VATIKAN, Pena Katolik – Observatorium Vatikan (Specola Vaticana) adalah lembaga riset dan pendidikan astronomi yang dimiliki langsung oleh Takhta Suci. Lembaga ini menjadi simbol komitmen Gereja Katolik terhadap ilmu pengetahuan, khususnya astronomi, yang sejak lama berkaitan erat dengan penentuan kalender liturgi, termasuk hari raya Paskah.
Observatorium Vatikan awalnya berbasis di Roman College of Rome. Sejak abad ke-16, Gereja menunjukkan perhatian besar terhadap astronomi melalui penyusunan Kalender Gregorian oleh Paus Gregorius XIII pada 1582, yang dikembangkan Aloysius Lilius dan disempurnakan Christoph Clavius. Kalender ini masih digunakan hingga kini.
Pada abad ke-18, Paus mendukung pendirian Observatorium Roman College (1774) dan kemudian Specola Vaticana di Tower of the Winds (1787–1789) di bawah Msgr. Filippo Luigi Gilii. Setelah Gilii wafat, observatorium ditutup karena keterbatasan lokasi, sementara instrumennya dipindahkan ke College Observatory. Fasilitas lain, Observatorium Capitol, beroperasi antara 1827–1870.
Peran Jesuit dan Kebangkitan Baru
Tokoh penting dalam sejarah ini adalah Pastor Angelo Secchi SJ, yang memindahkan observatorium ke Gereja Santo Ignatius di Roma. Namun, setelah wafatnya pada 1878, observatorium dinasionalisasi oleh pemerintah Italia dan berganti nama menjadi Regio Osservatorio al Collegio Romano, mengakhiri riset astronomi di Vatikan.
Situasi berubah pada 1891 ketika Paus Leo XIII melalui Motu proprio mendirikan kembali Specola Vaticana. Observatorium baru dibangun di tepi tembok Vatikan dan bertahan selama empat dekade.
Pada akhir abad ke-19, Observatorium Vatikan ikut serta dalam proyek global Carte du Ciel, pemetaan fotografis langit. Astronom Jesuit Pastor Francesco Denza SJ memimpin kontribusi Vatikan hingga wafat pada 1894. Pada awal abad ke-20, Pastor John Hagen SJ melanjutkan proyek ini dengan melibatkan para suster dari Kongregasi Sisters of the Holy Child Mary. Mereka membantu mencatat dan mengkatalog hampir setengah juta bintang—sebuah pencapaian luar biasa.
Relokasi dan Teknologi Modern
Pada 1930-an, polusi cahaya di Roma membuat pengamatan di observatorium tidak efektif. Paus Pius XI memindahkan observatorium ke Castel Gandolfo, 25 km dari Roma. Namun, pada 1961, polusi cahaya kembali menjadi kendala. Maka dibentuklah Vatican Observatory Research Group (VORG) di Universitas Arizona, Amerika Serikat.
Inovasi besar terjadi pada 1993 dengan pembangunan Vatican Advanced Technology Telescope (VATT) berdiameter 1,8 meter di Mount Graham International Observatory, Arizona. Penelitian astronomi Vatikan pun semakin mendunia.
Saat ini, markas besar observatorium tetap berada di Castel Gandolfo, meski pada 2008 dipindahkan ke bekas biara dekat kastil untuk memberi ruang bagi tamu diplomatik. Penelitian VORG di Arizona tetap berjalan tanpa gangguan.
Selama sepuluh tahun (2015–2025), observatorium dipimpin oleh Bruder Guy Consolmagno SJ, seorang astronom Jesuit yang dikenal luas. Pada 19 September 2025, kepemimpinan beralih kepada Pastor Anthony D’Souza SJ.
Simbol Dialog Iman dan Sains
Observatorium Vatikan menjadi simbol nyata dialog antara iman dan ilmu pengetahuan. Dari kalender liturgi hingga teleskop canggih di Amerika, Gereja menunjukkan bahwa pencarian akan kebenaran ilahi dapat berjalan seiring dengan eksplorasi ilmiah terhadap jagat raya.
Sejak tahun 1981, Observatorium Vatikan mengoperasikan Vatican Observatory Research Group (VORG) di Universitas Arizona, Amerika Serikat. Kelompok riset ini menjalin kerja sama dengan berbagai observatorium, terutama di Amerika, dan sejak 1993 terhubung dengan Vatican Advanced Technology Telescope (VATT), teleskop berdiameter 1,8 meter yang berlokasi di Mount Graham International Observatory, Arizona. Kehadiran VATT menandai langkah maju Gereja Katolik dalam riset astronomi modern.
Di Italia, di markas utama Observatorium Vatikan terdapat empat kubah observatorium (“Specola”), dua di atap istana dan dua lainnya di taman. Instrumen-instrumen bersejarah ini kini hanya sebagian memenuhi kebutuhan astronomi modern, tetapi tetap menjadi warisan penting dalam perjalanan panjang riset Vatikan.
Zeiss Double Astrograph: terdiri dari refraktor (apertur 40 cm, panjang fokus 240 cm) dan teleskop reflektor (apertur 60 cm, panjang fokus Newtonian 200 cm), lengkap dengan dua finder dan teleskop pemandu. Dirancang sebagai instrumen utama observatorium, alat ini diresmikan pada 1935.
Zeiss Visual Refractor Telescope: teleskop refraktor dengan apertur 40 cm dan panjang fokus 600 cm, juga diresmikan pada 1935. Dilengkapi sembilan lensa okuler, fotometer Graff untuk mengamati bintang variabel, serta mikrometer untuk mengukur bintang ganda.
Carte du Ciel Telescope: teleskop ganda refraktor (astrograph apertur 33 cm, panjang fokus 343 cm; kolimator apertur 20 cm, panjang fokus 360 cm). Instrumen ini dibeli untuk partisipasi Vatikan dalam proyek internasional Carte du Ciel, pemetaan fotografis atlas bintang. Dipasang pada 1891 di Menara St. John (tembok Leonine) dan dipindahkan ke Castel Gandolfo pada 1942. Foto terakhir untuk proyek ini diambil pada 1953.
Schmidt Reflecting Telescope: teleskop reflektor Schmidt buatan Hargreaves & Thomson dengan apertur 98 cm dan panjang fokus 240 cm, diresmikan pada 1957.
Dengan kombinasi antara teleskop modern di Arizona dan instrumen bersejarah di Castel Gandolfo, Observatorium Vatikan menunjukkan kesinambungan antara tradisi dan inovasi. Dari proyek pemetaan bintang internasional hingga teleskop canggih VATT, Gereja Katolik menegaskan komitmennya untuk terus berdialog dengan ilmu pengetahuan, menjadikan langit sebagai ruang refleksi iman sekaligus eksplorasi ilmiah.



