang dari mereka yang menyertai Yesus, mengulurkan tangan, menghunus pedang, dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung, sehingga terpotonglah telinganya. Maka kata Yesus kepadanya:

K: Masukkan pedang itu kembali ke dalam sarungnya, sebab barangsiapa menggunakan pedang, ia akan binasa oleh pedang. Atau kausangka Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya segera Ia kirim lebih dari dua belas pasukan malaikat untuk membantu Aku? Tetapi kalau begitu, bagaimanakah akan terpenuhi apa yang tertulis dalam Kitab Suci, yang mengatakan bahwa harus terjadi demikian

P: Lalu Yesus berkata kepada orang banyak itu:

K: Sangkamu Aku ini penyamun, sehingga kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung, untuk menangkap Daku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Daku. Akan tetapi semua ini terjadi supaya terpenuhilah apa yang tertulis dalam kitab nabi-nabi.

P: Lalu semua murid meninggalkan Yesus dan melarikan diri. P Sesudah menangkap Yesus, mereka membawa Dia menghadap Kayafas, Imam Agung. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua. Petrus mengikuti Yesus dari jauh, sampai masuk ke halaman rumah Imam Agung. Setelah masuk ke dalam, Petrus duduk di tengah-tengah para pengawal, untuk melihat kesudahan dan perkara itu. Imam-imam kepala, malah seluruh Mahkamah Agama, mencari kesaksian palsu terhadap Yesus, supaya Ia dapat dihukum mati. Tetapi mereka tidak mendapat bukti apa-apa, walaupun tampil banyak saksi dusta. Akhirnya tampillah dua orang yang mengatakan:

R: Orang ini berkata, ‘Aku dapat merobohkan Bait Allah dan membangunnya kembali dalam waktu tiga hari.’

P: Lalu Imam Agung itu berdiri dan berkata kepada Yesus:

R: Tidakkah Engkau memberjawab atas tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?

P: Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Agung kepada-Nya:

R: Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami: Apakah Engkau Mesias, Putra Allah, atau bukan!

P: Jawab Yesus:

K: Engkau mengatakannya. Aku berkata kepadamu: Mulai sekarang kamu akan melihat Putra Manusia duduk di sebelah kanan Allah yang Maha Kuasa dan datang di atas awan-awan di langit!

P: Maka Imam Agung mengoyakkan pakaiannya dan berkata:

R: Dia menghojat Allah! Untuk apa kita mencari saksi lagi! Sekarang telah kamu dengar hojat-Nya. Bagaimana pendapatmu?

P: Mereka menjawab:

R: Ia harus dihukum mati!

P: Lalu mereka meludahi wajah Yesus dan menampar Dia. Ada orang lain memukul Dia dan berkata:

R: Coba katakanlah kepada kami, hail Mesias, siapakah yang memukul Engkau?

P: Sementara itu Petrus duduk di luar, di halaman. Maka datanglah seorang pelayan wanita kepadanya dan berkata:

R: Engkau juga selalu bersama dengan Yesus, orang Galilea itu!

P: Tetapi Petrus menyangkal di depan semua orang, katanya:

R: Aku tidak tahu apa yang kaumaksudkan!

P: Ketika Petrus pergi ke pintu gerbang, seorang wanita lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ:

R: Orang ini bersama dengan Yesus, orang Nazaret itu!

P: Tetapi Petrus menyangkal lagi dengan bersumpah, katanya:

K: Aku tidak kenal orang itu!

P: Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata

K: Pasti engkau pun salah seorang dari mereka! Itu jelas dari bahasamu!

P: Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah:

R: Aku tidak kenal orang itu!

P: Dan pada saat itu berkokoklah ayam. Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok, engkau akan menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedih. Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan kaum tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan bahwa Yesus harus dibunuh. Maka Yesus dibelenggu, lalu mereka menyerahkan Dia kepada Pilatus, yang adalah wali negeri. Ketika Yudas, yang telah menyerahkan Yesus, melihat bahwa Yesus tclah dijatuhi hukuman mati, menyesallah dia. Lalu ia mengembalikan uang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan kaum tua-tua, sambil berkata:

R: Aku telah berdosa, karena menyerahkan darah orang yang tidak bersalah!

P: Tetapi jawab mereka:

R: Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!

P: Maka Yudas melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri Imam-imam kepala. memungut. uang itu dan berkata:

R Uang ini tidak boleh dimasukkan ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah!

P: Sesudah berunding, maka dengan uang itu mereka membeli sebidang tanah, yang disebut Tanah Tukang Periuk, untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. Itulah sebabnya sampai hari ini tanah itu disebut Tanah Darah. Dengan demikian terpenuhilah Fiman yang disampaikan oleh Nabi. Yeremia, katanya, Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk satu orang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, dan meraka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesan Tuhan kepadaku.” Lalu Yesus dihadapkan kepada walinegeri, yakni Pilatus. Dan walinegeri itu bertanya kepada Yesus:

R: Benarkah Engkau raja orang Yahudi?

P: Jawab Yesus:

K: Engkau sendiri mengatakannya!

P: Tetapi atas tuduhan yang diajukan oleh imam-imam kepala dan kaum tua-tua terhadap diri-Nya, Yesus tidak memberi jawab apa pun. Maka kata Pilatus kepada-Nya:

R: Tidakkah Engkau dengar betapa banyak tuduhan saksi-saksi ini terhadap Engkau?

P: Tetapi Yesus tidak menjawab sepatah kata pun, sehingga walinegeri itu sangat heran. Telah menjadi kebiasaan bagi walinegeri untuk membebaskan seorang hukuman pada tiap hari raya sesuai dengan pilihan rakyat. Pada waktu itu ada dalam penjara seorang yang terkenal karena kejahatannya, namanya Barabas. Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus bertanya kepada mereka:

R: Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu: Barabas? Ataukah Yesus, yang disebut Kristus?

P: Pilatus sebenarnya tahu bahwa mereka telah menyerahkan Yesus karena dengki. Ketika Pilatus sedang duduk di kursi pengadilan. isterinya mengirim pesan kepadanya:

R: Jangan engkau mencampuri perkara orang yang saleh ini, sebab dalam mimpi tadi malam aku sangat menderita karena Dia.

P: Tetapi karena hasutan imam-imam kepala dan kaum tua-tua. rakyat bertekad meminta supaya Barabaslah yang dibebaskan dan Yesus dihukum mati. Wallnegeri menjawab dan bertanya lagi kepada mereka:

R: Siapa di antara kedua orang ini yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu?

P: Kata mereka:

R: Barabas!

P: Kata Pilatus kepada mereka:

R: Kalau begitu, apa yang harus kubuat dengan Yesus yang disebut Kristus?”

P: Mereka semua berseru:

R: la harus disalibkan!

P: Kata Pilatus:

R: Tetapi kejahatan apa yang telah dilakukan-Nya?

P: Namun semakin keras mereka berteriak,

R: Ia harus disalibkan!

P: Pilatus melihat bahwa segala usahanya percuma, malah sudah mulai timbul kekacauan. Maka la mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan rakyat. seraya berkata: Aku tidak bersalah terhadap darah orang inil Itu urusan kamu sendiri!

P: Dan seluruh rakyat itu menjawab:

R: Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami! Lalu Pilatus membebaskan Barabas bagi mereka. tetapi ia menyuruh supaya Yesus didera; lalu ia menyerahkan Dia untuk disalibkan. Para serdadu walinegeri membawa Yesus ke gedung pengadilan, lalu memanggil seluruh pasukan berkumpul di sekeliling Yesus. Mereka menanggalkan pakaian Yesus dan mengenakan sebuah mantel berwarna ungu pada-Nya. Mereka mengenyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala Yesus, lalu memberi Dia sebatang buluh dl tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya serta mengolok-olok Dia dengan berkata:

R: Salam. hai raja orang Yahudi!

P: Mereka meludahi Yesus, lalu mengambil buluh itu, dan dengan buluh itu memukul kepala-Nya. Sesudah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan mantol itu dari pada-Nya dan mengenakan kembali pada-Nya pakaian-Nya sendiri. Kemudian mereka membawa Yesus keluar untuk disalibkan.

