SURABAYA, Pena Katolik – Dominikan Awam Chapter St. Thomas Aquinas Surabaya sukses menggelar program Blood 3.0 pada Minggu, 1 Maret 2026. Bertempat di Klinik Pratama Redemptor Mundi, kegiatan ini menggandeng FK Universitas Hang Tuah, ITD RSUD Dr. Soetomo, dan Nobel Audiology Center.
Program tahun ketiga ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan cerminan cara hidup para Rasul. Melalui pilar Kerasulan, para anggota menggabungkan nilai spiritual dengan tindakan nyata bagi masyarakat.
Tercatat sebanyak 104 orang berpartisipasi dalam edukasi kesehatan serta pemeriksaan glukosa dan gangguan dengar. Selain itu, terdapat 81 relawan donor darah yang berhasil mengumpulkan 55 kantong darah.
Dalam sesi edukasi, dr. Verna Biutifasari, Sp.PK memaparkan pentingnya deteksi alergi melalui pemeriksaan laboratorium. Ia memperingatkan fenomena Allergic March, di mana alergi yang tidak diobati dapat berkembang menjadi kondisi kronis.
Laksma (Purn) dr. Sulantari, Sp.T.H.T.B.K.L juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan pendengaran. Pemantauan kesehatan pendengaran sangat krusial karena berdampak langsung pada kemampuan berpikir dan interaksi sosial. Gangguan ini sering kali disebut sebagai “disabilitas yang tidak tampak” karena gejalanya tidak terlihat secara fisik.
Deteksi dini pada anak wajib dilakukan selama masa kritis perkembangan bicara, yakni antara usia 0 hingga 3 tahun. Penanganan yang cepat pada periode ini memastikan tumbuh kembang komunikasi anak berjalan optimal.
Sementara itu, masalah pendengaran pada lansia atau presbiakusis juga menjadi perhatian karena berisiko memicu isolasi sosial dan demensia. Hal ini terjadi karena otak yang kurang rangsangan suara cenderung mengalami penyusutan lebih cepat.
Wujud Nyata Veritas
Blood 3.0 merupakan tradisi khas dari Dominikan Awam Chapter St. Thomas Aquinas. Kegiatan ini bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan wujud nyata dari cara hidup para Rasul.
Program ini menjadi garda terdepan dalam menggabungkan nilai spiritual dengan tindakan konkret. Fokus utamanya adalah menjalankan misi melalui salah satu dari empat pilar Dominikan, yaitu Pilar Kerasulan.
Semangat Veritas diwujudkan dengan melawan informasi salah atau hoaks di bidang kesehatan. Edukasi berbasis fakta ilmiah menjadi bentuk “pewartaan” yang mencerahkan sekaligus menyentuh hati masyarakat.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kehadiran Gereja yang terbuka dan peduli pada penderitaan sesama. Edukasi dan donor darah ini adalah penerapan prinsip Salus Animarum atau keselamatan jiwa bagi setiap Dominikan.
