Kamis, Januari 29, 2026

Syukur 150 Tahun Pembaptisan Pertama di Gorontalo

GORONTALO, Pena Katolik – Paroki St. Kristoforus Gorontalo menggelar peringatan 150 tahun pembaptisan pertama di Gorontalo dengan penuh nuansa adat dan semangat toleransi, Gorontalo, 21 Januari 2026. Acara bersejarah ini berlangsung di Bandhayo Lo Yiladia, Aula Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jalan Nani Wartabone, Limba U Satu Biawao, Kota Gorontalo.

Peringatan ini diawali dengan Misa Inkulturasi yang dipimpin Uskup Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, MSC, didampingi puluhan imam termasuk Pastor Paroki St. Kristoforus, Pastor Cladius Berty Rumondor.

Mgr. Rolly menyampaikan, pembaptisan pertama di Gorontalo adalah peristiwa iman yang melahirkan komunitas Gereja Katolik. Momen ini sama dengan “kelahiran iman”, yang setelah 150 tahun terus hidup dan berkembang di Tengah keragaman di wilayah Gorontalo.

“Saat ini menjadi kesempatan untuk mensyukuri iman yang dianugerahkan Tuhan kepada kita,” ujar Mgr. Rolly.

Kehadiran Wakil Wali Kota Gorontalo, Indra Gobel, sejumlah pejabat Pemkot, serta perwakilan Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menambah makna kebersamaan lintas agama dan budaya.

Dalam sambutannya, Indra menegaskan pentingnya kebersamaan. Ia mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa, sehingga toleransi harus terus dijaga.

“Rumah ini, rumah kita semua. Keakraban menjadi nadi utama perayaan besar ini.”

Baptisan Pertama

Sejarah mencatat, pada 18 Januari 1876, seorang perempuan bernama Carolina menjadi orang pertama yang dibaptis di Gorontalo oleh Pastor Vanner SJ, yang saat itu singgah sebelum kembali ke Batavia. Kini, 150 tahun kemudian, peristiwa itu dikenang sebagai tonggak iman sekaligus momentum memperkuat persatuan dalam keberagaman.

Saat ini ada dua paroki di Gorontalo: Paroki St. Kristoforus (Kota Gorontalo) dan Paroki Theodorus Kaaruyan (Kabupaten Boalemo dan Pohuwato). Umat Katolik di Gorontalo telah hidup berdampingan selama lebih dari 150 tahun, meskipun jumlahnya relatif kecil (sekitar 0,22% pada tahun 2020) dari total penduduk.

Kunjungan Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Rolly menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah atas penerimaan serta dukungan yang diberikan kepada umat Katolik. Bertepatan dengan perayaan syukur ini, Mgr. Rolly juga melaksanakan pemberkatan Arca Bunda Maria Bintang Kejora di Stasi Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Pembimas Katolik Reinne F. Koraag menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari perayaan syukur Yubileum 150 Tahun Baptisan Pertama di Gorontalo. Menurutnya, momentum ini bukan hanya mengenang sejarah awal pertumbuhan iman Katolik di bumi Hulonthalo, tetapi juga menjadi refleksi mendalam tentang bagaimana nilai-nilai iman diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yubileum ini mengajak kita semua untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperbarui komitmen iman, memperkuat persaudaraan, dan terus merawat kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini