VATIKAN, Pena Katolik – Ketika puncak menara Basilika Sagrada Familia akhirnya mencapai ketinggian 172 meter pada Februari 2026 ini, sebuah babak panjang yang dimulai sejak tahun 1882 resmi mendekati akhir. Namun, mahakarya di Barcelona ini hanyalah satu dari sekian banyak bukti bahwa dalam arsitektur sakral, waktu bukanlah musuh, melainkan bagian dari persembahan iman itu sendiri.
Sejarah mencatat bahwa membangun sebuah gereja tidak hanya mendirikan bangunan, melainkan ekspresi teologi yang terwujud melalui batu, kayu, dan cahaya. Berikut adalah deretan gereja dengan masa pembangunan paling lama dalam sejarah manusia.
1. Katedral Cologne: Maraton Iman Selama 6 Abad
Rekor pembangunan terlama dipegang oleh Katedral Cologne di Jerman. Dimulai pada tahun 1248, pembangunannya terus berlanjut dalam berbagai fase yang melelahkan. Proyek ini sempat terhenti akibat gejolak politik, krisis ekonomi, hingga Reformasi Gereja.
Baru pada tahun 1880, gereja ini dinyatakan selesai. Membutuhkan waktu total 632 tahun bagi dunia untuk melihat struktur Gotik dan menara kembarnya berdiri tegak secara utuh. Katedral ini menjadi simbol ketekunan lintas generasi yang melampaui usia berbagai kekaisaran.
2. Katedral Notre-Dame di Paris
Sementara itu, Katedral Notre-Dame di Paris membutuhkan waktu sekitar 200 tahun antara abad ke-12 dan ke-14. Restorasi besar-besaran pasca-kebakaran 2019 mengingatkan kita bahwa gereja adalah struktur yang menuntut komitmen perawatan tanpa henti dari generasi ke generasi.
3. Basilika Sagrada Famili, Barcelona Spanyol
Pembangunan Gereja ini sudah dimulai sejak 1882 dan masih berlanjut hingga kini. Dengan demikian, Pembangunan gereja ini sudah menelan waktu 144 tahun. Apabila sesuai rencana, Basilika Sagrada Famili akan selesai pada tahun 2027 atau 2028. Saat ini, gereja ini dinobatkan menjadi gereja dengan menara tertinggi di dunia.
4. Basilika Santo Petrus
Di Roma, Basilika Santo Petrus membutuhkan waktu 120 tahun (1506–1626) untuk rampung. Pembangunannya merupakan estafet estetika yang melibatkan maestro-maestro besar seperti Bramante hingga Michelangelo. Kubahnya yang ikonik menjadi bukti bagaimana visi artistik yang berevolusi tetap bisa menjaga kontinuitas iman yang tunggal.