P: Ketika berjalan ke luar kota, mereka berjumpa dengan seorang dari Kirene. yang bernama Simon Orang itu mereka paksa untuk memikul salib Yesus. Maka sampailah mereka ke tempat yang bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. Lalu mereka memberi Yesus minum anggur bercampur empedu. Tetapi setelah mengecapnya. Yesus tidak mau meminumnya. Sesudah menyalibkan Yesus, para serdadu membagi-bagi pakaian Yesus dengan membuang undi. Lalu mereka duduk di situ menjaga Dia. Di atas kepala Yesus terpasang tulisan yang menyebut alasan mengapa la dihukum, yaitu: ‘Inilah Yesus Raja Orang Yahudi’. Bersama dengan Dia disalibkan dua orang penyamun seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. Orang-orang yang lewat di situ, mengejek Yesus dan sambil menggelengkan kepala, mereka berkata:

R: Hai, Engkau yang mau merobohkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, selamatkanlah diri-Mu! Jika Engkau Putra Allah, turunlah dari salib!

P: Demikian juga imam-imam kepala bersama para ahli Taurat dan orang tua-tua mengolok-olok Yesus dan berkata:

R: Orang lain diselamatkan-Nya. tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat la selamatkan! Dia raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib. barulah kami akan percaya kepada-Nya! la menaruh harapan-Nya pada Allah, biarlah Allah menyelamatkan Dia jika Allah berkenan kepada-Nya! Karena la telah berkata, ‘Aku adalah Putra Allah.”

P: Bahkan kedua penyamun yang disalihkan bersama dengan Yesus, menghinakan Dia juga. Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah. itu sampai jam tiga. Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring:

K: Eli, Eli. lama sabakhtani!

P: Artinya, ‘Allahku, ya Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Dakul’ Mendengar itu, beberapa orang yang berdiri di situ, berkata:

R: Ia memanggil Elia!

P: Dan segera seorang dari mereka datang mendekat. ia mengambil bunga karang, mencelupkannya ke dalam anggur asam, lalu mencucukkannya pada sebatang buluh dan memberi Yesus minum. Tetapi orang-orang lain berkata:

R: Jangan! Baiklah kita lihat apakah Elia datang menyelamatkan Dia

P: Yesus berseru lagi dengan suara nyaring, lalu menyerahkan nyawa-Nya. Semua hening sejenak merenungkan wafat Tahan.

P: Dan lihat, tirai di Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah. Dan terjadilah gempa bumi; bukit-bukit batu terbelah, kubur-kubur terbuka, dan banyak orang kudus yang telah meninggal, bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur. lalu masuk ke kota suci. dan menampakkan diri kepada banyak orang. Ketika menyaksikan gempa bumi dan apa yang telah terjadi, kepala pasukan dan para praiu rit yang menjaga Yesus, berkata:

R: Sungguh. orang ini adalah Putra Allah!

P: Adapula di situ banyak wanita yang memandang dari jauh, yaitu wanita-wanita yang mengikuti Yesus dari Galilea untuk melayani Dia. Di antara mereka terdapatlah Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Yusuf dan ibu anak-anak Zebedeus. Menjelang malam datanglah seorang kaya, yang berasal dari Arimatea. yang bernama Yusuf; yang telah menjadi murid Yesus juga. Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta jenazah Yesus. Maka Pilatus memberi perintah supaya jenazah Yesus diserahkan kepadanya. Lalu Yusuf menurunkan jenazah Yesus, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih, lalu membaringkannya di dalam kuburnya sendiri yang baru saja dia gali dalam bukit batu. Sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pulanglah ia. Tetapi Maria Magdalena dan Maria yang lain tinggal di situ, sambil duduk di depan kubur. Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan. datanglah imam-imam kepala bersama dengan orang-orang Farisi menghadap Pilatus. Kata mereka kepada Pilatus:

R: Tuan, kami ingat bahwa si penyesat itu, sewaktu ia masih hidup, berkata, ‘Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.” Karena itu, perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga. Kalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang mencuri jenazah-Nya, lalu mengatakan kepada rakyat, ‘Ia telah bangkit dari antara orang mati!’ Penyesatan ini akan lebih buruk akibatnya daripada yang sebelumnya!

