MERAUKE, Pena Katolik – Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi, MSC, secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Provinsi Papua Selatan. Upacara pengukuhan yang berlangsung khidmat dalam perayaan Misa Kudus pada Minggu, 15 Maret 2026 ini, dihadiri oleh ratusan umat serta perwakilan DPC ISKA dari Kabupaten Merauke, Asmat, Boven Digoel, dan Mappi.
Dalam homilinya, Mgr. Mandagi menekankan bahwa gelar sarjana bagi seorang penganut Katolik harus memiliki nilai tambah bagi Gereja dan masyarakat. Ia mengingatkan para anggota ISKA agar menjauhkan diri dari sikap sombong.
“Bergelar sarjana hendaklah menjadi pribadi yang istimewa bagi Gereja dan bangsa. Intelektualitas ISKA harus berguna untuk mengubah masyarakat menjadi lebih baik,” tegas Mgr. Mandagi.
Mgr. Mandagi mengajak para sarjana untuk meneladani sosok St. Thomas Aquinas dan St. Fransiskus Xaverius, yang tidak hanya dikenal karena kecerdasannya yang luar biasa, tetapi juga karena ketaatan dan kedekatannya dengan Tuhan. Mgr. Mandagi berpesan agar penguasaan ilmu pengetahuan harus sejalan dengan pertumbuhan iman.
Sebagai simbol perutusan, Mgr. Mandagi memercikkan air suci kepada seluruh pengurus DPD ISKA Papua Selatan, seraya berpesan agar mereka bertanggung jawab atas gelar akademik yang disandang demi kepentingan kemanusiaan.
Ketua DPD ISKA Provinsi Papua Selatan, Yoseph Albin Gebze, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa pembentukan pengurus ini merupakan langkah awal untuk menjalankan program kerja yang telah disepakati bersama.
“Terima kasih atas kehadiran dan komitmen rekan-rekan. Lembaga ini harus menanggalkan sikap apatis. Kita harus tetap berjuang agar ISKA eksis dan memberikan kontribusi nyata,” ujar Yoseph.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum DPP ISKA, Luki Yusgiantoro, yang turut hadir memantau jalannya Rapat Kerja (Raker) di Aula Hotel Halogen, Sabtu (14/3), menyatakan rasa bangganya atas antusiasme di Papua Selatan. Meski memiliki kesibukan profesional di SKK Migas, Luki berkomitmen untuk terus mengawal perkembangan ISKA di wilayah Timur Indonesia.
Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, yang hadir dalam rangkaian acara tersebut, menaruh harapan besar agar ISKA menjadi motor penggerak pembangunan. Ia mendorong para sarjana Katolik untuk memperbanyak ruang diskusi intelektual dan menjauhi penyebaran berita bohong (hoaks).
“ISKA harus menjadi lembaga intelektual untuk memperkuat iman katolik juga negara,” katanya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya: Frederikus Gebze (Mantan Bupati Merauke); Agustinus Joko Guritno (Asisten I Setda Provinsi Papua Selatan); Romo Aloisius Batmnyanik, MSC (Perwakilan Keuskupan Agung Merauke); Jajaran Kepala Dinas di lingkungan Pemprov Papua Selatan, Kapolres Merauke; serta perwakilan organisasi wanita (WKRI) dan organisasi Katolik lainnya. (Agapitus Batbual/Merauke)




