Selasa, Januari 27, 2026

Dua Mukjizat Baru Melalui Perantaraan St. Charbel

LEBANON, Pena katolik – Dua mukjizat baru kembali dikaitkan dengan perantaraan doa St. Charbel Makhlouf, seorang imam dan rahib Maronit asal Lebanon yang dijuluki umat sebagai “dokter dari langit.” Sejak awal tahun 2026, laporan mukjizat datang dari Amerika Serikat dan Lebanon, masing-masing menyangkut kesembuhan seorang perempuan yang secara medis dianggap mustahil.

Georgianne Walker, seorang pengacara asal South Bend, Indiana, menjalani operasi perut pada Desember 2024. Namun, pasca operasi ia mengalami infeksi serius yang membuat lukanya tetap terbuka dan meradang selama hampir 10 bulan. Meski diawasi ketat oleh tim medis, luka tersebut tidak kunjung sembuh dan dokter akhirnya menjadwalkan operasi kedua.

Pada September 2025, seorang sahabat asal Lebanon, George Issa, yang pernah mengalami kesembuhan melalui perantaraan St. Charbel, datang membawakan minyak yang diberkati dengan relik sang santo. Ia mendorong Walker untuk berdoa dan mengoleskan minyak itu pada lukanya. Setelah berdoa dan mengoleskan minyak, luka tersebut sembuh total dan operasi kedua tidak lagi diperlukan. Kesembuhan ini resmi dicatat pada 17 Januari 2026.

Mukjizat di Lebanon

Mukjizat kedua dialami oleh Racha Charbel, seorang perempuan asal Jezzine, Lebanon Selatan. Pada Oktober 2025, ia didiagnosis memiliki tumor meningioma di tulang belakang. Dokter menyatakan bahwa tumor tersebut tidak bisa diatasi dengan obat dan hanya dapat diangkat melalui operasi.

Namun, pada malam 6 Januari 2026, Racha berdoa di depan gambar St. Charbel yang tergantung di kamarnya. Keesokan harinya, saat menjalani MRI ulang, hasil pemeriksaan menunjukkan tumor itu telah lenyap tanpa jejak. Dokter menyatakan tidak ada penjelasan medis atas hilangnya tumor tersebut. Pada 17 Januari, Racha mengunjungi Biara Santo Maron di Annaya untuk mendaftarkan mukjizat dan menyerahkan laporan medisnya.

Santo dan Sungai Kerahiman

St. Charbel, yang wafat pada 24 Desember 1898, telah dikaitkan dengan lebih dari 30.000 mukjizat yang dilaporkan umat dari berbagai agama, termasuk Katolik, Muslim, dan Druze. Ia dibeatifikasi oleh Paus Paulus VI pada 1965 dan dikanonisasi pada 1977.

Pada Desember 2025, Paus Leo XIV menjadi Paus pertama yang berziarah ke makam St. Charbel di Lebanon. Dalam kunjungannya, Paus menyebut perantaraan sang santo sebagai “sungai kerahiman” yang terus mengalir, mengingatkan pada devosi bulanan setiap tanggal 22 yang menarik ribuan peziarah.

Dua mukjizat terbaru ini semakin meneguhkan keyakinan umat bahwa doa melalui St. Charbel tetap menjadi sumber pengharapan dan kesembuhan, melintasi batas negara, budaya, dan generasi.

Komentar

Tinggalkan Pesan

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Terhubung ke Media Sosial Kami

45,030FansSuka
0PengikutMengikuti
75PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Terkini