P: Kata Pilatus kepada mereka:

R: Ini penjaga-penjaga bagimu; pergilah dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya!

P: Maka pergilah mereka, dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeteraikan kubur Yesus dan mengatur penjagaannya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

***

Sorak Sorai yang Berujung Salib

Minggu Palma adalah pintu gerbang menuju Pekan Suci, sebuah pekan yang penuh dengan kontradiksi batin. Kita memulai liturgi dengan lambaian daun palma dan seruan “Hosana!”, sebuah perayaan untuk menyambut Yesus sebagai Raja yang jaya. Namun, dalam waktu yang sangat singkat, suasana itu berubah drastis melalui pembacaan Kisah Sengsara. Sosok yang dielu-elukan sebagai Raja kini menjadi seorang Terhukum yang ditinggalkan, dikhianati, dan disalibkan.

Dalam teks Matius, kita melihat betapa rapuhnya kesetiaan manusia. Pengkhianatan tidak datang dari musuh yang jauh, melainkan dari lingkaran dalam, yaitu Yudas Iskariot yang menjual Gurunya demi tiga puluh keping perak. Kita juga melihat Petrus, yang dengan penuh percaya diri berjanji akan setia sampai mati, namun akhirnya menyangkal Yesus tiga kali sebelum ayam berkokok. Peristiwa ini mengajak kita bercermin: seberapa sering kita juga “menjual” prinsip iman kita demi keuntungan duniawi, atau menyangkal kehadiran Yesus dalam diri sesama yang menderita demi keamanan diri kita sendiri?

Puncak dari renungan ini adalah kesunyian dan ketaatan Yesus. Di taman Getsemani, Ia bergumul dengan ketakutan yang amat sangat, namun Ia memilih untuk menundukkan kehendak kemanusiaan-Nya di bawah kehendak Bapa: “Jadilah kehendak-Mu.” Yesus tidak membalas kekerasan dengan kekerasan, tidak membalas makian dengan makian. Ia menjalani setiap penghinaan, mulai dari pengadilan yang tidak adil di hadapan Kayafas hingga pencambukan di pelataran Pilatus, dengan ketenangan yang menghancurkan kesombongan dunia.

Minggu Palma mengajarkan kita bahwa mengikuti Kristus bukan hanya tentang merayakan kemenangan-Nya, tetapi juga tentang kesediaan untuk berjalan bersama-Nya menuju Kalvari. Seruan “Hosana” kita hari ini akan diuji oleh kesetiaan kita saat menghadapi “salib” dalam kehidupan sehari-hari. Apakah kita tetap akan mengakui-Nya sebagai Raja saat situasi hidup kita sedang terpuruk dan pahit? Kristus yang tergantung di salib adalah tanda cinta Allah yang paling radikal. Ia menjadi miskin agar kita kaya, Ia menjadi terhukum agar kita bebas. Mari kita memasuki Pekan Suci ini bukan hanya sebagai penonton sejarah, melainkan sebagai murid yang mau memikul salib masing-masing dengan penuh harapan, sebab kita tahu bahwa setelah kegelapan Jumat Agung, terang Kebangkitan pasti akan datang.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Sang Raja Damai, kami bersyukur atas kasih-Mu yang tanpa batas, yang telah membawa-Mu menempuh jalan salib demi keselamatan kami. Ampunilah kami, jika seringkali mulut kami berseru memuji-Mu, namun tindakan kami justru menyangkal-Mu. Berilah kami keteguhan hati seperti Bunda Maria yang setia berdiri di kaki salib.

Curahkanlah rahmat kekuatan agar kami tidak lari saat menghadapi penderitaan, melainkan mampu melihatnya sebagai jalan menuju kemuliaan bersama-Mu. Semoga daun-daun palma yang kami pegang hari ini menjadi tanda penyerahan diri kami seutuhnya kepada kedaulatan-Mu. Sebab Engkaulah Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. Amin.

***

Santo Bertold, Rahib

Bertold dikenal sebagai seorang rahib. Bersama kawannya Brokard, Bertold bertapa di Gunung Karmel, Palestina dan mendirikan Ordo Karmel pada awal abad ke 13. Brokard sangat dihormati oleh orang Islam.

