Home BERITA TERKINI Pastor Bruno Kant: Imam Tertua di Dunia yang Berusia 110 Tahun

Pastor Bruno Kant: Imam Tertua di Dunia yang Berusia 110 Tahun

0

VATIKAN, Pena Katolik – Dunia Katolik baru saja mencatatkan sejarah baru melalui sosok Romo Bruno Kant, seorang imam asal Jerman yang kini dinobatkan sebagai imam tertua yang masih hidup di dunia. Ia merayakan ulang tahunnya yang ke-110 pada 26 Februari yang lalu.

Pada momen ini, Paus Leo XIV mengirimkan surat ucapan selamat untuk Romo Kant. Paus mendoakan dan mengirim berkat atas anugerah umur panjang, dan menyampaikan apresiasi atas kesetiaan Romo Kant dalam Imamat dan karya.

“Saya sangat senang mengetahui bahwa pada tanggal 26 Februari Anda merayakan ulang tahun yang ke-110. Saya mengirimkan ucapan selamat yang paling hangat dan berkat saya,” tulis Paus.

12 Kepausan

Hidup Romo Kant telah melewati rentang waktu yang luar biasa dalam sejarah Gereja. Selama hidupnya, ia hidup pada 12 masa kepausan dari Pius X hingga Paus Leo XIV. Ia juga menjadi saksi Konsili Vatikan II dan transformasi kehidupan Katolik yang mengikutinya. Tak terhitung berapa kanonisasi para santo yang terjadi selama hidupnya.

Mgr. Michael Gerber (Uskup Fulda), tempat Romo Kant bernaung, mengonfirmasi bahwa Vatikan telah menetapkan Romo Kant sebagai imam tertua yang masih hidup saat ini.

Romo Kant lahir di Werblin, Saxony, Jerman (sekarang desa Wierzbno di Polandia) pada 26 Februari 1916. Kehidupan Romo Kant adalah saksi bisu sejarah kelam Eropa. Keluarganya terpaksa mengungsi saat Perang Dunia I berkecamuk. Meski telah merasakan panggilan imamat sejak usia sembilan tahun, gejolak politik Eropa pada 1930-an menghambat proses formasinya.

Selama Perang Dunia II, ia direkrut menjadi tentara untuk bertempur melawan Uni Soviet dan sempat menjadi tawanan perang. Ia baru bisa kembali ke Jerman pada tahun 1948. Romo Kant menggambarkan momen pertemuannya kembali dengan sang ibu sebagai “hari terindah dalam hidupnya.” Akhirnya, ia ditahbiskan menjadi imam pada 23 Juli 1950 oleh Uskup Johann Baptist Dietz.

Tiga Dekade Melayani di Marbach

Tugas paling signifikan dalam kariernya bermula pada 20 Juni 1960, saat ia diangkat menjadi pastor paroki di Marbach. Ia melayani umat di sana selama lebih dari 30 tahun hingga masa pensiunnya pada tahun 1991. Setelah pensiun, ia pindah ke paroki Eichenzell namun tetap aktif membantu pelayanan pastoral. Atas pengabdiannya yang luar biasa, ia dianugerahi gelar kehormatan Geistlicher Rat (Penasihat Rohani), sebuah gelar prestisius bagi klerus di wilayah berbahasa Jerman.

Perayaan ulang tahun Romo Kant kini telah menjadi tradisi di Eichenzell. Umat dan para pengagumnya berkumpul untuk menghormati lebih dari 75 tahun pelayanannya, sembari menikmati hidangan penutup favorit sang pastor, kue Black Forest.

Pada usia 110 tahun dan 331 hari, Romo Kant dianggap sebagai imam Katolik tertua kedua yang pernah tercatat dalam sejarah yang terdokumentasi dengan baik. Usianya hanya kalah dari Romo Nicholas Kao Se Tseien, seorang imam Trappist asal Tiongkok yang tinggal di Hong Kong dan wafat pada 2007 di usia 110 tahun 330 hari.

Saat ini masih ada beberapa imam lain yang mendekati usia 110 tahun antara lain Romo Konrad Fuchs dari Jerman (109 tahun), Romo Jacques Clemens dari Belgia (108 tahun), Romo Alexandre Kayser dari Prancis (108 tahun), dan Romo Paulin Wilczynski (108 tahun).

Tradisi memberikan perhatian khusus kepada tokoh gereja senior ini terus berlanjut di masa kepemimpinan Paus Fransiskus. Sebelumnya, Paus juga pernah mengirimkan surat pribadi kepada teolog terkemuka asal Peru, Romo Gustavo Gutiérrez (Bapa Teologi Pembebasan), saat ia merayakan ulang tahun ke-90, sebagai bentuk apresiasi atas layanan teologisnya bagi kaum miskin.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Pesan

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version