“Membeli takjil di pinggir jalan,
Pulangnya mampir membeli roti.
Meskipun sibuk mempersiapkan libur Idulfitri,
111 umat Kraksaan memilih datang ke rekoleksi”
Kraksaan, Probolinggo – Kehangatan menyelimuti halaman Gereja Katolik Paroki Santo Paulus Kraksaan, Probolinggo, Jawa Timur, pada Selasa malam, 17 Maret 2026. Dalam suasana penuh kekeluargaan, sebanyak 111 umat berkumpul dan duduk bersama di ruang terbuka untuk mengikuti Rekoleksi APP (Aksi Puasa Pembangunan). Acara yang berlangsung santai namun khidmat ini dibuka dengan momen makan malam sederhana, saat setiap umat merasakan kebersamaan yang nyata.
“Di tengah orang bingung mudik dan liburan. Malam ini, Selasa, 17 Maret 2026, Kami sebanyak 111 umat Santo Paulus Kraksaan mengadakan rekoleksi. Rekoleksi dibuka dengan misa harian pukul 17.30,” kata Rm Fadjar Tedjo Sukarno, Pastor Kepala Paroki St Paulus Kraksaan, dalam keterangannya.
Rekoleksi kali ini mengusung tajuk “Analog Heart in a Digital World”, sebuah tema relevan yang menjadi penutup rangkaian gerak bersama Masa Prapaskah di Keuskupan Malang. Topik ini selaras dengan tema besar keuskupan tahun 2026, yakni “Berjalan Bersama Menjadi Pembawa Berkat di Era Kecerdasan Digital”.
Meski tanpa mengundang narasumber eksternal melainkan dari umat untuk umat, peserta diajak untuk tetap memiliki “hati yang analog”—hati yang penuh empati, kasih, dan kehadiran nyata—meskipun kini hidup di tengah kepungan teknologi dan kecerdasan buatan yang serba cepat. “Kami tidak mengundang nara sumber tapi justru diperkaya dengan saling memberi,” jelas Romo Fadjar.
Suasana malam semakin hidup dengan sesi menyanyi bersama yang membangkitkan semangat, disusul dengan pemutaran video rekapitulasi berbagai kegiatan selama masa APP. Sebagai bentuk apresiasi terhadap keterlibatan generasi muda, panitia memberikan penghargaan khusus kepada para konten kreator dan pewarta muda paroki yang telah aktif mewartakan kasih di dunia digital.
Seluruh rangkaian acara ditutup dengan momen refleksi yang mendalam melalui Doa Taize, membawa setiap umat yang hadir dalam keheningan doa di bawah langit malam Kraksaan. (*)