Santo Yonah dan Berijesu, Martir

Martir kakak beradik ini disiksa hingga mati karena meneguhkan iman banyak orang Kristen di berbagai penjara Persia. Yonah ditindih dengan press sampai mati, sedangkan adiknya Berikjesu menemui ajalnya setelah dituangkan ter panas kedalam mulutnya. Keduanya tak gentar sedikitpun menghadapi siksaan yang ditimpakan atas mereka. Mereka bahkan bersyukur karena turut serta bersama Yesus dalam penderitaannya untuk menyelamatkan manusia.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

makna simbol panen dalam budaya visualidentitas visual dalam desain permainantren permainan mobile yang terus berubahmekanisme permainan digitalperbedaan struktur desain permainanmekanisme keacakan dalam sistem digitaldinamika sistem permainan digitalelemen visual dalam desain digitalmemahami data statistik permainankonsep volatilitas dalam sistem digitaladaptasi budaya tradisional ke media digitalevolusi tampilan permainan modernperpaduan tradisi dan desain digitalpergeseran pola hiburan masyarakatakses hiburan digital masyarakatmahjong dalam budaya populer digitalperkembangan format hiburan digitalsejarah panjang permainan mahjongperkembangan konten digital kreatifanalisis interaksi dalam game digitaldampak digitalisasi pada hiburanevolusi game sebagai ruang sosialevolusi desain visual digitaladaptasi permainan klasik ke format digitaljejak visual klasik dalam desain modernperkembangan visual Mahjong Ways 2ragam platform permainan digitalcara kerja putaran acakkecepatan spin dan kemunculan scatterpilihan hiburan digital masa kiniliterasi hiburan digitalhiburan digital dan risiko kecanduandampak teknologi pada kebiasaan bermainedukasi kebiasaan bermain sehatmembangun batasan bermainpendidikan literasi digitalmenyikapi tren game digitalmengenali batas hiburan digitalperlindungan pengguna game digitalkesadaran risiko judi onlineedukasi bahaya judi onlinekesadaran kolektif hiburan digitalinteraksi sehat dengan game digitalpembinaan positif generasi digitaledukasi sebagai perlindungan penggunapencegahan judi online lewat edukasirisiko judi onlinepentingnya batas anggaranmemahami RTP dengan benarmemahami fitur pengganda
Pragmatic Play Menghubungkan Indikator Operasional dengan Pengukuran MultidimensiResampling Temporal Menyetarakan Interval untuk Perbandingan Deret ObservasionalStratifikasi Mahjong Wins 3 Membentuk Kelompok Pengamatan secara BertingkatSuperposisi Gates of Olympus Membentuk Hubungan Lapisan Antarobjek GrafisSweet Bonanza 1000 Mengombinasikan Bentuk melalui Pola Visual BerulangAnalisa Residual Terstandar Mengidentifikasi Penyimpangan pada Hasil PemodelanAnalitik Sekuensial Membaca Perubahan Informasi selama Observasi BertambahBreusch-Pagan Test Menguji Perubahan Varians Residual dalam Model RegresiCross Correlation Mengukur Kesamaan Dua Deret pada Pergeseran WaktuDistribusi Session Game Online Menyeimbangkan Aktivitas pada Beberapa NoderDurbin-Watson Statistic Mengukur Autokorelasi Residual pada Urutan PengamatanEksplorasi Spektral Mengidentifikasi Periodisitas dalam Rangkaian Data TemporalElastic Net Menggabungkan Penalti untuk Menstabilkan Seleksi VariabelEvaluasi Robust Menguji Konsistensi Hasil ketika Parameter DisesuaikanGame Digital Menggunakan Object Pooling untuk Efisiensi Pemrosesan ElemenGates of Olympus Membentuk