ILLIONIS, Pena Katolik – Vatikan resmi memberikan persetujuan untuk beatifikasi Beato Fulton J. Sheen. Pengumuman ini disampaikan pada 9 Februari 2026 oleh Uskup Peoria, Illinois, Mgr. Louis Tylka.
“Takhta Suci telah menginformasikan bahwa proses beatifikasi bagi Venerable Servant of God Uskup Agung Fulton J. Sheen dapat dilanjutkan. Langkah berikutnya adalah perayaan beatifikasi, di mana Fulton Sheen akan dinyatakan sebagai Beato,” ujar Mgr. Tylka.
Keuskupan Peoria kini bekerja sama dengan Dikasteri Penggelaran Kudus di Vatikan untuk menentukan tanggal dan rincian acara beatifikasi. Rencana beatifikasi Beato Fulton Sheen sebenarnya sudah dijadwalkan pada akhir 2019, namun ditunda karena adanya investigasi hukum terkait kasus pelecehan di Keuskupan Rochester, New York. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan intensif oleh Archbishop Fulton John Sheen Foundation, tidak ditemukan keterkaitan dengan Sheen.
Hasil investigasi kemudian diserahkan kepada Kongregasi Penyebab Orang Kudus, yang menyatakan Sheen tidak bersalah. Paus Fransiskus pada 2019 telah menyetujui alasan penggelaran kudus Beato Fulton Sheen, namun ada evaluasi lebih lanjut dikarenakan adanya pertanyaan terkait investigasi di New York.
Fulton Sheen dikenal luas sebagai pengkhotbah yang piawai, khususnya melalui siaran radio dan televisi. Lahir di El Paso, Illinois, pada 8 Mei 1895, ia ditahbiskan sebagai imam pada 1919. Ia menempuh studi lanjut di Catholic University of America di Washington, Universitas Katolik Leuven di Belgia, dan Universitas Santo Tomas Aquinas di Roma. Sejak 1926 hingga 1950, ia mengajar di Catholic University of America.
Mgr. Sheen mulai dikenal publik melalui program radio The Catholic Hour pada 1930. Acar ini didengar rata-rata sekitar 4 juta pendengar, setiap kali mengudara. Pada 1951, ia membawakan acara televisi mingguan Life is Worth Living, yang membahas iman dan kehidupan, dan ditonton hingga 30 juta orang.
Beato Fulton Sheen wafat pada 9 Desember 1979 di New York pada usia 84 tahun. Ia dimakamkan di Katedral St. Patrick, sebelum kemudian dipindahkan ke Keuskupan Peoria. Pada 2012, Paus Benediktus XVI mengakui kebajikan heroiknya dan memberinya gelar Venerable. Paus Fransiskus menyetujui beatifikasinya pada Juli 2019, dan kini Vatikan menegaskan kembali langkah tersebut menuju pengakuan resmi sebagai Beato.




