Home BERITA TERKINI “Misi Hijau Paroki Cilangkap: Berguru Teknik Biokonversi ke Maggot Lestari Indonesia”

“Misi Hijau Paroki Cilangkap: Berguru Teknik Biokonversi ke Maggot Lestari Indonesia”

0

Sebagai upaya nyata menjaga kelestarian bumi dan mengelola limbah organik secara mandiri, Seksi Lingkungan Hidup bersama Seksi Pelatihan & Pengkaderan Paroki Cilangkap melakukan kunjungan studi budidaya maggot ke Pusat Riset dan Aplikasi Biokonversi Maggot PT Maggot Lestari Indonesia (MIL). Kegiatan ini berlangsung di Site Cisaat, Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Senin, 9 Maret 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan implementasi Program Karya Seksi Lingkungan Hidup Tahun 2026, sekaligus bagian dari rangkaian aksi nyata menyambut Tahun Ardas KAJ 2026: Tahun Keutuhan Ciptaan. Semangat ini berakar kuat pada pesan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’, yang mengingatkan bahwa “Segala sesuatu berhubungan” (LS 70). Pengolahan sampah dengan maggot dipandang bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk pengakuan bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem yang harus dijaga keseimbangannya.

Kunjungan ini bertujuan mendalami teknik biokonversi sampah organik menggunakan larva lalat BSF (Black Soldier Fly) atau maggot. Teknologi ini dipandang sebagai solusi cerdas dan ramah lingkungan untuk memutus rantai penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Rombongan Paroki Cilangkap disambut hangat oleh perwakilan PT MIL, Aloysius Bambang Kristiono Hadisoebroto. Dalam dialog pembuka di sebuah pendopo, Pak Kris (sapaan akrabnya) menjelaskan bahwa MIL didirikan untuk menjawab kebutuhan protein nasional melalui pakan ternak dan pupuk organik. Sejak 2013, MIL konsisten melakukan riset untuk mengatasi ketergantungan Indonesia pada impor bahan pakan seperti tepung ikan, jagung, dan kedelai.

“Sampah organik menyumbang sekitar 70% dari total volume sampah di Indonesia. Ini adalah potensi sumber daya yang belum termanfaatkan. Kami sangat senang jika Seksi Lingkungan Hidup Paroki Cilangkap mau belajar dan merealisasikan biokonversi maggot ini sebagai sarana edukasi umat,” ujar Kris.

Usai berdialog, rombongan meninjau langsung siklus hidup lalat BSF, mulai dari proses penetasan telur, pembesaran maggot, hingga pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pakan berkualitas.

Ketua Seksi Lingkungan Hidup Paroki Cilangkap, Thomas Sri Kuncoro Wahyu Wibowo, menegaskan bahwa kunjungan ini adalah langkah krusial dalam perjalanan spiritualitas ekologis umat. “Ini adalah panggilan untuk pertobatan ekologis. Kita tidak bisa lagi hanya bicara teori kebersihan, tapi harus turun tangan langsung mengelola limbah yang kita hasilkan,” tegas Thomas. Ia menambahkan bahwa setiap kilogram sampah organik yang diurai maggot adalah langkah konkret menyelamatkan bumi dari gas metana yang merusak atmosfer.

Senada dengan Thomas, Ketua Seksi Pelatihan dan Pengkaderan, Adrianus Dwitjahjo, menyampaikan bahwa semangat keutuhan ciptaan harus diwujudkan melalui kemandirian pengelolaan limbah yang berkelanjutan (sustainable). Hal ini sejalan dengan Arah Dasar KAJ untuk menjadi Gereja yang inklusif, komunikatif, dan transformatif.

“Aksi ini akan sangat baik jika diteruskan menjadi pelatihan peningkatan kapasitas umat. Harapannya, hasil dari proses ini dapat terintegrasi dan menciptakan ekonomi sirkular bagi umat. Kami antusias berkolaborasi dengan Seksi Lingkungan Hidup,” imbuh Adrianus.

Kegiatan ditutup dengan santap siang bersama menu tradisional hasil kebun setempat. Di sebuah warung sederhana, diskusi ringan dan gelak tawa mengakhiri kunjungan tersebut dengan penuh persaudaraan. Sebagai tindak lanjut, tim akan menyusun laporan hasil kunjungan beserta rekomendasi strategis demi menciptakan siklus ekologis yang sehat dan mandiri di Paroki Cilangkap.

Pax et Bonum.

(Beny Widjajanto)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version