Selasa, Januari 27, 2026

Paus Leo XIV Utus Kardinal Parolin ke Denmark untuk Peringatan 1.200 Tahun Misi Kristen

KOPENHAGEN, Pena Katolik – Gereja Katolik menandai tonggak bersejarah: 1.200 tahun sejak dimulainya misi Kristen di Denmark. Untuk memperingati peristiwa luar biasa ini, Paus Leo XIV mengutus Kardinal Pietro Parolin, Sekretaris Negara Vatikan, sebagai utusan kepausan dalam perayaan yang berlangsung di Kopenhagen pada 25 Januari 2026, bertepatan dengan pesta Pertobatan Santo Paulus.

Penunjukan ini diumumkan oleh Kantor Pers Vatikan, menempatkan Kardinal Parolin di pusat perayaan yang bukan hanya penting bagi Denmark, tetapi juga bagi akar sejarah Kekristenan di Skandinavia. Dalam surat berbahasa Latin bertanggal 8 Desember, Paus Leo XIV mengenang perjalanan Santo Ansgar, seorang biarawan Benediktin muda yang pada tahun 826 menabur “benih Injil di tanah Skandinavia” bersama Harald Klak, penguasa Denmark yang baru dibaptis. Meski menghadapi perlawanan budaya Norse dan ketidakstabilan politik, Ansgar tetap gigih hingga dikenal sebagai “Rasul Utara.”

Kristen baru benar-benar mengakar di Denmark beberapa abad kemudian, terutama dengan pembaptisan Raja Harald Bluetooth sekitar tahun 965. Kini, Denmark mayoritas Lutheran, namun Gereja Katolik tetap hadir sebagai komunitas kecil yang hidup, melayani umat dari lebih 150 latar belakang nasional.

Dalam suratnya, Paus menekankan bahwa “kasih adalah dasar dinamis misi Gereja,” mengingatkan bahwa Injil harus diwujudkan dalam pelayanan nyata, terutama bagi kaum miskin.

Selama kunjungannya, Parolin memimpin Misa meriah di Katedral Santo Ansgar, menghadiri doa ekumenis di Vor Frue Domkirke. Kardinal Parolin juga bertemu Raja Frederik X di Istana Amalienborg. Ia juga berdialog dengan Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen di tengah isu sensitif kedaulatan Greenland.

Pertemuan itu berlangsung di tengah ketegangan internasional, di mana kedaulatan Greenland — wilayah otonom di dalam Kerajaan Denmark — telah menjadi isu sensitif menyusul komentar baru-baru ini oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengisyaratkan bahwa ia akan menggunakan kekuatan militer untuk mencaplok wilayah tersebut.

Dalam homilinya, Parolin menegaskan relevansi misi Santo Ansgar yang berlandaskan kesetiaan kepada Kristus, bukan strategi atau kesuksesan. “Gereja bertumbuh bukan terutama dalam jumlah, tetapi melalui hati yang setia, tekun, dan penuh kasih,” ujarnya. Ia mengajak umat untuk memperbarui keberanian Injili dan menjaga harapan, bahkan di tengah situasi rapuh.

Kardinal Parolin menutup dengan menegaskan bahwa Denmark “tak terhapuskan jejak warisan Kristennya,” dan bahwa komunitas Katolik bersama Lutheran serta semua orang berkehendak baik terus berkontribusi melalui pelayanan, solidaritas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini