Mengenal Empat Orang di Lingkaran Terdekat Paus Leo XIV

VATIKAN, Pena Katolik – Menjadi Penerus Petrus adalah tugas yang menuntut dedikasi 24 jam sehari. Di balik jadwal audiensi yang padat dan protokol Vatikan yang ketat, terdapat “kelompok elit” yang dikenal sebagai “keluarga kepausan”. Pada masa kepausan Leo XIV, ada empat orang yang menjadi bayang-bayang setia Sang Bapa Suci. Mereka akan, memastikan setiap detail logistik berjalan sempurna dalam harmoni persaudaraan.

1. Mgr. Edgard Iván Rimaycuna

Paus Leo XIV sudah Mgr. Edgard Ivan Rimaycuna sejak lama. Ia berasal dari Chiclayo, Peru. Mgr. Edgard adalah sekretaris pribadi pertama yang ditunjuk oleh Paus Leo XIV. Hubungan keduanya telah teruji oleh waktu; Mgr. Edgard telah setia mendampingi sejak Leo XIV masih menjabat sebagai Uskup di Peru. Ia adalah imam dari Keuskupan Chiclayo, di mana Paus Leo XIV pernah menjadi uskup di sana.

Imam erusia 36 tahun itu adalah lulusan licenciat Pontifical Biblical Institute Roma di bidang Kitab Suci. Saat Kardinal Robert Prevost OSA menjadi Prefek Dikasteri untuk Uskup, ia dipindahkan ke Romo atas permintaan kardinal asal Amerika Serikat itu untuk menjadi sekretarisnya. Saat ia menjadi Paus, Mgr. Edgard diangkat sebagai Kapelan Yang Mulia pada November 2025. Gelar kehormatan ini mengukuhkan posisinya dalam inti sejarah kepausan ini.

2. Pastor Marco Billeri

Mewakili benua Eropa, Pastor Marco Billeri bergabung sebagai sekretaris pribadi kedua pada September 2025. Pria Italia berusia 42 tahun ini membawa kombinasi unik antara kecerdasan akademis dan kerendahan hati seorang pelayan paroki. Ia adalah seorang doktor hukum kanonik sekaligus sarjana teknik informatika lulusan Universitas Kepausan Gregoriana di Roma. Ia pernah menjabat sebagai Kakim Tribunal Keuskupan Tuscany. Ia dikenal efisien, tenang, dan sangat dicintai oleh rekan-reman imamnya di San Miniato.

3. Pastor Edward Daniang Daleng OSA

Datang dari Afrika (Nigeria), Pastor Edward Daniang Daleng OSA adalah saudara satu kongregasi Paus Leo XIV. Kehadirannya membawa warna spiritualitas yang khusus. Sebagai seorang imam dari Ordo Santo Agustinus (OSA), ia berbagi karisma religius yang sama dengan Paus Leo XIV. Romo Edward menguasai bahasa Inggris, Italia, Prancis, dan Igbo. Ia menjabat sebagai Wakil Kepala Rumah Tangga Kepausan. Ia adalah sosok yang bertugas menyambut para tamu kepausan, otoritas internasional, dan kepala negara saat mereka bertemu Paus. Sebagai alumni Akademi Kepausan Alphonsian di Roma, ia memegang gelar doktor dalam Teologi Moral yang ia raih pada tahun 2012. Ia juga memegang gelar doktor Teologi Sistematik dari sebuah universitas di Australia.

4. Anton Kappler (Kepala Pelayan Kepausan)

Mulai 1 Maret 2026, peran vital kepala pelayan (butler) kepausan beralih ke tangan Anton Kappler. Pria Swiss berusia 46 tahun ini bukanlah orang asing di Vatikan; ia adalah mantan Letnan Garda Swiss yang telah mengabdi selama 25 tahun. Tugasnya berdiri di sisi Paus sepanjang waktu, mengelola dokumen, hingga membawa rosario yang akan dibagikan saat perjalanan apostolik. Ia menggantikan (atau bekerja berdampingan dengan) Pier Giorgio Zanetti untuk memastikan transisi dalam urusan rumah tangga kepausan yang paling intim.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini