LARANTUKA, Pena Katolik – Nuansa persaudaraan lintas iman terasa begitu kental di Kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur, saat umat Muslim turut ambil bagian dalam menyambut kedatangan Uskup Larantuka yang baru, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Selasa 3 Januari 2026.
Rombongan Mgr. Yohanes yang melintasi Kelurahan Postoh hingga Ekasapta disambut hangat oleh warga Muslim yang berjajar di sepanjang jalan. Sapaan ramah dan senyum tulus warga membuat Uskup Yohanes tampak haru saat membalas lambaian tangan masyarakat.
Puncak penyambutan berlangsung di depan gerbang Masjid Agung Syuhada Larantuka, Kelurahan Ekasapta. Di lokasi ini, Mgr. Yohanes disambut secara adat Lamaholot dengan tarian tradisional, pengalungan, serta sapaan adat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu agung sekaligus saudara sebangsa.
Acara tersebut dihadiri Plt Lurah Ekasapta Dave Mautuka, Imam Masjid Agung Syuhada, enam ketua suku, serta Ketua Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Salah seorang warga, Syham, menyebut momen ini sebagai bukti nyata kuatnya toleransi di tanah Lamaholot. “Sebagai orang Lamaholot yang bermartabat, nilai ini harus terus kita pelihara bersama,” ujarnya.
Selain umat Muslim, ribuan warga dari berbagai latar belakang agama dan usia memadati rute kedatangan Uskup Yohanes. Prosesi adat bahkan telah dimulai sejak perbatasan Maumere–Flores Timur hingga memasuki Kota Larantuka. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias melambaikan tangan, sementara sebagian warga mengibarkan bendera Vatikan berwarna kuning-putih sebagai tanda sukacita dan penerimaan.
Uskup Baru Larantuka
Mgr. Yohanes Hans Monteiro resmi diangkat sebagai Uskup Larantuka oleh Paus Leo XIV pada 22 November 2025, menggantikan Mgr. Fransiskus Kopong Kung yang memasuki masa purnatugas. Ia akan ditahbiskan pada 11 Februari 2026 di Katedral Larantuka.
Sebelum menerima tugas kegembalaan, Yohanes dikenal sebagai dosen liturgi di Institut Teologi Katolik Ledalero serta anggota Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Kehadirannya di Larantuka diharapkan semakin memperkuat semangat persaudaraan, iman, dan toleransi di Flores Timur, sebagaimana tercermin dalam penyambutan penuh kehangatan lintas iman yang terjadi hari ini.



