Home BERITA TERKINI Aksi Puasa Pembangunan untuk Seminari Pastor Bonus

Aksi Puasa Pembangunan untuk Seminari Pastor Bonus

0

MERAUKE, Pena Katolik – Keluarga Besar Nangaroro Merauke mengunjungi Seminari Pastor Bonus Keuskupan Agung Merauke (KAMe) pada Minggu Prapaskah III, 8 Maret 2026. Kunjungan ini merupakan wujud nyata Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 dari komunitas asal Nusa Tenggara Timur tersebut.

Romo France Luan menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan berupa beras, telur, minyak goreng, hingga peralatan mandi. Menurutnya, donasi ini sangat membantu kebutuhan operasional para siswa yang sedang menempuh pendidikan calon imam.

Komunitas Nangaroro sendiri terdiri dari sekitar 50 anggota dari 16 kepala keluarga yang rutin menggelar pertemuan bulanan. Mereka sepakat menyisihkan kelebihan rezeki untuk mendukung lembaga pendidikan calon imam yang berlokasi di Kelurahan Kelapa Lima tersebut.

Romo France berharap dukungan umat terus mengalir agar kualitas pendidikan di seminari semakin meningkat. Ia juga mendorong para orang tua agar tidak ragu menyekolahkan anaknya menjadi imam demi keberlanjutan generasi gereja di masa depan.

“Kita tidak hanya sekadar mencetak imam, tetapi membentuk imam yang tangguh untuk zaman sekarang,” tegas Romo France. Saat ini, Seminari Pastor Bonus membina 85 siswa serta 9 orang di Kelas Persiapan Atas (KPA).

Dalam operasionalnya, para seminaris didampingi oleh 5 imam pembina dan seorang frater. Kelancaran konsumsi harian mereka juga dibantu oleh tiga petugas dapur yang setia melayani setiap hari.

Perwakilan keluarga Nangaroro, Felix Faloys Sando, menyatakan bahwa banyak imam lahir dari latar belakang keluarga sederhana atau transmigran. Ia berharap semangat berdoa dan berbagi ini terus terjaga di lingkungan warga Papua Selatan.

Ketua Yayasan Seminari Pastor Bonus, Romo Johanes Joenmo Kandam, mengingatkan bahwa seminari adalah milik umat. Ia menekankan pentingnya kepedulian kolektif, baik secara moral maupun finansial, dari seluruh umat Katolik.

Romo John berharap setiap keluarga memiliki rasa memiliki terhadap lembaga ini. Terlebih, Uskup Agung Merauke mendirikan sekolah ini dengan visi besar untuk melahirkan imam-imam lokal dari dan untuk umat di tanah Papua. (Agapitus Batbual/Merauke)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version