Merauke, Pena Katolik – Romo Emanuel Djogo menyampaikan rasa syukur dan kegembiraannya saat menyaksikan keberhasilan kelompok perempuan asli Papua mengembangkan usaha hidroponik di Lingkungan St. Kornelis, Paroki St. Fransiskus Xaverius, Belakang RSUD Merauke (Belrusak). Usaha ini berjalan berkat dukungan program Pemerintah Daerah Merauke dan Provinsi Papua Selatan.
Meski wilayah Belrusak dikenal berlumpur dan berair payau, rumah-rumah warga berdiri di atas kayu penyangga. Kondisi tersebut tidak memungkinkan adanya tanah humus. Namun, kelompok ini mampu membangun rumah hidroponik di tengah rawa dan tumbuhan bakau. “Belrusak kini menghasilkan sayuran segar, walau sering dilanda banjir bercampur lumpur dan rumput rawa,” ujar Romo Emanuel, Senin 19 Januari 2026.
Rumah hidroponik tersebut dibangun dengan tiang penyangga besar, papan, saluran air, mesin penyedot kecil, drum plastik, pipa, paranet, dan plastik penutup. Ditambah tempat persemaian sederhana, terbentuklah kebun kecil yang setiap bulan menghasilkan panen. Kreativitas ini lahir dari kelompok umat Katolik yang berusaha mandiri.
Kelompok yang diberi nama Janang Indah beranggotakan 20 ibu rumah tangga. Mereka menanam kangkung, sawi, brokoli, pakcoy, bayam, dan berbagai sayuran lain. Romo Emanuel menilai usaha ini strategis karena mampu menambah pendapatan keluarga di tengah kondisi rawan banjir. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari Komisi Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Merauke.
Maria Kambin, perempuan asli Papua sekaligus koordinator kelompok, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ketua PSE Keuskupan Agung Merauke. Ia menuturkan bahwa usaha ini didukung penuh oleh suaminya yang membantu merakit pipa dan instalasi hidroponik. Maria mengumpulkan para ibu yang sebelumnya bergantung pada pendapatan suami, agar kini bisa berkontribusi bagi ekonomi keluarga.
Sebagai kelompok yang juga aktif dalam kegiatan kharismatik Katolik, Maria menekankan pentingnya doa sebelum bekerja. “Jangan lupa mengikuti kurban Misa di setiap gereja supaya rahmat tetap mengalir bagi kelompok para ibu,” ujarnya.
Awalnya hasil panen dipasarkan ke salah satu hotel di Merauke, namun kini mereka memasok ke RSUD Merauke, kios sayur di Gg. Hindun, serta Kabupaten Boven Digoel.
Romo Emanuel berharap dukungan terus diberikan kepada kaum perempuan asli Papua agar semakin berkembang, baik secara kelompok maupun pribadi, sehingga mampu meningkatkan ekonomi rumah tangga dengan usaha hidroponik yang kreatif dan berdaya guna. (Agapitus Batbual/Merauke)