Titik Pandang dengan Konvergensi GarisIndeks Similaritas Mahjong Wins 3 Mengukur Kesamaan Susunan AntarsampelIsolasi Proses Kasino Online Membatasi Dampak Gangguan Antarservice InfrastrukturKasino Digital Menerapkan Distributed Scheduling untuk Mengatur Beban KomputasiKasino Online Mengembangkan Backpressure guna Mengendalikan Lonjakan Permintaan SistemKuantifikasi Pragmatic Play Mengubah Indikator Sistem menjadi Ukuran TerbandingKuantisasi Data Mengelompokkan Nilai berdasarkan Tingkat Resolusi TertentuLive Casino Mengelola Sinkronisasi Aliran pada Kanal Transmisi ParalelLucky Neko Menata Elemen Visual melalui Keseimbangan Ruang GrafisMahjong Kasino Online Mengelola Rekaman Aktivitas melalui Urutan TemporalMahjong Ways 2 Menguji Konsistensi Susunan melalui Matriks KeterhubunganMahjong Wins 2 Menilai Homogenitas Susunan pada Kelompok ObservasiMahjong Wins 3 Mengurai Komposisi melalui Segmentasi Sampel BertingkatMarkovianitas Mengkaji Ketergantungan Kondisi terhadap Keadaan SebelumnyaMultiplexing Live Casino Menggabungkan Sejumlah Kanal dalam Jalur TransmisiParalaks Gates of Olympus Mempertegas Persepsi Jarak Antarbidang VisualPenandaan Mahjong Kasino Online Memisahkan Aktivitas berdasarkan Referensi WaktuPersentil Statistik Menempatkan Observasi berdasarkan Posisi dalam DistribusiPersistensi Temporal Mengukur Keberlanjutan Karakter pada Rangkaian ObservasiPG Soft Mengembangkan Mekanisme Pemantauan untuk Infrastruktur Komputasi AdaptifPragmatic Play Mengembangkan Kerangka Pengukuran melalui Parameter Sistem TerstrukturReflektivitas Starlight Princess 1000 Membentuk Karakter Cahaya pada ObjekRegularitas Data Menunjukkan Konsistensi Pola dalam Interval PengamatanRTP Menggambarkan Konvergensi Teoretis melalui Pengamatan Berjangka PanjangScatter Hitam Menghasilkan Profil Frekuensi pada Interval Observasi Berlainan
Redundansi Fungsional Menjaga Kontinuitas ketika Salah Satu Komponen BerubahResidu Statistik Menunjukkan Selisih antara Observasi dan Nilai ModelSharding Game Online Membagi Pemrosesan berdasarkan Kelompok Aktivitas SistemSiluet Wild Bandito Memperjelas Pemisahan Bentuk dalam Komposisi GrafisSmoothing Adaptif Mengurangi Fluktuasi tanpa Menghilangkan Tren UtamaStarlight Princess 1000 Mengatur Intensitas Cahaya melalui Lapisan VisualSweet Bonanza 1000 Menghadirkan Keseimbangan Warna melalui Susunan KontrasTelemetrik PG Soft Merekam Parameter Operasional untuk Evaluasi BerkelanjutanVariogram Mengukur Perubahan Ketergantungan berdasarkan Jarak AntarobservasiWild Bandito Mengatur Hierarki Objek melalui Perbedaan Skala GrafisBlocking Statistik Mengelompokkan Observasi untuk Mengendalikan Variasi EksternalCross Validation Menguji Generalisasi Model pada Partisi Data BerbedaDiagnostik Prediktif Menilai Kesesuaian Estimasi melalui Galat ObservasionalDifferencing Temporal Mengurangi Tren pada Rangkaian Pengamatan BerurutanDispersivitas Mahjong Wins 2 Membandingkan Penyebaran Elemen AntarperiodeEmpirical Bayes Menggabungkan Informasi Sampel dengan Estimasi PriorEstimasi RTP Live Mengukur Rentang Ketidakpastian dari Sampel BerjalanGame Online Menerapkan State Replication untuk Keselarasan Informasi AntarsesiGates of Olympus Membentuk Orientasi Ruang melalui Perspektif KonvergenImputasi Multivariat Memperkirakan Nilai Hilang melalui Hubungan AntarvariabelKernel Density Membentuk Estimasi Sebaran tanpa Distribusi Parametrik TetapKetidakpastian Sampling RTP Menunjukkan Rentang Variasi pada Sampel PendekLatensi Internal Pragmatic Play Mengukur Respons Antarproses dalam InfrastrukturLive Casino Mengembangkan Adaptive Buffering untuk Menjaga Kelancaran AliranLucky Neko Menata Aksen Warna untuk Memperjelas Hierarki KomposisiMahjong Kasino Online Menyusun Kepadatan Sesi berdasarkan Blok TemporalMahjong Ways 2 Membandingkan Stabilitas Elemen pada Segmen BerurutanMahjong Wins 2 Menaksir Keteraturan Formasi berdasarkan Distribusi DiskretMahjong Wins 3 Membandingkan Persistensi Elemen pada Kelompok SekuensialMetodelogi Pengamatan Longitudinal Membandingkan Perubahan Data Antarperiode TerukurModernisasi Infrastruktur Analitik Mempercepat Pengolahan Data pada Sistem TerdistribusiModularitas Bentuk Sweet Bonanza 1000 Membentuk Susunan Grafis TeraturObservasi Berstrata Membandingkan Karakter Data pada Kelompok TerpisahOrientasi Diagonal Wild Bandito Membangun Gerak Visual dalam KomposisiParadigma Probabilistik Menempatkan Ketidakpastian sebagai Bagian dari InterpretasiPartial Autocorrelation Memisahkan Hubungan Langsung pada Beberapa Lag TemporalPeninjauan Distribusi Bersama Menggambarkan Hubungan antara Variabel ObservasionalPG Soft Mengelola Service Discovery pada Infrastruktur MultikomponenPragmatic Play Menggunakan Metrics Pipeline bagi Pemantauan InfrastrukturProbabilitas Marginal Scatter Hitam Menggambarkan Proporsi Kemunculan Setiap KelompokDesain Ubin Mahjong Ways 2 Mempertegas Identitas Visual yang Berbeda dari Generasi PertamaDetail Animasi Mahjong Ways 2 Mengubah Cara Pemain Menangkap Informasi Selama PermainanPembaruan Warna dan Efek Membentuk Nuansa Baru dalam Tampilan Mahjong Ways 2Antarmuka Roulette Beradaptasi dengan Layar Smartphone melalui Tata Letak yang Lebih RingkasDaya Tahan Roulette Bertumpu pada Mekanisme Sederhana di Tengah Bertambahnya Format KasinoBaccarat Menjangkau Pengguna Digital tanpa Meninggalkan Struktur Dasar Permainan Meja KlasikTransformasi Baccarat ke Live Streaming Mengubah Cara Pemain Mengikuti Jalannya PermainanDealer Menjadi Pusat Interaksi yang Membentuk Dinamika Real-Time dalam Baccarat LiveKesederhanaan Antarmuka Baccarat Menyembunyikan Proses Digital yang Bekerja di Balik LayarTeknologi Modern Memperbarui Penyajian Baccarat tanpa Menghapus Jejak Sejarah PermainannyaDari Ruang Kasino ke Platform Online Baccarat Mengalami Perubahan Cara Akses yang SignifikanTingkat Volatilitas Membentuk Ritme Permainan dan Variasi Pengalaman yang Dirasakan PenggunaFluktuasi Hasil Digital Perlu Dibedakan dari Pola yang Benar-Benar Memiliki Dasar StatistikVolatilitas Membantu Menjelaskan Hubungan antara Frekuensi Hasil dan Besarnya Perubahan NilaiStudio Digital Menandai Tahap Baru Perkembangan Live Casino Setelah Era Streaming SederhanaSistem Komunikasi Real-Time Memungkinkan Dealer Live Merespons Pemain Selama Permainan BerlangsungTeknologi Siaran Langsung Memindahkan Pengalaman Meja Kasino ke Perangkat PenggunaTata Letak Studio Menentukan Efisiensi Produksi dan Keterbacaan Visual dalam Live CasinoLatensi Rendah Memperpendek Jeda Interaksi dan Membuat Siaran Live Casino Lebih ResponsifPengelolaan Banyak Meja Live Bergantung pada Sinkronisasi Video, Data, dan Operasional Studio
Exit mobile version